Nama : Yolanda cindy novenia
NIM : 00000008758
- Dari pertemuan kemarin kita harus berfikir secara kategoris. Secara kategoris yaitu kata-kata yang memiiki makna(pengertian yang berguna untuk pemahaman kita). Dalam berpikir kritis tekadang orang menganggap kita menghafal, padahal k2 nya sangat berbeda. Logika adalah ilmu yang masuk akal, yang memiliki hukum-hukum sendiri dan tidak boleh bertentangan. Dengan kata lain adalah pengetahuan umum yang dapat disaksikan oleh panca indera. Argumen sering disebut juga asumsi, masih luas untuk diperdebatkan. Statment adalah mempunyai nilai benar / salah, ada maksud yang mau dinyatakan. Dengan demikian kita dapat membedakannya dan harus teliti. Pada awalnya kita sedikit susah membedakannya. Tetapi kalau sudah kita lihat secara cermat kita dapat membedakannya. Kita harus beerpikir kritis untuk mengembangkan potensi yang sudah ada. Kita juga bisa menyimpulkan sesuatu dan dengan mudah mencari solusinya. Serta membiasakan untuk berpikir terbuka.
- Sebagai mahasiswa sangat menarik jika memperlajari tentang creative critical thinking. Sebab agar kita dengan mudah mencari solusi dalam sebuah permaslahan yang ada. Kita juga bisa menyimpulkan sesuatu dengan mengidentifikasi. Tanpa harus kita mengumpulkan fakta-fakta yang telah ada. Dengan begitu kita sangat mempelajari hal tersebut. Untuk memudahkan di masa mendatang bila kita terjun di dunia kerja.
Berpikir Kritis
- Setiap mahasiswa ilmu komunikasi harus berfikir kritis dan kreatif. Karena jika kita sedang menghadapi suatu masalah kita bsa mengambil keputusan. Sebab dalam belajar berpikir kritis dan kreatif kita diajarkan bahwa kita harus berpikir secara kategoris. Lebih sering disebut secara struktur. Terkadang jika kita menghadapi masalah kita harus terburu-buru mengambil keputusan. Dengan berpikir kritis dan kreatif juga kita bisa mengambil suatu keputusan. Kita juga bisa mengambil kesimpulan dan menentukan solusi maslah dengan alasan yang jelas dan kuat. Dalam berpikir kreatif diperlukannya juga imajinasi. Karena dalam berfikir kreatif kita tidak menemukan hanya 1 alasan tetapi lebih.
- Relevansinya antara kemampuan berpikir kritis dan kreative dengan jurnalist dan public relation. Jika dengan jurnalist diperlukannya para jurnalist berpikir secara kreative dan kritis. Setiap jurnalis diperlukan untuk seperti itu sebab pekerja ini membuat kita memakai logika kita dalam membuat berita. Karena tugas jurnalist adalah mengedit, menyiapkan dan menyebarluaskan berita. Sebab setiap jurnalis berlomba-lomba menajikan berita yang efektif serta cepat. Aktivitas utama dari jurnalis adalah mencari 5W+1H , menjelaskan kepentingan dan akibat dari berita tersebut. Maka diperlukannya berpikir kreatif dan kritis. Selain jurnalis sebagai Public relation dibutuhkan juga berpikir kreatif dan kritis. Karena sebagai public relation adalah sebagai jembatan antar perusahaan dan oraganisasi. Sebagai PR harus melakukan presentasi dan mampu mewawancarai. Dalam memlakukan hal tersebut kita harus berpikir kritis dan kreatif denga contoh kita bekerja dengan perusahaan A. Dengan secara langsung kita harus menjaga nama baik perusahaan tersebut derta wajib memajukannya dengan mempromosikan perusahaan itu. Dalam berelasi dengan perusahaan lain kitta harus pandai bergaul. Dalam berelasi dengam perusahaan lain kita harus memperluas jaringan itu. Dengan kesimpulan dalam kita menjalani profesi yang berkaitan dengan ilu komunikasi diperlukannya berpikir kritis dan kreatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar