Glorya Adella Setiawan
00000008451
Pertanyaan Refleksi
Pertemuan III
1.
Apakah hal-hal penting
(konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuan ini?
·
Berpikir kritis dan
kreatif itu sesuai dengan logika, bukan sekedar common sense, dimana ada
hukum-hukum atau tata cara batas pemikiran tersendiri. Dalam penerapannya kita
harus mampu untuk berpikir secara kategori. Bukan sekedar believes atau
kepercayaan saja.
2.
Apakah hal-hal yang
menarik dan penting bagi Anda sebagai mahasiswa dan mengapa?
“Cogito ergo sum – I think,
therefore I am; saya berpikir maka saya
ada”
·
Menurut saya yang
paling menarik adalah pernyataan tersebut oleh Réne Descartes. Karena kita
berpikir, kita ada. Yang kedua adalah bagaimana kita dapat membedakan hal yang
LOGIS dengan MASUK AKAL. Ini penting karena memang kenyataannya kita sebagai
mahasiswa ilmu komunikasi khususnya calon Proffesional atau
Entrepreneur dituntut untuk berpikir logis, bukan HANYA masuk akal saja,
tetapi kritis sekaligus kreatif dan juga logis.
Pertemuan IV
1.Apakah hal-hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuan ini?
· Dalam berpikir kritis, tentunya terdapat berbagai macam hambatan. Salah satu contohnya adalah mental block. Mental block dapat tumbuh dengan berpikir negatif.
· Egois berkebalikan dengan Selfish. Egois lebih kepada dampak untuk pribadi bukan hanya secara negatif, tetapi juga secara positif. Sementara selfish hanya untuk hal negatif saja.
2. Apakah hal-hal yang menarik dan penting bagi Anda sebagai mahasiswa dan mengapa?
·
Tentang Egois Versus Selfish.
Tidak apa-apa untuk terkadang kita menjadi orang yang egois demi kebaikan diri
sendiri. Karena kita sebagai manusia bukan hanya sebagai makhluk sosial saja, tetapi
kita juga memiliki peran sebagai makhluk individu. Selagi alasan tersebut baik dan
memang nyata bermanfaat untuk kebaikan diri, mengapa tidak?
Pertemuan V
1.
Apakah hal-hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam
pertemuan ini?
·
Fakta dan Opini keduanya mempunyai peran penting dan nyata masing-masing
untuk suatu argumen. Dalam berargumen kita harus mengetahui perbedaan antara
fakta dan opini. Bukan berarti karena pernyataan tersebut merupakan opini maka
dianggap tidak penting. Terkadang opinilah yang mendukung suatu argumen
seseorang.
2.
Apakah hal-hal yang menarik dan penting bagi Anda sebagai mahasiswa dan
mengapa?
·
Tentang bagaimana cara menyimpulkan permasalahan dan kesimpulan dari suatu
kasus.Karena dengan dapat berpikir langsung ke permasalahan dalam dunia real nantinya
kita pasti dimudahkan untuk memecahkan suatu problema. Lalu dengan melatih diri
kita untuk berpikir sigap, kita juga sekaligus dilatih untuk mengkritisi kasus
yang ada.
Pertemuan
VI
1. Apakah
hal-hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuan ini?
·
Dalam argumen ada dua hal penting yang dapat
dipisahkan secara konkret, yaitu premis dan kesimpulan. Premis dan kesimpulan
dalam suatu argumen ini dapat disusun secara Induktif maupun Deduktif. Argumen
yang ada juga dibedakan kembali menjadi argumen yang valid dan tidak valid.
Argumen yang valid adalah argumen dimana premis-premis yang ada mendukung
kesimpulan yang ada. Argumen yang tidak valid adalah argument dimana
premis-premis yang ada tidak berkesinambungan dengan kesimpulan yang ada.
2. Apakah
hal-hal yang menarik dan penting bagi Anda sebagai mahasiswa dan mengapa?
·
Menurut saya yang menarik adalah sifat argumen
itu sendiri. Dalam berpikir kritis dan kreatif, tentunya kita harus mampu
mengutarakan terutama membedakan berbagai argumen yang nantinya akan bermanfaat
bagi masa depan kita dalam dunia usaha. Membedakan disini dalam arti, apakah
argumen yang dikemukakan benar, valid, dan sesuai ataukah tidak valid dan tidak
sesuai dengan kasus terkait. Bagaimana premis-premis yang ada mampu mendukung
kesimpulan suatu argumen.
Berpikir Kritis
1.
Apa urgensinya bagi
mahasiswa ilmu komunikasi untuk belajar berpikir kritis dan kreatif?
·
Karena ilmu komunikasi
dalam praktiknya akan selalu kita laksanakan secara spontanitas. Bagi seorang
mahasiswa ilmu komunikasi khususnya, dimasa kedepannya nanti pembelajaran
berpikir kritis sekaligus kreatif akan berguna sebagai bekal di dunia kerja. Pada
saat berhadapan langsung dengan klien atau customer tentunya akan dibutuhkan
sikap kritis dalam merespon apa yang dikomunikasikan oleh klien. Begitu pula
dengan sikap kreatif, akan sangat diperlukan pada saat menghadapi masalah
persaingan dengan kompetitor lain.
2.
Apa relevansinya
antara kemampuan berpikir kritis dan kreatif dengan profesi dalam ilmu
komunikasi seperti Journalist atau Public Relation?
·
Seorang Journalist atau
Public Relations yang baik tentunya dalam kehidupan kerjanya akan
dipertemukan dengan berbagai masalah real. Untuk menyelesaikan berbagai
masalah yang timbul, kita didorong untuk berpikir kritis dan kreatif; out of
the box, keluar dari zona nyaman, dan orisinil. Maka itu kemampuan berpikir
kritis dan kreatif dengan profesi seperti Journalist atau Public
Relations berhubungan penting dalam menghadapi problema dunia pekerjaan
seperti menghadapi risiko, dan mengatasi masalah.
Tugas Berita
A. Mencari Berita berkait pernyataan faktual, evaluatif, dan analitik. Semua paragraf dari berita dibawah ini diambil dari Majalah Media Indonesia
Senin, 21 September 2015.
1. Pernyataan faktual (emphiris)
- Presiden Suriah Bashar al-Assad didesak mundur oleh Menteri Luar Negeri (Menlu)
Amerika Serikat (AS) John Kerry. Assad dinilai tidak mampu menyelesaikan peran saudara.
Bersama Rusia, AS pun mendukung perlawanan terhadap Islamic State (IS) di wilayah Suriah.
2. Pernyataan evaluatif (preskriptif)
- Pembekalan kompetensi bagi mahasiswa amat dibutuhkan agar mereka siap bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya sesuai lulus kuliah dalam berburu pekerjaan atau menjadi wiraswasta.
3. Pernyataan analitik
- Warga Bidaracina yang terdampak proyek sudetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) yang tidak memiliki sertifikat tidak akan mendapat ganti rugi. Mereka hanya mendapatkan jatah rumah susun sewa (rusunawa).
B. Pengertian kembali pernyataan faktual, evaluatif, dan analitik
1. Pernyataan faktual (emphiris)
Pernyataan yang dimana pernyataan tersebut harus atau bisa dibuktikan melalui pembuktian
asli, baik dengan cara mencari informasi atau bukti konkret, melalui melihat, mendengar, bahkan merasakan yang nyata atau sebenarnya.
2. Pernyataan evaluatif
Pernyataan yang berdasarkan evaluasi masing-masing, bersifat bisa benar-bisa salah, berdasarkan opini masing-masing pribadi.
3. Pernyataan analitik
Pernyataan yang dapat muncul hanya melalui analisa sendiri. Dari kalimat tersebut terdapat makna yang memang sebenarnya. Biasanya berupa pernyataan umum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar