Usis Gita Devianti
00000008441
Ilmu Komunikasi
Pertemuan I
1. Hal-hal penting yang diulas dalam pertemuan pertama
belajar critical creative
thinking adalah awalnya si pak Dosen ini mengajak dan
mengajarkan kita untuk
berfikir kreatif dan kritis dengan terampil untuk
mempersiapkan kita ketahap
selanjutnya. Cara berfikir kritis adalah keluar dari
zona amannya kita, banyak tanya,
dan mengamati sesuatu. Pola berfikir tersebut membentuk
kepribadian seseorang.
Pak Dosen juga memberi 6 konsep level untuk berpikir
kreatif dan kritis :
1. Remembering (mengingat pengetahuan yang kita tahu)
2 Understanding
(Mengerti apa yang dikatakan) ;
3 Applying (
Menerapkan)
4 Analyzing (
Menganalisa atau meminta pendapat)
5 Evaluating
(Mengevaluasi atau kritis sama pengetahuan yang diketahui)
6 Creating (
Menciptakan atau mengolah sesuatu yang baru)
Orang yang berpikir secara logika adalah orang yang
disiplin dan lurus jalan pikirannya.
Penerapan konsep belajar critical thinking membuat
kita bisa lebih luas dan waktu
lebih banyak untuk belajar secara mandiri. Dan
mengajarkan kemampuan berargumen
yang sangat berkaitan dengan kemampuan berpikir
kritis.
2. Hal-hal yang menarik dan penting bagi saya pada
pertemuan belajar critical thinking
adalah : *ketika ada suatu kata-kata dan gambar yang
Pak Dosen kasih dan kita satu
persatu disuruh untuk menjelaskan apa maksudnya dari
gambar atau kata-kata
tersebut, jadi ada banyak yang berbeda-beda pendapat
satu sama lain.
*Lalu disuruh untuk mencoba membuat contoh dengan
menggunakan 6 konsep level
(remembering, understanding, applying, analyzing,
evaluating, creating) yang
beliau kasih.Konsep belajar tersebut bisa membuat kita
semua belajar dan melatih untuk selalu berpikir kreatif dan kritis untuk
kedepannya.
Pertemuan II
1. Yang diulas dalam pertemuan kedua ini adalah, konsep dalam pembelajaran
kemaren adalah dengan cara berdiskusi, dan dikasih
contoh berita dan
diajarkan bagaimana cara mengkritisi tindakan yang
benar yang ada pada
contoh berita tersebut yang dikasih.
Dalam mengkritisi hal tersebut, kita diberi 5W+1H
(what, where, when,
how, why,who) agar mempermudah memberi
pertanyaan-pertanyaan.
Socrates Critical Inquiry :
1. Question
for Clarification (co : mengklarifikasi masalah tersebut)
2. Question
about Assumption ( Asumsinya)
3. Question
about Reasons and Evidence (mencari alasan dan bukti-bukti yang kuat)
4. Question
about View Point and Perspective (sudut pandang yang porspektif tertentu)
5. Question
about Consequence (Konsekuensinya itu apa)
2. Hal yang menarik dalam pembelajaran kemarin adalah,
kita sebagai
mahasiswa dituntut untuk harus berpikir secara kritis.
Dan kita diajarkan
cara berpikir kritis dengan cara yang baik dan benar.
Kalau kita berpikir
kritis kita harus keluar dari zona amannya kita. Dan
bisa mengambil
keputusan dengan cara yang tepat.
Pertemuan III
1. Hal-hal penting dalam pertemuan ketiga ini
pemahaman yang saya dapat itu
adalah tentang opini dan fakta itu berbeda, mengapa ? karena opini
adalah
pendapat seseorang tentang pemikiran itu, dan fakta
adalah sesuatu hal yang
disampaikan dengan ada bukti yang nyata. Dan bisa
membedakan logika dan
logis. Logika adalah masuk akal dan logis adalah
memiliki hukum-hukum berpikir
sendiri, tidak boleh bertentangan satu sama lain.
Dan membahas tentang kalimat penyataan, pertanyaan,
argumen, masuk akal dan logis.
Pemikiran yang saya dapat tentang pembelajaran berpikir
kritis dan creative ini
adalah kita bisa memahami pemikiran kesalahan orang
lain dan kita sendiri.
Konsep yang didapatkan adalah ada pernyataan analiti,
evaluative, dan faktual
2. Hal-hal
menarik dalam pertemuan kemarin adalah sebagai mahasiswa kita
dituntut untuk bisa berpikir kritis dalam mampu membedakan pertanyaan dan
kalimat pernyataan, logis dan masuk akal.
Kita juga pada saat menghadapi masalah tidak boleh
langsung percaya kalau
belum tebukti kebenarannya.
Berpikir
Kritis
1.
Apa urgensinya bagi mahasiswa ilmu
komunikasi untuk belajar berpikir kritis dan kreatif ?
·
Melatih berpikir secara kritis dan
kreatif dalam membuat keputusan dengan secara bijak, dan mau bekerja sama
·
Bersikap terbuka dalam menerima
pendapat orang lain, dan memberi pendapat.
·
Mampu beargumen secara logis, dan
membedakan antara pendapat yang benar dan tidak.
2.
Apa relevansinya antara kemampuan
berpikir kritis dan kreatif dengan profesi dalam ilmu komunikasi seperti
jurnalist atau public relation ?
·
Dalam menuangkan ide, kreatif, dan
gagasan tidak asal-asalan, karena dipikir terlebih dahulu.
·
Tidak tertuju pada satu masalah saja,
tapi dicari terlebih dahulu solusinya yang benar.
·
Mampu berkomunikasi dengan baik dan
mampu menjelaskan sesuatu yang jelas baik lisan atau tulis. Dan mempunyai
bahasa yang baik.
·
Skeptis : Tidak mudah percaya sesuatu
yang belum ada bukti kebenarannya
Pertemuan IV
Pertayaan Refleksi
1. Hal- Hal
penting yang diulas Senin kemarin adalah masih sama dengan minggu kemarinnya,
masih membahas tentang pernyataan apa itu analitik, empiris, dan
evaluative. Jadi, analitik adalah pernyataan benar atau salah yang cukup
dilihat oleh dari konsep itu sendiri, bisa dianalisis langsung dari otak.
Empiris itu sendiri adalah suatu fakta yang diterima oleh panca indera manusia,
dan perlu diselidiki dan harus diverifikasi kebenarannya.
Jadi kita sebagai mahasiswa harus mencari sebanyak-banyaknya sumber, agar
kita bisa tahu kebenarannya. Kalau Evaluative adalah pernyataan benar atau
salah yang berasal dari opini atau pendapat. Kita juga sebagai mahasiswa
sebaiknya dalam menghadapi suatu masalah, harus menerima pendapat atau opini
orang lain, agar tidak jadi perdebatan.
2. Hal-hal yang
menarik dalam pembelajaran Senin kemarin adalah kita mahasiswa dijelaskan lagi
sampai mengerti tentang analitik, empiris, dan evaluative. Agar lebih mengerti
lagi dari 3 pernyataan tersebut, kita disuruh mencari berita dan mencari mana
yang cocok untuk 3 pernyataan tersebut
(definisi pakai
bahasa sendiri). Dan kita sebagai mahasiswa ditekankan lagi untuk menjadi
seorang pemikir yang kritis dan kreatif.
Tugas Analisa Berita
1. "Modus
yang digunakan adalah mencuri dengan menggunakan kunci leter T. Untuk
memuluskan aksinya, tersangka sengaja mengincar
motor keluaran lama, bukan yang terbaru. "
Menurut saya,
berita diatas adalah termasuk analitik, kenapa analitik ? karena orang tersebut
melakukan pencurian motor, ya harus dilaporkan ke pihak yang berwajib. Karena
dimana-mana pelaku kejahatan memang sepantasnya dilaporkan ke pihak yang
berwajib, supaya bisa diatasi oleh ahlinya
2." Foto pria
mirip Gayus yang tengah makan di restoran di Jakarta tersebar di media sosial.
Meski belum membenarkan bahwa pria tersebut Gayus,
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengatakan pada tanggal 9 September Gayus
memang dipinjam dari penjara untuk kepentingan sidang di Pengadilan Agama,
Jakarta Utara."
Menurut saya, berita diatas adalah mengandung pernyataan empiris, karena disitu
dijelaskan bahwa hanya mirip saja dan belum tentu terbukti itu Gayus, karena
berita ini harus benar-benar diselidiki lagi agar terbukti kalau itu memang
benar dia.
3." Badan
Meteorologi Giofisika dan Klimatologi (BMKG) provinsi Lampung memprediksi musim
kemarau pada 2015 ini diperkirakan lebih panjang
dari tahun sebelumnya. Tahun 2014 musim kemarau berakhir pada bulan November, namun
tahun ini, musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga November 2015."
Menurut saya berita diatas adalah mengandung pernyataan
evaluative, karena belum tentu hasil prediksi BMKG selalu benar, bisa saja
prediksi yang dikatakan untuk bulan November kedepan itu meleset dari perkiraan
yang BMKG katakan.
Pertemuan V
TUGAS REFLEKSI CCT
1. Hal-hal penting
dalam pertemuan kelima (senin kemarin) adalah membahas
tentang perbedaan
apa itu Fakta dan Opini. Fakta itu sendiri adalah bisa
dibuktikan atau
dibantah, dan nilai kebenaran yang dapat diperikasa dan
sudah terjadi. Dan
opini adalah ide, pemikiran atau pendapat orang lain atau
pernyataan
persepsi orang lain yang cenderung belum terbukti benar atau
salah atau pasti.
Mahasiswa diajarkan cara berpikir kritis dalam menanggapi
suatu masalah dan
bisa membedakan yang mana fakta dan yang opininya.
Mahasiswa juga
diajarkan dalam langkah langkah berpirik kritis, yaitu
(Mengenali
masalah; menemukan cara-cara untuk menangani masalah;
mengumpulkan dan
menyusun informasi yang diperlukan; mengenali
asumsi-asumsi ;
menggunakan bahasa yang tepat jelas dan khas ;
mengevaluasi
data,fakta, serta pernyataan-pernyataan ; mencermati
hubungan logis ;
menarik kesimpulan atau pendapat).
2. Hal-hal yang
menarik dan penting bagi mahasiswa adalah, kita diberikan
contoh berita dan
harus dicerna berita tersebut, dengan cara menganalisanya
menggunakan
‘delapan langkah dalam berpikir kritis’ sehingga kita dalam
menanggapi suatu
permasalah tidak langsung percaya, dan bisa diselidiki
atau dicari tahu
kebenarannya terlebih dahulu. Jika sudah mengetahui
kebenarannya itu
seperti apa, kita langsung membuat sebuah keputusan dan
kesimpulan yang
baik dan positif dari suatu permasalahan tersebut.
Pertemuan 6
1. Hal-hal penting yang diulas dalam pertemuan ke enam
ini adalah, Mahasiswa diberi
pengertian dan diajarkan tentang bagaimana cara
berargumen yang baik dan benar.
Argumen bukan hanya kesimpulan saja, tetapi kenyataan
yang disusun secara rupa dan
memiliki makna tertentu. Argumen itu sendiri adalah memiliki
bukti yang kuat untuk
menguatkan kesimpulan atau pernyataan. Argumen itu
tidak sama seperti ringkasan
Argumen terbagi menjadi dua yaitu premis (pernyataan)
dan konklusi(kesimpulan) yang
harus saling berhubungan, kalau tidak berhubangan,
namanya bukan argumen.
Deduktif silogisme ada dua yaitu valid atau tidak valid
yang berdasarkan kenyataan,
benar atau salah Premis dan konklusi yang tidak valid
adalah (semua benar, tidak boleh didefinisikan sebagai sebuah argument, ada
kemungkinan lain)
Yang valid(dapat semuanya salah, argument valid dengan
premis salah, kesimpulannya
masih benar, tidak ada kemungkinan).
2. Hal-hal yang menarik adalah, mahasiswa selalu diberikan
contoh-contoh tentang
argument, dan mahasiswa harus bisa membedakannya.
Dengan metode ini melatih mahasiswa secara perlahan
akan mengerti dan bisa
membedakan mana yang sedang berargumen atau tidak.
Sebaiknya kita jadi mahasiswa harus bisa dan pintar
dalam berargumen pada saat
mengatasi sesuatu masalah, tetapi dengan cara
menanggapinya dengan positif dan secara
baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar