CRITICAL & CREATIVE THINKING
Pertemuan I
Critical & creative thinking adalah proses berpikir seseorang dalam mengklasifikasi suatu permasalahan yang di jelaskan melalui taksonomi bloom dan konsep dasar berpikir kritis dan kreatif.
merupakan tahap mengingat atau memanggil kembali pengetahuan atau memori. Sebagai contoh seorang siswa SMA mengingat kembali apa yang telah di pelajarinya melalui kuis yang di berikan gurunya.
· UNDERSTANDING
Tahap dimana kita dapat mengemukakan kembali permasalahan menurut kata-kata kita dan mengambil suatu kesimpulan
· APPLYING
Tahap penggunan suatu cara untuk memecahkan masalah
· ANALYZING
Menganalisa suatu permasalahan dengan menghubungkan permasalahan satu dengan yang lain , asumsi yang ada dan alasan-alasan yang logis.
· EVALUATING
Menggunakan informasi yang ada untuk membuat keputusan yang mendukung pandangan kita, dalam tahap ini dibutuhkan pemikiran yang kritis untuk mendapatkan suatu kebenaran
· CREATING
Tahap akhir ini merupakan tahap dimana terbentuk suatu struktur dan rencana yang baru dengan menggabungkan semua konsep, pemikiran dan pemahaman sehingga menjadi suatu kesimpulan yang baru yang mudah dipahami.
Berpikir kritis adalah cara berpikir dengan menggunkan tahap perbandingan masalah, mengumpulkan fakta yang berhubungan sehingga akan menghasil kan suatu kesimpulan yang dapat memecahkan masalah tersebut.
Berpikir kreatif adalah cara berpikir dengan berani keluar dari zona permasalahan dan berani memliki cara pandang yang berbeda dari orang lain, mecari suatu pemikiran baru
Berpikir logis berbeda dengan berpikir kritis, berpikir logis menggunanakan akal dan logika, hanya mengespresikan pemikiran kita, tetapi berpikir kritis mengabungkan semua informasi ataupun gagasan yang ada sehingga dapat menarik kesimpulan untuk memecahkan masalah itu .
Sebagai mahasiswa kita harus dapat berpikir secara kreatif dan kritis dalam menghadapi suatu permasalahan yang kita hadapi. Berpikir kristis untuk menganalisa permasalahan, menggabungkan informasi yang didapatkan dan berpikir kreatif dalam mencari solusi untuk keluar dari permasalahan.
Sebagai mahasiswa kita harus dapat berpikir secara kreatif dan kritis dalam menghadapi suatu permasalahan yang kita hadapi. Berpikir kristis untuk menganalisa permasalahan, menggabungkan informasi yang didapatkan dan berpikir kreatif dalam mencari solusi untuk keluar dari permasalahan.
Pertemuan II
Hal yang didapatkan dalam pertemuan kedua adalah sikap berpikir kritis Socrates dan sifat seseorang yang memiliki sifat kritis
Sikap berpikir Socrates :
1. Klarifikasi
Penjelasan dan kepastian lebih jauh tentang suatu hal, kebenaran atau keaslian hal tersebut.
2. Asumsi
Banyaknya pendapat dasar yang dikemukakan menjadi pertimbangan dalam pemikiran
3. Alasan dan bukti
Alasan dan bukti relevan dengan hal yang kita pikirkan, meyakinkan bukti yang ada.
4. Prespektif dan sudut pandang
Berpikir dari berbagai sisi, berpikir secara luas, mencari jalan keluar
5. Implikasi dan Konsekuensi
Memikirkan akibat yang terjadi
Sifat Kritis
1. Objektif : Tidak memihak kepada apapun, seseorang harus berpikir luas bukan tertuju pada suatu hal.
2.Skeptis : Tidak mudah percaya terhadap suatu hal, mencari kebenaran suatu informasi
3. Tidak realistis: seseoran harus berpikir kritis buka realistis atau sesuai kenyataan yang ada, tetapi orang berpikir kritis harus berani menghadapi konsekuansi yang ada.
Sebagai mahasiswa kita harus memiliki sifat – sifat berpikir kritis, dimana kita harus berpikir luas terhadap suatu hal, tidak memihak atau membentuk suatu hal yang eksklusif. Jangan terlalu mudah untuk mencerna suatu informasi yang didapat tanpa tau benar atau salahnya hal tersebut. Mahasiswa harus berpikir terbuka, kritis, jangan hanya bergantung kepada hal apa yang terjadi tetapi kita harus memikirkan hal-hal kedepannya.
TUGAS 1. ANALISA BERITA
Pertemuan III
Hal yang saya dapat pelajari dari pertemuan ketiga adalah berpikir kritis berbeda dengan mengkritisi. Dengan berpikir kritis kita menklaim argumen-argumen yang relevan dengan permasalahan bukan hanya mengkritik permasalahan, mengambil keputusan tanpa berpikir terlebih dahulu. Berpikir kritis membutuhkan membutuhkan :
a. Perhatian, memandang suatu permasalahan dengan bijaksana. Jangan mudah menerima atau menolak argumen. Kita harus melihat secara keseluruhan.
Berpikir kritis menentukan kita untuk setuju atau tidak, membebaskan kita untuk memilih yang harus disertakan alasan mengapa kita memilih keputusan tersebut. Berpikir kritis juga merupakan latihan untuk memecahkan suatu masalah
b. Penggunaan alasan yang logis. Berpikir kritis adalah suatu proses aktif, melibatkan pikiran, emosi, intuisi dan lainnya dalam berpikir dan melakukan tindakan.
c. Mempertimbangkan keyakinan. Berpikir kritis berhubungan dengan hal-hal yang dapat diterima, hal yang dapat kita baca, dengar ataupun lihat.
d. Penerapan permasalahan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Berpikir kritis mendorong kita untuk melakukan sebuah tindakan nyata .
Pernyataan Analitik : Pernytaan analisa, dilihat dari makna kata itu sendiri
Pernyataan faktual / empiris / nyata : Pernyataan yang memang seperti itu adanya, tidak cukup diasumsikan secara analitik, perlu pengecekan secara langsung, dilihat dari indra.
Pernyataan evaluatif : penyataan yang belum tentu benar, berdasarkan pendapat / sudut pandang orang lain
Pernyataan faktual / empiris / nyata : Pernyataan yang memang seperti itu adanya, tidak cukup diasumsikan secara analitik, perlu pengecekan secara langsung, dilihat dari indra.
Pernyataan evaluatif : penyataan yang belum tentu benar, berdasarkan pendapat / sudut pandang orang lain
Sebagai mahasiswa kita harus menyadari poin-poin yang ada dalam berpikir kritis, agar kita benar-benar dapat melakukan aksi dan memberi dampak di dalam kehidupan kita dan dunia kerja nanti. Kita harus sadar tujuan dan nilai dari berpikir kritis.
Pertemuan VI
Hal yang saya dapat pelajari dari pertemuan ke enam ini adalah argumen.
Argumen bukanlah kontradiksi, tetapi merupakan bukti dan alasan yang kuat untuk mendukung kesimpulan. Kesimpulan adalah bukti yang diclaim untuk mendukung pernyataan.
Argumen terbentuk karena adanya premis (pernyataan alasan atau bukti) dan konklusi.
Argumen terdapat dua jenis, argumen induktif (sebab-akibat) yang merupakan analogi atau generalisasi dan deduktif (silogisme) bersifat valid atau tidak valid.
· Jika premis dan konklusi tidak valid, argumen dapat semua benar.
· Semua argumen valid, tidak boleh didefinisi memliki premis dan konklusi yang benar.
· Premis dan konklusi dari argumen valid, dapat semuanya salah,
· Argumen valid dan premis salah, dapat memiliki kesimpulan yang benar.
Mahasiswa dapat membedakan argumen dan non argumen yang hanya berupa informasi dan jika-maka dan dapat mengetahui kevalidan maupun ketidak validan suatu kesimpulan.
Pertemuan IV
Hal yang saya dapat pelajari dari pertemuan keempat ini adalah :
Perbedaan antara sifat egois dan sifat selfish
Egois ada positif ( demi kebaikan diri)
negatif (merugikan orang lain)
Egois diperlukan dalam proses pengembangan diri.
Selfish sifatnya negatif, mementingkan diri tanpa melihat keadaan sekitar.
Berpikir kritis merupakan suatu sikap. Jika kita melatih sikap tersebut maka sikap berpikir kritis kita akan menjadi suatu kebiasaan kita dalam mengambil suatu keputusan.
Sebagai mahasiswa kita butuh yang namanya egois dalam artian secara positif, dimana jika kita mengarahkan sikap egois itu secara benar sikap yang dipandang negatif tersebut dapat beguna bagi kebaikan diri kita dan memang sikap egois tersebut sangatlah penting untuk proses pengembangan diri kita. Sikap tersebut mengarahkan kita ke sikap yang lebih baik untuk diri sendiri.
Jangan kita membiasakan diri kita untuk menjadi pribadi yang selfish, pribadi yang hanya berpusat pada diri sendiri tetapi tidak memperhatikan keadaan sekitar kita.
Pertemuan V
Hal yang saya dapat pelajari dari pertemuan kelima ini adalah langkah-langkah berpikir kritis :
1. Kita harus mengenali masalah yang ada, jangan langsung mengambil kesimpulan dengan cepat, kalau perlu kita melakukan analisa terhadap permasalahan tersebut.
2. Mencari cara-cara kreatif dalam memecahkan permasalahan tersebut
3. Mengumpulkan bukti-bukti yang relevan yang dapat mendukung dan membantu memecahkan masalah.
4. Menganalisa asumsi atau pendapat orang tentang masalah tersebut, menganalisa kebenaran dan kejelasannya.
5. Menggunakan bahasa yang jelas dalam penjelasan, tidak menimbilkan banyak makna.
6. Meninjau kembali fakta, bukti dan pendapat yang relevan
7. Mencari hubungan yang logis antara pernyataan dengan permasalahan
8. Menarik kesimpulan permasalahan.
Langkah ini sangat penting diketahui oleh mahasiswa dalam berpikir kritis agar mahasiswa dapat melihat suatu permasalahan dengan kritis dan tidak mengambil kesimpulan yang salah.
Langkah ini sangat penting diketahui oleh mahasiswa dalam berpikir kritis agar mahasiswa dapat melihat suatu permasalahan dengan kritis dan tidak mengambil kesimpulan yang salah.
Pertemuan VI
Hal yang saya dapat pelajari dari pertemuan ke enam ini adalah argumen.
Argumen bukanlah kontradiksi, tetapi merupakan bukti dan alasan yang kuat untuk mendukung kesimpulan. Kesimpulan adalah bukti yang diclaim untuk mendukung pernyataan.
Argumen terbentuk karena adanya premis (pernyataan alasan atau bukti) dan konklusi.
Argumen terdapat dua jenis, argumen induktif (sebab-akibat) yang merupakan analogi atau generalisasi dan deduktif (silogisme) bersifat valid atau tidak valid.
· Jika premis dan konklusi tidak valid, argumen dapat semua benar.
· Semua argumen valid, tidak boleh didefinisi memliki premis dan konklusi yang benar.
· Premis dan konklusi dari argumen valid, dapat semuanya salah,
· Argumen valid dan premis salah, dapat memiliki kesimpulan yang benar.
Mahasiswa dapat membedakan argumen dan non argumen yang hanya berupa informasi dan jika-maka
TUGAS 1. ANALISA BERITA
Cegah Balapan Liar di Tangerang, Bengkel Diimbau Tak Modif Motor Pembalap
Jakarta - Balapan liar di wilayah Polsek Pagedangan, Kabupaten Tangerang menjadi salah satu perhatian polisi. Selain menimbulkan keresahan warga, aksi balapan liar di Pagedangan, Kabupaten Tangerang juga dikhawatirkan berimplikasi terhadap keamanan. Hampir setiap malam Minggu hingga dini hari, ABG tanggung dan pemuda-pemuda di situ melakukan aksi balap liar, seperti di lampu merah perempatan Froogy, Pagedangan.
"Kami mengimbau kepada pemilik bengkel untuk tidak memfasilitasi kegiatan balap liar, seperti memodifikasi motor-motor yang digunakan anak-anak muda untuk balapan liar," kata Kapolsek Pagedangan AKP Endang Sukma Wijaya kepada detikcom, Sabtu (12/9/2015).
Berita tersebut bersifat menjelaskan suatu permasalahan. Adanya sebab akibat yang terjadi dalam berita tersebut. Karena banyak balapan liar yang terjadi, polisi mengimbau bengkel-bengkel. Adanya penjelasan tambahan dan diakhiri dengan informasi lain yang bukan bersifat informasi utama.
TUGAS 2. CREATIVE & CRITICAL THINKING BAGI MAHASISWA
TUGAS 2. CREATIVE & CRITICAL THINKING BAGI MAHASISWA
A. Hal yang sangat penting bagi mahasiswa ilmu komunikasi dalam mempelajari cara berpikir kritis dan kreatif untuk memandu pemikiran dan tindakan seorang mahasiswa ilmu komunikasi. Menjadi seorang pengambil keputusan, pemecah masalah dan mencari jalan keluar dari suatu permasalahan dengan ide-ide yang dimiliki.
Menjadi mahasiswa yang dapat mempertanggung jawabkan keputusannya, berpikir kritis sangat di butuhkan di era informasi dan teknologi ini, seorang mahasiswa ilmu komunikasi harus mampu menganalisis informasi yang didapatkan secara logis, yang terpenting menerapkan pola berpikir kritis dan kreatif di dalam kehidupan sehari-harinya, dimana semua itu akan menjamin karir seorang mahasiswa ilmu komunikasi kedepannya.
B. Public relation maupun jurnalis harus memiliki pemikiran yang kritis dan kreatif.
Seorang public relation merupakan seseorang creator yang diharapkan memiliki kreativitas dalam menciptakan suatu pemikiran, dan problem solver yang kritis dalam mengambil keputusan dalam mengatasi permasalahan dalam perusahaan.
Seorang jurnalis mencari, menganalisa, dan mengolah sebuah informasi yang akan di siarkan dalam bentuk berita. Didalam memperoleh berita ia tidak boleh hanya menerima dan menyiarkan informasi yang ia dapat begitu saja. Ia harus mengetahui kebenaran berita tersebut dan berita yang disajikan membutuhkan kreatifitas dalam penyajiannya sehingga menarik perhatian publik
TUGAS 3. PERNYATAAN DAN PENDAPAT PRIBADI
1. BERITA
A. Pernyataan Evaluatif : Dikta Yovie and The Nuno dikenal sebagai salah satu selebriti yang memiliki banyak kegiatan.
B. Pernyataan Analitik : Salah satu cara untuk menjaga tubuh tetap bugar adalah mengonsumsi makanan sehat, tinggi serat & kaya vitamin serta mineral.
C. Pernyataan Faktual : Perusahaan informasi internasional, NPD Group, tren selfie memberikan efek pada pasar kecantikan yang penjualannya meningkat 15% dari tahun lalu. Penjualan tahun ini mencapai 390 juta poundsterling atau sekitar Rp 8,6 triliun.
II. MENURUT PRIBADI
· Pernyataan Analitik merupakan pernyataan yang dapat kita simpulkan makna penyataan tersebut dengan hanya melihat struktur katanya saja, tanpa harus kita menguji terlebih dahulu pernyataan tersebut.
· Pernyataan Faktual / Empiris / Nyata adalah pernyataan berdasarkan indra, kebenaran makna yang didapat harus sesuai dengan kebenaran yang dapat dicerna oleh indra kita, makna yang di peroleh harus sesuai dengan penelitian atau pengujian secara langsung pernyataan tersebut, tidak bisa hanya disimpulkan dengan kata.
· Pernyataan Evaluatif merupakan pernyataan yang diungkapkan seseorang berdasarkan pendapat atau sudut pandang suatu pihak, belum tentu makna tersebut benar adanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar