Minggu, 11 Oktober 2015

Patricia Suzana.C.W.

Nama : Patricia Suzana Claudia Wijaya
NIM : 00000008794

Pertanyaan Refleksi

Pertemuan I

1.      Hal-hal penting yang diulas dalam pertemuan ini adalah bagaimana caranya kita belajar dalam dunia perkuliahan, dan kami semua mendapat pemahaman lebih lanjut tentang pemikiran kritis dan kreatif. 

2.      Hal yang menarik bagi saya adalah ketika dimulainya suatu sesi bertanya jawab. Saat itu saya dapat melihat bahwa masing-masing mahasiswa mempunyai cara pandang yang berbeda. Cara setiap mahasiswa mempertahankan argumennya masing-masing juga menarik untuk saya. Kedua hal tersebut juga penting untuk saya, karena dengan begitu saya juga menjadi termotivasi untuk belajar berpikir kritis dan kreatif. 


Pertemuan II

1.      Hal-hal penting yang saya temui kali ini adalah belajar mencerna kasus. Dengan adanya studi kasus, kami semua belajar menganalisa apakah tokoh di dalam kasus tersebut adalah seorang critical thinking atau bukan dari caranya berbicara. 

2.      Hal yang menarik bagi saya setelah studi kasus kemarin adalah sepertinya tidak ada sisi yang benar atau salah, tetapi hanya ada pertanyaan bahwa apakah perilaku dan keputusan yang di tunjukkan tokoh tersebut sudah menunjukkan seorang pemikir kritis. Meskipun tahu demikian, saya masih merasa ganjal karena tidak menemukan pembenaran. Selain itu, belajar untuk menganalisa seseorang berpikir kritis atau tidak sangat menarik untuk saya. Hanya dengan mencerna kata-kata dan keputusannya kami bisa menemukan hal apa yang seharusnya si tokoh lakukan atau tidak. Saya ingin belajar lebih dalam lagi untuk menjadi seorang pemikir kritis.  

Pertemuan III

1.      Hal-hal yang penting yang saya temui kali ini adalah unsur-unsur dalam berpikir secara kritis. Bagaimana cara kita bisa mengambil keputusan dalam waktu yang singkat dan bisa menghasilkan sesuatu yang baik. 

2.      Hal yang menarik bagi saya dari pembelajaran kemarin adalah ternyata dalam berpikir kreatif tetap ada prosedur yang harus dilalui. Tidak bisa instan. Dan saya juga mengetahui lebih lanjut mengapa dibutuhkan berpikir kritis dalam mengambil keputusan.

Pertemuan IV

1.      Hal-hal penting yang saya temui pada pertemuan ini adalah adanya perbedaan antara kalimat dan pernyataan. Dalam pernyataan juga terdapat berbagai bentuk, seperti pernyataan analitik, empiris dan evaluatif. 

2.      Hal yang menarik bagi saya dari pembelajaran yang lalu adalah bagaimana membuat contoh dari pernyataan yang sudah dipelajari. Saya sudah berusaha untuk membuat pernyataan yang benar, tetapi karena kurang benar maka dianggap kurang tepat. Saya masih berusaha untuk mempelajari jenis-jenis pernyataan diatas.

Pertemuan V

1.     Hal-hal penting yang saya temui pada pertemuan sebelumnya adalah kami belajar untuk lebih kritis dalam membaca berita. Kami juga mempelajari bagaimana mencerna berita sehingga mengetahui apa tujuan sebenarnya dari berita yang telah dibaca. 

2.     Hal yang menarik bagi saya dari pembelajaran yang lalu adalah ketika belajar menganalisis berita. Kita tidak bisa langsung mengetahui isi yang sebenarnya melalui analisis yang cepat. Diperlukan latihan membaca dan mengkritisi suatu berita terus menerus sehingga mampu dengan cepat menganalisis suatu berita. 

Pertemuan VI

1.      Hal-hal penting yang saya temui pada pertemuan ini adalah pembelajaran tentang validitas suatu kalimat dan jenis-jenis kalimat yang dapat membawa kita kepada kesimpulan tertentu seperti generalisasi dan silogisme. 

2.      Hal yang menarik bagi saya dari pembelajaran yang lalu adalah menerapkan generalisasi dan menentukan valid atau tidaknya suatu kalimat untuk berpikir kritis. Sewaktu SMA kami sudah pernah diajarkan generalisasi dalam bahasa Indonesia dan silogisme dalam Matematika. Penggunaan generalisasi untuk berpikir kritis tidak semudah yang saya pelajari di Bahasa Indonesia sewaktu SMA. Maka dari itu, butuh perhatian dan konsentrasi lebih untuk mempelajari hal tersebut.

Berpikir Kritis

1.     Pentingnya belajar untuk berpikir kreatif dan kritis bagi mahasiswa adalah untuk berlatih mengambil keputusan. Di masa depan, ketika bekerja, mahasiswa yang sudah dalam posisi pekerja akan dituntut untuk mengambil keputusan. Kadang-kadang keputusan harus diambil dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dengan belajar berpikir kritis, mahasiswa menjadi bisa mengambil keputusan yang paling baik dengan resiko paling kecil dalam tempo waktu yang singkat.

2.     Relevansi antara berpikir kritis dan kreatif dengan profesi komunikasi menurut saya adalah untuk memberikan citra yang baik bagi perusahaan. Berpikir kreatif juga membuat kita mendapat suatu ide yang lain daripada yang biasanya. Ide yang out of the box. Pekerja bidang komunikasi juga bisa meminimalkan salah persepsi yang terjadi dengan citra perusahaan.

Tugas Berita


1.      Pernyataan Analitik :

BMKG merilis, terdapat 674 titik panas yang terpantau di enam provinsi di Sumatera. Titik panas terbanyak terpantau di Sumatera Selatan dengan 607 titik. Selanjutnya Jambi 37 titik, Lampung 14 titik, Bangka Belitung 11 titik dan Kepulauan Riau satu titik.

Mengapa Disebut Pernyataan Analitik?

Saya menggolongkan penggalan diatas sebagai pernyataan analitik karena hal diatas adalah hal yang pasti. Sudah dilakukan penelitian sebelumnya dan hasilnya adalah sesuatu hal yang pasti, sehingga kebenarannya tidak lagi perlu kita selidiki. 

2.      Pernyataan Empiris :

"Perkembangan data korban peristiwa Mina, Minggu pukul 01.00 waktu Arab Saudi atau pukul 05.00 WIB,jemaah haji Indonesia yang wafat sebelumnya 14, saat ini menjadi 19 orang," kata Kepala Kepala Daerah Kerja (Daker)  Makkah Arsyad Hidayat dalam konferensi pers di Makkah, Minggu (27/9/2015). Selain itu, jumlah jemaah Indonesia yang luka masih sama dengan sebelumnya, yakni 6 orang. Adapun jumlah jemaah Indonesia yang masih dalam pencarian, masih ada 99 jemaah.

Mengapa Disebut Pernyataan Empiris?

Saya menggolongkan penggalan paragraph diatas sebagai pernyataan empiris, karena kebenarannya belum tetap. Masih dibutuhkan penelitian atau pencarian untuk menetapkan jumlah orang yang menjadi korban dalam peristiwa Mina. 

3.      Pernyataan Evaluatif :

"Lebih ramai hari ini dari yang biasanya. Jarang ada seperti ini, hanya waktu ulang tahun saja mungkin ya," kata Yunus (30), seorang karyawan swasta. 

Mengapa Disebut Pernyataan Evaluatif?

Saya menggolongkan penggalan paragraph diatas sebagai pernyataan evaluatif, karena pernyataan diatas adalah pendapat dari salah satu peserta dalam kegiatan Car Free Day. Belum tentu peserta lain berpendapat sama seperti Bapak Yunus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar