Minggu, 11 Oktober 2015

Pertemuan CCT Prasmewari S.S.

Prameswari S. Sasmita

0000 0008 464

Pertemuan Pertama – Critical & Creative Thinking

Hal penting yang diulas dalam pertemuan pertama:

Pada pertemuan pertama tanggal 31 Agustus 2015, membahas tentang pola pembelajaran
melalui tahap-tahap tertentu, yaitu Remembering, Understanding, Applying, Analyzing, Evaluating, dan Creating. Pembelajaran pasti diawali dengan menghafal, tidak cukup dengan itu lalu dilanjutkan dengan memahami apa yang dipelajari, dan menerapkannya pada kehidupan sehari-hari. Setelah menerapkan muncullah pertanyaan kritis tentang teori yang berkaitan, dan meminta pendapat dari orang lain, setalah mendapat teori yang lebih baik mahasiswa mengevaluasi pembelajaran itu sehingga lebih tepat. Lalu masuk ke tahap Creating, atau meciptakan produk baru berdasarkan teori awal. Dari tahap tersebut mahasiswa belajar bahwa untuk menciptakan sesuatu membutuhkan proses yang panjang dan tidak instan. Mahasiswa juga belajar bahwa tidak ada ide yang murni, ide pasti dipengaruhi oleh lingkungan atau inspirasi tertentu.Selain itu, kami juga belajar perbedaan logis, kritis, dan kreatif. Logis adalah pemikiran yang sudah ada, dan diyakini kebenarannya. Sedangkan kritis adalah mencoba berpikir ‘out of the box’ dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan pemikiran alternatif karena adanya keraguan atau kemungkinan lain. Dengan kata lain tidak menerima mentah-mentah teori yang diberikan. Pemikiran yang kritis memunculkan ide kretif yang mewujudkan pemikiran tersebut.

Hal yang menarik dan penting bagi mahasiswa dan alasannya:

Mahasiswa mengetahui tahap pembelajaran yang benar, serta menyadari posisi dirinya ada
pada tahap mana dan mulai belajar melangkah ke tahap selanjutnya. Mahasiswa menjadi sadar bahwa dibutuhkan proses yang panjang, masukan dari orang lain, pertimbangan teori dari tokoh lain, dan pemikiran elternatif dalam proses pembuatan sesuatu. Creating yang didasari dengan ide kreatif, atau menciptakan hal baru yang belum ada dengan pemikiran yang kritis. Mengetahui permasalahan yang ada, dan mencoba memperbaiki dengan alternatif lain. Karena pemikiran kritis dan ide kreatif, akan menambah pengetahuan dan ilmu yang dipelajari menjadi semakin luas.

Pertemuan II
Pertemuan Kedua – Critical & Creative Thinking

Hal penting yang diulas dalam pertemuan kedua:

Pada pertemuan kedua tanggal 7 September 2015, membahas tentang Critical Thinking
pada keadaan genting dan harus melakukan sesuatu pada waktu yang singkat. Membahas bahwa kita harus tetap kritis walau keadaan sangat darurat, dan dalam keadaan panik. Selain itu, kita juga harus berfikir keluar dari zona nyaman, berfikir panjang, dan membedakan alasan dengan argument. Alasan berdasar pada bukti, fakta, dan penjelasan. Sedangkan argument berdasar pada sebab, dan akibat. Pada pertemuan ini juga belajar bahwa alasan dan pertanyaan kritis bisa berasal dari Socrates’ Critical Inquiry yairu: Question of Clarification, Question of Assumptions,

Question of Reasons & Evidence, Question of Viewpoints & Perspectives, Question of
Implications & Consequence. Melalui pertanyaan yang kritis kita bisa menemukan jawaban atau kupasan dari peristiwa tertentu dan dapat mengetahui jalan keluar atau solusi yang tepat dari

Hal yang menarik dan penting bagi mahasiswa dan alasannya:

Mahasiswa belajar berfikir kritis dalam keadaan yang genting yang harus memutuskan
pilihan dalam waktu yang cepat. Mahasiswa juga diminta untuk memikirkan setiap kemungkinan dan alternative pilihan yang tepat, serta belajar membuat pertanyaan yang kritis atau memojokan satu pihak tertentu agar suatu hal dapat terungkap. Sebagai mahasiswa baru, berfikir kritis merupakan hal yang tidak mudah karena harus memikirkan semua kemungkinan yang mungkin terjadi dan menunjang dalam suatu peristiwa, baik factor intern maupun ekstern.

Pertemuann III

Pertemuan Ketiga – Critical & Creative Thinking

 Hal penting yang diulas dalam pertemuan kedua:
Pada pertemuan kedua tanggal 14 September 2015, membahas tentang apa itu berfikir kritis melalui sebuah video. Dalam berfikir kritis dibutuhkan: Kehati-hatian dan berfikir luas atau menyeluruh, menggunakan alasan atau logika, penilaian tentang apa yang kita yakini, serta mengaplikasikan ke permasalah yang terjadi pada dunia nyata. Pertemuan ini juga mengajarkan bagaimana kita membedakan kalimat yang berupa pernyataan dan yang bukan pernyataan, serta membuat kalimat logika dengan format sebab-akibat. Ada 3 jenis pernyataan, yaitu analistik, factual / empiris, dan evaluative / preskiptif.
Hal yang menarik dan penting bagi mahasiswa dan alasannya:

Mahasiswa belajar membedakan kalimat pernyataan dan yang bukan Selain itu mahasiswa  juga harus aktif karena dalam berfikir kritis yang diperlukan adalah keaktifan, tanpa aktif mahasiswa tidak terpancing untuk berfikir kritis. Cara membedakan jenis-jenis pernyataan juga didapatkan pada pertemuan ini. Dalam berfikir kritis kita diajarkan untuk tidak hanya berargumen tetapi juga mampu mengaplikasikan pikiran kita dalam kehidupan sehari-hari. Belajar untuk mempertahankan argument kita apabila kita merasa argument yang kita sampaikan adalah benar dan tidak merugikan banyak orang.
Berpikir Kritis

Pentingnya belajar dan menerapkan berfikir kritis dan kreatif :
 Berfikir kritis dan kreatif mengajarkan kita untuk melihat sesuatu dalam segala sisi, tidak hanya dari satu sudut pandang. Kita juga belajar mencari alternative yang dapat kita gunakan dalam menyelesaikan suatu masalah. Alternative atau argumen yang kita pikirkan  harus bisa dipertangguung jawabkan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Berfikir kritis berarti memikirkan semua pihak dan kemungkinan yang terjadi dalam suatu kejadian. Kita menjadi bisa berfikir keluar dari zona nyaman. Kita dapat menganalisa suatu masalah, dan menemukan titik permasalahannya serta berusaha menyelesaikan masalah tersebut.

Relevansi antara kemampuan berfikir kritis & kreatif dengan profesi dalam Ilmu Komunikasi seperti Jurnalism dan PR
 Berfikir kritis dibutuhkan dalam segala jenis bidang pekerjaan. Misalnya dalam dunia jurnalistik. Seorang jurnalis harus mampu berfikir kritis tentang apa yang akan diberitakan. Ia harus berfikir panjang mengenai apa yang pembaca atau pendengar akan pikirkan. Jurnalis harus mampu mengkriitisi suatu peristiwa dalam pandangan yang berbeda, agar apa yang disajikan dapat menambah dan membuka wawasan penikmat berita tersebut.

Begitu juga dengan PR. Seorang public relation, harus mampu mempengaruhi clientnya , melalui pikiran tertentu yang diyakini kebenarannya. PR harus mampu mempertahankan argumennya, dan mampu berfikir agar eventnya menarik.

Pertemuan IV

Pertemuan Keempat – Critical & Creative Thinking

Hal penting yang diulas dalam pertemuan kedua:

Pada pertemuan kedua tanggal 21 September 2015, membahas tentang pengertian

pernytaan analitik, factual, dan evaluaatif. Serta memberikan contoh dari setiap pernyatan

Hal yang menarik dan penting bagi mahasiswa dan alasannya:

Mahasiswa belajar untuk membedakan pernyataan yang bersifat analitik, factual maupun

evaluative. Mahasiswa juga dituntut dapat memberikan contoh, dan menentukan suatu kalimat

atau paragraf merupakan pernyataan apa.

Contoh pernyataan analitik, factual, dan evaluative. Beserta penjelasan

a. Secara keseluruhan, penelitian tidak menyarankan konsumsi makanan yang sudah jatuh                                              

walau hanya sebentar, mungkin saja seseorang tidak sakit setelah mengonsumsinya, 

namun pada satu waktu bisa saja orang tersebut mengalami sakit parah karena hal

tersebut. Tiap orang perlu menjaga kesehatan tangan, peralatan, dan permukaan tempat

sekitar makanan diolah agar terhindar dari keracunan ,makanan / penyakit lainnya yang

berkaitan dengan makanan – detik.com  Pernyataan Analitik

 Pernyataan Analitik adalah pernyatan yang memang sudah jelas kebenarannya, dan sudah

tertanam dipemikiran semua orang.

b. Sekitar 75 persen kematian terjadi di wilayah Asia. Korban polusi udara tertinggi yaitu

Tiongkok dengan sekitar 1,4 juta kematian pertahunnya. Kemudia di India sekitar

645.000 jiwa, Pakistan dengan 110.000 jiwa, dan sekitar 55.000 orang setiap tahin di

Amerika Serikat. – kompas.com  Pernyataan Faktual

 Pernyataan Faktual adalah pernyataan yang untuk diketahui keb enarannya harus dapat

dibuktikan dengan indera atau membutuhkan analisis dan penelitian terlebih dahulu.

c. Industri kreatif dan mode di Indonesia kini tumbuh dengan pesat. Perkembangannya pun

begitu menggembirakan. Oleh sebab itu, salah satu pusat perbelanjaan terkemuka di

Jakarta berupaya mendukung perkembangan ini dengan menghadirkan ajang dimana para

perancang busana lokal dapat memperkenalkan dan menghadirkan koleksinya kepada

masyarakat luas.

 Pernyataan Evaluatif adalah pernyataan yang berasal dari opini / pendapat orang lain.
Pertemuan V

Pertemuan Kelima – Critical & Creative Thinking

Hal penting yang diulas dalam pertemuan kedua:

Pada pertemuan kedua tanggal 28 September 2015, pertemuan ini membahas tenang suatu masalah yang harus dianalisis menurut langkah-langkah dalam berpikir kritis. Langkah
tersebut adalah mengenali masalah, menemukan cara-cara untuk menangi masalah tersebut,
mengumpulkan dan menyusun informasi yang diperlukan, mengenali asumsi-asumsi,
menggunakan bahasa yang tepat, jelas dan khas, mengevaluasi data, fakta, dan opini,
mengcermati hubungan logis, dan menarik kesimpuan atau pendapat. Dari langkah-lagkah
tersebut, suatu isu atau berita dapat dikritisi dan diuji kebenarannya. Bertit tersebut termasuk
dalam berita yang bersifat fakta atau opini juga dapat dibuktikan melalui langkah tersebut. Maka,sebagai orang yang kritis, kita harus mampu menguasai langkah-langkah dalam berpikir kritis,sehingga menghasilkan suatu pemikiran yang cermat dan tepat.

Hal yang menarik dan penting bagi mahasiswa dan alasannya:

Mahasiswa belajar menganalisa suatu masalah melalui langkah-langkah berpikir kritis.
Dengan demikian mahasiswa dapat mulai membiasakan dirinya untuk menghadapi masalah
dengan langkah tersebut, sehingga dapat menyelesaikan masalah dengan tepat. Mahasiswa jugabelajar untuk membedakan berita fakta atau opini. Hal ang menarik adalah ketika ada suatumasalah, mahasiswa harus tahu isu, dan penyelesaian yang tepat dari masalah tersebut.

Pertemuan 6

Hal penting yang diulas dalam pertemuan kedua:

Pada pertemuan keenam tanggal 5 Oktober 2015, membahas tentang argumen. Argumen

berdasarkan formatnya dibagi menjadi dua, yaitu deduktif dan induktif. Argumen atau paragraf

deduktif adalah paragraf yang berawal dengan pernyataan umum, kemudian masuk ke

pernyataan yang khusus. Biasanya pernyataan ini bersifat mutlak. Sedangkan argumen atau

paragraf induktif adalah paragraf yang diawali dengan pernyataan khusus dan diikuti oleh

pernyataan umum di kalimat setelahnya. Pernyataan induktif masih memiliki kemungkinana lain,

atau tidak bersifat mutlak. Ada juga pernyataan non-argumen, yang biasanya berbentuk

informasi dan sebab akibat alamiah.

Kami juga belajar mengenai premis dan konklusi yang berpengaruh pada valid atau tidaknya

suatu pernyataan. Jika pernyataan mengandung kemungkinan lain, berarti pernyataan itu tidak

valid. Sebaliknya, jika suatu pernyataan tidak mengandung kemunginan lain, maka penyataan

tersebut adalah valid.

Hal yang menarik dan penting bagi mahasiswa dan alasannya:

Mahasiswa belajar membedakan bentuk deduktif dan induktif secara lebih spesifik.

Selain itu mahasiswa juga belajar menganalisa premis dan konklusi yang berkonteks sama

sehingga menghasikan suatu kalimat yang valid. Hal ini penting khususnya bagi mahasiswa

dalam mengerjakan suatu tugas essay, atau karya tulis lainnya. Dalam mengerjakan tugas

mahasiswa harus mampu membuat pernyataan-pernyataan yang sesuai dengan konteks

permasalahan tugas tersebut, sehigga menghasilkan solusi yang tepat dan valid. Mahasiswa juga

menyadari bahwa premis dan konklusi yang berhubungan tidak harus bernilai benar. Premis dan

konklusi yang tidak valid dapat semuanya benar, dan premis dan konklusi yang valid dapat

semuanya salah. Semua argumen yang valid tidak boleh didefiniskan premis dan konklusi benar,

sebaliknya argumen yang valid dengan premis yang salah, masih bisa memiliki konklusi yang


benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar