Minggu, 11 Oktober 2015

Pertemuan CCT Usis G.D.

Usis Gita Devianti
00000008441
Ilmu Komunikasi

Pertemuan I

1. Hal-hal penting yang diulas dalam pertemuan pertama belajar critical creative
thinking adalah awalnya si pak Dosen ini mengajak dan mengajarkan kita untuk
berfikir kreatif dan kritis dengan terampil untuk mempersiapkan kita ketahap
selanjutnya. Cara berfikir kritis adalah keluar dari zona amannya kita, banyak tanya,
dan mengamati sesuatu. Pola berfikir tersebut membentuk kepribadian seseorang.
Pak Dosen juga memberi 6 konsep level untuk berpikir kreatif dan kritis :
1. Remembering (mengingat pengetahuan yang kita tahu)
2  Understanding (Mengerti apa yang dikatakan) ;
3  Applying ( Menerapkan) 
4  Analyzing ( Menganalisa atau meminta pendapat)
5  Evaluating (Mengevaluasi atau kritis sama pengetahuan yang diketahui)
6  Creating ( Menciptakan atau mengolah sesuatu yang baru)
Orang yang berpikir secara logika adalah orang yang disiplin dan lurus jalan pikirannya.
Penerapan konsep belajar critical thinking membuat kita bisa lebih luas dan waktu
lebih banyak untuk belajar secara mandiri. Dan mengajarkan kemampuan berargumen
yang sangat berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis.
2. Hal-hal yang menarik dan penting bagi saya pada pertemuan belajar critical thinking
adalah : *ketika ada suatu kata-kata dan gambar yang Pak Dosen kasih dan kita satu
persatu disuruh untuk menjelaskan apa maksudnya dari gambar atau kata-kata
tersebut, jadi ada banyak yang berbeda-beda pendapat satu sama lain.
*Lalu disuruh untuk mencoba membuat contoh dengan menggunakan 6 konsep level
(remembering, understanding, applying, analyzing, evaluating, creating) yang

beliau kasih.Konsep belajar tersebut bisa membuat kita semua belajar dan melatih untuk selalu berpikir kreatif dan kritis untuk kedepannya.

Pertemuan II
1. Yang diulas dalam pertemuan kedua  ini adalah, konsep dalam pembelajaran
kemaren adalah dengan cara berdiskusi, dan dikasih contoh berita dan
diajarkan bagaimana cara mengkritisi tindakan yang benar yang ada pada
contoh berita tersebut yang dikasih.
Dalam mengkritisi hal tersebut, kita diberi 5W+1H (what, where, when,
how, why,who) agar mempermudah memberi pertanyaan-pertanyaan.
Socrates Critical Inquiry :
   1. Question for Clarification (co : mengklarifikasi masalah tersebut)
   2. Question about Assumption ( Asumsinya)
    3. Question about Reasons and Evidence (mencari alasan dan bukti-bukti yang kuat)
    4. Question about View Point and Perspective (sudut pandang yang porspektif tertentu)
    5. Question about Consequence (Konsekuensinya itu apa)

2. Hal yang menarik dalam pembelajaran kemarin adalah, kita sebagai
mahasiswa dituntut untuk harus berpikir secara kritis. Dan kita diajarkan
cara berpikir kritis dengan cara yang baik dan benar. Kalau kita berpikir
kritis kita harus keluar dari zona amannya kita. Dan bisa mengambil
keputusan dengan cara yang tepat.

Pertemuan III
1. Hal-hal penting dalam pertemuan ketiga ini pemahaman yang saya dapat itu
adalah tentang opini dan  fakta itu berbeda, mengapa ? karena opini adalah

pendapat seseorang tentang pemikiran itu, dan fakta adalah sesuatu hal yang
disampaikan dengan ada bukti yang nyata. Dan bisa membedakan logika dan
logis. Logika adalah masuk akal dan logis adalah memiliki hukum-hukum berpikir
sendiri, tidak boleh bertentangan satu sama lain.
Dan membahas tentang kalimat penyataan, pertanyaan, argumen, masuk akal dan logis.
Pemikiran yang saya dapat tentang pembelajaran berpikir kritis dan creative ini
adalah kita bisa memahami pemikiran kesalahan orang lain dan kita sendiri.
Konsep yang didapatkan adalah ada pernyataan analiti, evaluative, dan faktual
 2. Hal-hal menarik dalam pertemuan kemarin adalah sebagai mahasiswa kita
dituntut untuk bisa berpikir kritis dalam  mampu membedakan pertanyaan dan
kalimat pernyataan, logis dan masuk akal.
Kita juga pada saat menghadapi masalah tidak boleh langsung percaya kalau
belum tebukti kebenarannya.
Berpikir Kritis
1.     Apa urgensinya bagi mahasiswa ilmu komunikasi untuk belajar berpikir kritis dan kreatif ?
·         Melatih berpikir secara kritis dan kreatif dalam membuat keputusan dengan secara bijak, dan mau bekerja sama
·         Bersikap terbuka dalam menerima pendapat orang lain, dan memberi pendapat.
·         Mampu beargumen secara logis, dan membedakan antara pendapat yang benar dan tidak.

2.                 Apa relevansinya antara kemampuan berpikir kritis dan kreatif dengan profesi dalam ilmu komunikasi seperti jurnalist atau public relation ?

·         Dalam menuangkan ide, kreatif, dan gagasan tidak asal-asalan, karena dipikir terlebih dahulu.
·         Tidak tertuju pada satu masalah saja, tapi dicari terlebih dahulu solusinya yang benar.
·         Mampu berkomunikasi dengan baik dan mampu menjelaskan sesuatu yang jelas baik lisan atau tulis. Dan mempunyai bahasa yang baik.
·         Skeptis : Tidak mudah percaya sesuatu yang belum ada bukti kebenarannya
Pertemuan IV
Pertayaan Refleksi
1.  Hal- Hal penting yang diulas Senin kemarin adalah masih sama dengan minggu kemarinnya, masih membahas tentang  pernyataan apa itu analitik, empiris, dan evaluative. Jadi, analitik adalah pernyataan benar atau salah yang cukup dilihat oleh dari konsep itu sendiri, bisa dianalisis langsung dari otak. Empiris itu sendiri adalah suatu fakta yang diterima oleh panca indera manusia, dan perlu diselidiki dan harus diverifikasi kebenarannya.
     Jadi kita sebagai mahasiswa harus mencari sebanyak-banyaknya sumber, agar kita bisa tahu kebenarannya. Kalau Evaluative adalah pernyataan benar atau salah yang berasal dari opini atau pendapat. Kita juga sebagai mahasiswa sebaiknya dalam menghadapi suatu masalah, harus menerima pendapat atau opini orang lain, agar tidak jadi perdebatan.

2. Hal-hal yang menarik dalam pembelajaran Senin kemarin adalah kita mahasiswa dijelaskan lagi sampai mengerti tentang analitik, empiris, dan evaluative. Agar lebih mengerti lagi dari 3 pernyataan tersebut, kita disuruh mencari berita dan mencari mana yang cocok untuk 3 pernyataan tersebut
(definisi pakai bahasa sendiri). Dan kita sebagai mahasiswa ditekankan lagi untuk menjadi seorang pemikir yang kritis dan kreatif.

Tugas Analisa Berita

1. "Modus yang digunakan adalah mencuri dengan menggunakan kunci leter T. Untuk memuluskan         aksinya, tersangka sengaja mengincar motor keluaran lama, bukan yang terbaru. "


Menurut saya, berita diatas adalah termasuk analitik, kenapa analitik ? karena orang tersebut melakukan pencurian motor, ya harus dilaporkan ke pihak yang berwajib. Karena dimana-mana pelaku kejahatan memang sepantasnya dilaporkan ke pihak yang berwajib, supaya bisa diatasi oleh ahlinya

2." Foto pria mirip Gayus yang tengah makan di restoran di Jakarta tersebar di media sosial. Meski        belum membenarkan bahwa pria tersebut Gayus, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengatakan pada tanggal 9 September Gayus memang dipinjam dari penjara untuk kepentingan sidang di Pengadilan Agama, Jakarta Utara."



    Menurut saya, berita diatas adalah mengandung pernyataan empiris, karena disitu dijelaskan bahwa hanya mirip saja dan belum tentu terbukti itu Gayus, karena berita ini harus benar-benar diselidiki lagi agar terbukti kalau itu memang benar dia.

3." Badan Meteorologi Giofisika dan Klimatologi (BMKG) provinsi Lampung memprediksi musim         kemarau pada 2015 ini diperkirakan lebih panjang dari tahun sebelumnya. Tahun 2014 musim  kemarau berakhir pada bulan November, namun tahun ini, musim kemarau diperkirakan masih  berlangsung hingga November 2015."


       Menurut saya berita diatas adalah mengandung pernyataan evaluative, karena belum tentu hasil prediksi BMKG selalu benar, bisa saja prediksi yang dikatakan untuk bulan November kedepan itu meleset dari perkiraan yang BMKG katakan.

Pertemuan V
 TUGAS REFLEKSI CCT  

1. Hal-hal penting dalam pertemuan kelima (senin kemarin) adalah membahas

tentang perbedaan apa itu Fakta dan Opini. Fakta itu sendiri adalah bisa

dibuktikan atau dibantah, dan nilai kebenaran yang dapat diperikasa dan

sudah terjadi. Dan opini adalah ide, pemikiran atau pendapat orang lain atau

pernyataan persepsi orang lain yang cenderung belum terbukti benar atau

salah atau pasti. Mahasiswa diajarkan cara berpikir kritis dalam menanggapi

suatu masalah dan bisa membedakan yang mana fakta dan yang opininya.

Mahasiswa juga diajarkan dalam langkah langkah berpirik kritis, yaitu

(Mengenali masalah; menemukan cara-cara untuk menangani masalah;

mengumpulkan dan menyusun informasi yang diperlukan; mengenali

asumsi-asumsi ; menggunakan bahasa yang tepat jelas dan khas ;

mengevaluasi data,fakta, serta pernyataan-pernyataan ; mencermati

hubungan logis ; menarik kesimpulan atau pendapat).

2. Hal-hal yang menarik dan penting bagi mahasiswa adalah, kita diberikan

contoh berita dan harus dicerna berita tersebut, dengan cara menganalisanya

menggunakan ‘delapan langkah dalam berpikir kritis’ sehingga kita dalam

menanggapi suatu permasalah tidak langsung percaya, dan bisa diselidiki

atau dicari tahu kebenarannya terlebih dahulu. Jika sudah mengetahui

kebenarannya itu seperti apa, kita langsung membuat sebuah keputusan dan

kesimpulan yang baik dan positif dari suatu permasalahan tersebut.

Pertemuan 6
1. Hal-hal penting yang diulas dalam pertemuan ke enam ini adalah, Mahasiswa diberi
pengertian dan diajarkan tentang bagaimana cara berargumen yang baik dan benar.
Argumen bukan hanya kesimpulan saja, tetapi kenyataan yang disusun secara rupa dan
memiliki makna tertentu. Argumen itu sendiri adalah memiliki bukti yang kuat untuk
menguatkan kesimpulan atau pernyataan. Argumen itu tidak sama seperti ringkasan
Argumen terbagi menjadi dua yaitu premis (pernyataan) dan konklusi(kesimpulan) yang
harus saling berhubungan, kalau tidak berhubangan, namanya bukan argumen.
Deduktif silogisme ada dua yaitu valid atau tidak valid yang berdasarkan kenyataan,
benar atau salah Premis dan konklusi yang tidak valid adalah (semua benar, tidak boleh didefinisikan sebagai sebuah argument, ada kemungkinan lain)
Yang valid(dapat semuanya salah, argument valid dengan premis salah, kesimpulannya
masih benar, tidak ada kemungkinan).

2. Hal-hal yang menarik adalah, mahasiswa selalu diberikan contoh-contoh tentang
argument, dan mahasiswa harus bisa membedakannya.
Dengan metode ini melatih mahasiswa secara perlahan akan mengerti dan bisa
membedakan mana yang sedang berargumen atau tidak.
Sebaiknya kita jadi mahasiswa harus bisa dan pintar dalam berargumen pada saat
mengatasi sesuatu masalah, tetapi dengan cara menanggapinya dengan positif dan secara

baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar