Prameswari S. Sasmita
0000 0008 464
0000 0008 464
Pertemuan
Pertama – Critical & Creative Thinking
Hal
penting yang diulas dalam pertemuan pertama:
Pada
pertemuan pertama tanggal 31 Agustus 2015, membahas tentang pola pembelajaran
melalui
tahap-tahap tertentu, yaitu Remembering, Understanding, Applying, Analyzing,
Evaluating, dan Creating. Pembelajaran pasti diawali dengan menghafal, tidak
cukup dengan itu lalu dilanjutkan dengan memahami apa yang dipelajari, dan
menerapkannya pada kehidupan sehari-hari. Setelah menerapkan muncullah
pertanyaan kritis tentang teori yang berkaitan, dan meminta pendapat dari orang
lain, setalah mendapat teori yang lebih baik mahasiswa mengevaluasi pembelajaran
itu sehingga lebih tepat. Lalu masuk ke tahap Creating, atau meciptakan produk
baru berdasarkan teori awal. Dari tahap tersebut mahasiswa belajar bahwa untuk
menciptakan sesuatu membutuhkan proses yang panjang dan tidak instan. Mahasiswa
juga belajar bahwa tidak ada ide yang murni, ide pasti dipengaruhi oleh
lingkungan atau inspirasi tertentu.Selain itu, kami juga belajar perbedaan
logis, kritis, dan kreatif. Logis adalah pemikiran yang sudah ada, dan diyakini
kebenarannya. Sedangkan kritis adalah mencoba berpikir ‘out of the box’ dengan
mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan pemikiran alternatif karena adanya
keraguan atau kemungkinan lain. Dengan kata lain tidak menerima mentah-mentah
teori yang diberikan. Pemikiran yang kritis memunculkan ide kretif yang
mewujudkan pemikiran tersebut.
Hal
yang menarik dan penting bagi mahasiswa dan alasannya:
Mahasiswa
mengetahui tahap pembelajaran yang benar, serta menyadari posisi dirinya ada
pada
tahap mana dan mulai belajar melangkah ke tahap selanjutnya. Mahasiswa menjadi
sadar bahwa dibutuhkan proses yang panjang, masukan dari orang lain, pertimbangan
teori dari tokoh lain, dan pemikiran elternatif dalam proses pembuatan sesuatu.
Creating yang didasari dengan ide kreatif, atau menciptakan hal baru yang belum
ada dengan pemikiran yang kritis. Mengetahui permasalahan yang ada, dan mencoba
memperbaiki dengan alternatif lain. Karena pemikiran kritis dan ide kreatif,
akan menambah pengetahuan dan ilmu yang dipelajari menjadi semakin luas.
Pertemuan
II
Pertemuan
Kedua – Critical & Creative Thinking
Hal
penting yang diulas dalam pertemuan kedua:
Pada
pertemuan kedua tanggal 7 September 2015, membahas tentang Critical Thinking
pada
keadaan genting dan harus melakukan sesuatu pada waktu yang singkat. Membahas
bahwa kita harus tetap kritis walau keadaan sangat darurat, dan dalam keadaan
panik. Selain itu, kita juga harus berfikir keluar dari zona nyaman, berfikir
panjang, dan membedakan alasan dengan argument. Alasan berdasar pada bukti,
fakta, dan penjelasan. Sedangkan argument berdasar pada sebab, dan akibat. Pada
pertemuan ini juga belajar bahwa alasan dan pertanyaan kritis bisa berasal dari
Socrates’ Critical Inquiry yairu: Question of Clarification, Question of
Assumptions,
Question
of Reasons & Evidence, Question of Viewpoints & Perspectives, Question
of
Implications
& Consequence. Melalui pertanyaan yang kritis kita bisa menemukan jawaban
atau kupasan dari peristiwa tertentu dan dapat mengetahui jalan keluar atau
solusi yang tepat dari
Hal
yang menarik dan penting bagi mahasiswa dan alasannya:
Mahasiswa
belajar berfikir kritis dalam keadaan yang genting yang harus memutuskan
pilihan
dalam waktu yang cepat. Mahasiswa juga diminta untuk memikirkan setiap
kemungkinan dan alternative pilihan yang tepat, serta belajar membuat pertanyaan
yang kritis atau memojokan satu pihak tertentu agar suatu hal dapat terungkap.
Sebagai mahasiswa baru, berfikir kritis merupakan hal yang tidak mudah karena
harus memikirkan semua kemungkinan yang mungkin terjadi dan menunjang dalam
suatu peristiwa, baik factor intern maupun ekstern.
Pertemuann
III
Pertemuan Ketiga –
Critical & Creative Thinking
Hal penting yang diulas dalam pertemuan
kedua:
Pada pertemuan kedua tanggal 14 September 2015, membahas tentang
apa itu berfikir kritis melalui sebuah video. Dalam berfikir kritis dibutuhkan:
Kehati-hatian dan berfikir luas atau menyeluruh, menggunakan alasan atau
logika, penilaian tentang apa yang kita yakini, serta mengaplikasikan ke
permasalah yang terjadi pada dunia nyata. Pertemuan ini juga mengajarkan
bagaimana kita membedakan kalimat yang berupa pernyataan dan yang bukan
pernyataan, serta membuat kalimat logika dengan format sebab-akibat. Ada 3
jenis pernyataan, yaitu analistik, factual / empiris, dan evaluative /
preskiptif.
Hal yang menarik dan penting bagi mahasiswa dan alasannya:
Mahasiswa belajar
membedakan kalimat pernyataan dan yang bukan Selain itu mahasiswa juga
harus aktif karena dalam berfikir kritis yang diperlukan adalah keaktifan,
tanpa aktif mahasiswa tidak terpancing untuk berfikir kritis. Cara membedakan
jenis-jenis pernyataan juga didapatkan pada pertemuan ini. Dalam berfikir
kritis kita diajarkan untuk tidak hanya berargumen tetapi juga mampu
mengaplikasikan pikiran kita dalam kehidupan sehari-hari. Belajar untuk
mempertahankan argument kita apabila kita merasa argument yang kita sampaikan
adalah benar dan tidak merugikan banyak orang.
Berpikir Kritis
Pentingnya belajar dan menerapkan berfikir kritis dan kreatif :
Berfikir kritis dan
kreatif mengajarkan kita untuk melihat sesuatu dalam segala sisi, tidak hanya
dari satu sudut pandang. Kita juga belajar mencari alternative yang dapat kita
gunakan dalam menyelesaikan suatu masalah. Alternative atau argumen yang kita pikirkan
harus bisa dipertangguung jawabkan dan diaplikasikan dalam kehidupan
sehari-hari. Berfikir kritis berarti memikirkan semua pihak dan kemungkinan
yang terjadi dalam suatu kejadian. Kita menjadi bisa berfikir keluar dari zona
nyaman. Kita dapat menganalisa suatu masalah, dan menemukan titik
permasalahannya serta berusaha menyelesaikan masalah tersebut.
Relevansi antara kemampuan berfikir kritis & kreatif dengan
profesi dalam Ilmu Komunikasi seperti Jurnalism dan PR
Berfikir kritis
dibutuhkan dalam segala jenis bidang pekerjaan. Misalnya dalam dunia
jurnalistik. Seorang jurnalis harus mampu berfikir kritis tentang apa yang akan
diberitakan. Ia harus berfikir panjang mengenai apa yang pembaca atau pendengar
akan pikirkan. Jurnalis harus mampu mengkriitisi suatu peristiwa dalam
pandangan yang berbeda, agar apa yang disajikan dapat menambah dan membuka
wawasan penikmat berita tersebut.
Begitu juga dengan PR. Seorang public relation, harus mampu
mempengaruhi clientnya , melalui pikiran tertentu yang diyakini kebenarannya.
PR harus mampu mempertahankan argumennya, dan mampu berfikir agar eventnya
menarik.
Pertemuan
IV
Pertemuan
Keempat – Critical & Creative Thinking
Hal
penting yang diulas dalam pertemuan kedua:
Pada
pertemuan kedua tanggal 21 September 2015, membahas tentang pengertian
pernytaan
analitik, factual, dan evaluaatif. Serta memberikan contoh dari setiap
pernyatan
Hal
yang menarik dan penting bagi mahasiswa dan alasannya:
Mahasiswa
belajar untuk membedakan pernyataan yang bersifat analitik, factual maupun
evaluative.
Mahasiswa juga dituntut dapat memberikan contoh, dan menentukan suatu kalimat
atau
paragraf merupakan pernyataan apa.
Contoh
pernyataan analitik, factual, dan evaluative. Beserta penjelasan
a.
Secara keseluruhan, penelitian tidak menyarankan konsumsi makanan yang sudah
jatuh
walau
hanya sebentar, mungkin saja seseorang tidak sakit setelah mengonsumsinya,
namun
pada satu waktu bisa saja orang tersebut mengalami sakit parah karena hal
tersebut.
Tiap orang perlu menjaga kesehatan tangan, peralatan, dan permukaan tempat
sekitar
makanan diolah agar terhindar dari keracunan ,makanan / penyakit lainnya yang
berkaitan
dengan makanan – detik.com Pernyataan Analitik
Pernyataan Analitik adalah pernyatan yang memang sudah jelas kebenarannya, dan
sudah
tertanam
dipemikiran semua orang.
b.
Sekitar 75 persen kematian terjadi di wilayah Asia. Korban polusi udara
tertinggi yaitu
Tiongkok
dengan sekitar 1,4 juta kematian pertahunnya. Kemudia di India sekitar
645.000
jiwa, Pakistan dengan 110.000 jiwa, dan sekitar 55.000 orang setiap tahin di
Amerika
Serikat. – kompas.com Pernyataan Faktual
Pernyataan Faktual adalah pernyataan yang untuk diketahui keb enarannya harus
dapat
dibuktikan
dengan indera atau membutuhkan analisis dan penelitian terlebih dahulu.
c.
Industri kreatif dan mode di Indonesia kini tumbuh dengan pesat.
Perkembangannya pun
begitu
menggembirakan. Oleh sebab itu, salah satu pusat perbelanjaan terkemuka di
Jakarta
berupaya mendukung perkembangan ini dengan menghadirkan ajang dimana para
perancang
busana lokal dapat memperkenalkan dan menghadirkan koleksinya kepada
masyarakat
luas.
Pernyataan Evaluatif adalah pernyataan yang berasal dari opini / pendapat orang
lain.
Pertemuan
V
Pertemuan
Kelima – Critical & Creative Thinking
Hal penting yang diulas dalam
pertemuan kedua:
Pada pertemuan kedua tanggal 28
September 2015, pertemuan ini membahas tenang suatu masalah yang harus
dianalisis menurut langkah-langkah dalam berpikir kritis. Langkah
tersebut
adalah mengenali masalah, menemukan cara-cara untuk menangi masalah tersebut,
mengumpulkan dan menyusun informasi
yang diperlukan, mengenali asumsi-asumsi,
menggunakan bahasa yang tepat,
jelas dan khas, mengevaluasi data, fakta, dan opini,
mengcermati hubungan logis, dan
menarik kesimpuan atau pendapat. Dari langkah-lagkah
tersebut, suatu isu atau berita
dapat dikritisi dan diuji kebenarannya. Bertit tersebut termasuk
dalam berita yang bersifat fakta
atau opini juga dapat dibuktikan melalui langkah tersebut. Maka,sebagai orang
yang kritis, kita harus mampu menguasai langkah-langkah dalam berpikir kritis,sehingga
menghasilkan suatu pemikiran yang cermat dan tepat.
Hal yang
menarik dan penting bagi mahasiswa dan alasannya:
Mahasiswa belajar menganalisa suatu
masalah melalui langkah-langkah berpikir kritis.
Dengan demikian
mahasiswa dapat mulai membiasakan dirinya untuk menghadapi masalah
dengan
langkah tersebut, sehingga dapat menyelesaikan masalah dengan tepat. Mahasiswa
jugabelajar untuk membedakan berita fakta atau opini. Hal ang menarik adalah
ketika ada suatumasalah, mahasiswa harus tahu isu, dan penyelesaian yang tepat
dari masalah tersebut.
Pertemuan
6
Hal
penting yang diulas dalam pertemuan kedua:
Pada
pertemuan keenam tanggal 5 Oktober 2015, membahas tentang argumen. Argumen
berdasarkan
formatnya dibagi menjadi dua, yaitu deduktif dan induktif. Argumen atau
paragraf
deduktif
adalah paragraf yang berawal dengan pernyataan umum, kemudian masuk ke
pernyataan
yang khusus. Biasanya pernyataan ini bersifat mutlak. Sedangkan argumen atau
paragraf
induktif adalah paragraf yang diawali dengan pernyataan khusus dan diikuti oleh
pernyataan
umum di kalimat setelahnya. Pernyataan induktif masih memiliki kemungkinana
lain,
atau
tidak bersifat mutlak. Ada juga pernyataan non-argumen, yang biasanya berbentuk
informasi
dan sebab akibat alamiah.
Kami
juga belajar mengenai premis dan konklusi yang berpengaruh pada valid atau
tidaknya
suatu
pernyataan. Jika pernyataan mengandung kemungkinan lain, berarti pernyataan itu
tidak
valid.
Sebaliknya, jika suatu pernyataan tidak mengandung kemunginan lain, maka
penyataan
tersebut
adalah valid.
Hal
yang menarik dan penting bagi mahasiswa dan alasannya:
Mahasiswa
belajar membedakan bentuk deduktif dan induktif secara lebih spesifik.
Selain
itu mahasiswa juga belajar menganalisa premis dan konklusi yang berkonteks sama
sehingga
menghasikan suatu kalimat yang valid. Hal ini penting khususnya bagi mahasiswa
dalam
mengerjakan suatu tugas essay, atau karya tulis lainnya. Dalam mengerjakan
tugas
mahasiswa
harus mampu membuat pernyataan-pernyataan yang sesuai dengan konteks
permasalahan
tugas tersebut, sehigga menghasilkan solusi yang tepat dan valid. Mahasiswa
juga
menyadari
bahwa premis dan konklusi yang berhubungan tidak harus bernilai benar. Premis
dan
konklusi
yang tidak valid dapat semuanya benar, dan premis dan konklusi yang valid dapat
semuanya
salah. Semua argumen yang valid tidak boleh didefiniskan premis dan konklusi
benar,
sebaliknya
argumen yang valid dengan premis yang salah, masih bisa memiliki konklusi yang
benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar