Critical & Creative Thinking
Albertus Leo Linardi
00000008530 / Ilkom A
Pertemuan Pertama
1. Apakah hal – hal penting (konsep, pemikiran,
pemahaman) yang diulas dalam pertemuan ini?
Yang penting pada pertemuan
ini adalah mengenai Piramida Bloom yang menjelaskan 6
tingkat yang harus dicapai
manusia agar dapat berpikir kritis dan kreatif.Tingkatannya
adalah remembering
,understanding ,applying ,analyzing ,evaluating, creating. Pada tahap
remembering kita dilatih untuk
mengingat apa yang dipelajari .Tahap selanjutnya yaitu
Understanding kita dilatih untuk
mengerti apa yang telah kita ingat sebelumnya (tahap ini
merupakan tahap fondasi).Selanjutnya
tahap Applying yaitu apa yang kita telah pelajari
kita terapkan untuk menyelesaikan
masalah. Lalu Analyzing yaitu menganalisa masalah
yang ada agar dapat menemukan akar
masalah.Selanjutnya Evaluating yaitu difokuskan
untuk mengambil keputusan yang
penting berdasarkan pada hasil dari tahap-tahap
sebelumnya.Creating dilakukan agar kita bisa meneruskan atau
membagikan apa yang
telah kita mengerti dari tahap-tahap
sebelumnya.Pada saat berpikir kritis kita lebih banyak
menggunakan struktur induktif
lebih sering dipakai deduktif. Kritis yaitu
mencari alternatif
dengan cara meragukan.
2. Apakah hal – hal yang menarik dan penting bagi
Anda sebagai mahasiswa dan mengapa?
Hal menarik menurut saya pada
pertemuan ini adalah ketika kita harus menjelaskan
mengenai piramida bloom secara
jelas.Kita menjelaskan menggunakan permisalan agar
bisa mudah dimengerti.Hal itu
menarik karena kita dilatih untuk berpikir secara kreatif agar
kita bisa menjelaskan apa yang
telah kita pahami.
Pertemuan Ke-dua
1. Apakah hal – hal penting (konsep, pemikiran,
pemahaman) yang diulas dalam pertemuan ini?
Hal penting pada petemuan kali
ini adalah kita dilatih untuk melihat mana pemikiran yang
kritis.Dari sebuah kasus kita
bisa melihat bahwa sudut pandang orang bisa berbeda-beda
dan dalam berpikir kritis itu
tidak ada yang dapat dikatakan benar.Hal itu tercermin ketika
mahasiswa diminta menjabarkan
apa sikap masing-masing pihak.Dan tiap pihak memiliki
kekurangan masing-masing yang
menunjukan bahwa tidak ada yang benar dalam berpikir
kritis.
2. Apakah hal – hal yang menarik dan penting bagi
Anda sebagai mahasiswa dan mengapa?
Hal menariknya adalah saat
kita dilatih untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda-
beda saat menganalisa suatu
kasus.Kita diminta untuk melihat dari sudut pandang petugas
,manajer/orang yang
berwenang,dan bukan kedua-duanya.Saya sendiri memilih sudut
pandang manajer/orang yang berwenang
sebagai seorang pemikir yang kritis.Saya diminta
menjabarkan apa yang membuat
saya berpikir bahwa sang manajer/orang
berwenang
telah berpikir secara
kritis.Dan berdasarkan penjabaran manajer juga pada saat tertentu
tidak berpikir secara kritis.
Pertemuan Ke-Tiga
1.Hal-hal penting yang
dipelajari pada pertemuan kali ini adalah bagaimana cara membangun diri kita
untuk berpikir kritis. Kita juga diajarkan untuk membedakan kalimat.
2.Dalam berpikir kritis
kita harus mengetahui perbedaan dari kalimat – kalimat yang ada. Karena bila
kita tidak bisa membedakan kalimat kita bisa salah dalam mengartikannya. Kita
belajar untuk membedakan mana yang dimaksud dengan kalimat masuk akal dan
kalimat logis. Masuk akal adalah pengetahuan umum yang bisa diterima panca
indra. Sementara logis yang diambil dari kata Logika/logos berarti sesuatu yang
memiliki hukum tersendiri. Lalu ada juga kalimat argumen dan kalimat
pernyataan. Argumen berarti masih adanya asumsi yang masih bisa diperdebatkan.
Penyataan adalah mengenai benar dan salah,penyataan biasanya memiliki makna
yang logis dan kesimpulan yang bermakna.Kita juga harus belajar mengerti apa
bedanya kalimat pernyataan dan kalimat perintah seperti :
A.Saya
menonton Persib melawan Persebaya melalui televisi → kalimat pernyataan
B.Kamu yang di sana,pindah duduk
ke depan → Kalimat perintah
Berpikir Kritis
1.Mahasiswa ilmu komunikasi belajar untuk berpikir kritis
dan kreatif agar apa yang mereka ungkapkan atau tuliskan hasilnya menjadi
sesuatu yang dapat dipercaya atau dilakukan secara nyata. Dalam berpikir kritis
dan kreatif kita dilatih untuk melihat bukan hanya dari satu sudut pandang
saja. Kita diharuskan melihat dari berbagai sudut pandang. Dengan berpikir
kritis dan kreatif kita dapat menemukan berbagai macam solusi dari suatu
masalah. Dengan demikian masalah tersebut dapat terselesaikan secara
cepat dan tepat dengan menggunakan solusi yang sudah ditemukan.
2.Kemampuan
berpikir kritis dan kreatif berguna dalam masing-masing bidang komunikasi.
Dalam bidang jurnalistik kemampuan berpikir kreatif dan kreatif digunakan untuk
membuat berita yang independen. Tidak condong pada pihak manapun dalam berita
yang ditulis. Kita dapat mengindari argumentasi-argumentasi yang dapat
menyebabkan perpecahan. Dalam bidang public relation berpikir kritis dan
kreatif digunakan untuk mnenyelesaikan masalah yang ada sehingga tidak
menimbulkan masalah baru.
1.Hal-hal penting yang dipelajari pada pertemuan kali ini adalah Kita diminta untuk
mengingat pelajaran minggu lalu. Kita diajarkan untuk membedakan pernyataan dalam berita.
2.Ketika kita diajarkan untuk mengingat pelajaran minggu lalu kita diberitahu bahwa ini
adalah dasar dari berpikir kritis. Ketika mahasiswa tidak mengerti dasar dari berpikir kritis maka
kita tidak dapat melanjutkan pelajaran selanjutnya. Sehingga kita diminta untuk membedakan
pernyataan tersebut dengan menggunakan paragraf dari berita. Tiga pernyataan yang diminta
adalah Empiris, Analitik, dan Evaluatif .
Tugas Analisa Berita
1.
Ia menuturkan, pasca-gempa, data kegempaan dan visual
tidak menunjukkan
adanya peningkatan aktivitas Gunung Merapi.
Dengan demikian, dia meminta agar
masyarakat tidak perlu khawatir. "Saya rasa
tidak perlu khawatir. Status Merapi masih aktif
normal," pungkasnya.
Pernyataan
Empiris, dalam paragraf ini terdapat pernyataan empiris yaitu “
visual tidak menunjukkan adanya peningkatan
aktivitas Gunung Merapi ”. Visual artinya
pengamat memantau kondisi aktivitas gunung merapi
dengan melihatnya secara langsung.
Sesuai dengan ketentuan bila suatu pernyataan
melibatkan panca indera berarti pernyataan itu
merupakan pernyataan empiris.
2. "Saya
juga sebagai pengusaha tahu bagaimana sepak terjang hiburan malam di
daerah Jakarta Pusat, Jakarta Barat. Di situ
banyak sekali yang sampai hari ini tempat tersebut
menjadi ajang peredaran narkotika," ujar
Prasetio di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih,
Jakarta, Jumat (25/9/2015).
Pernyataan
evaluatif, dalam paragraf ini terdapat pernyataan evaluatif yaitu “
Di situ banyak sekali yang sampai hari ini tempat
tersebut menjadi ajang peredaran
narkotika “, padahal belum tentu semua diskotik
di Jakarta Barat menjadi tempat
peredaran narkoba. Hal ini dikarenakan banyak
orang yang berpikir secara subyektif
mengenai diskotik yang kerap dikaitkan dengan
peredaran narkoba.
3. Polisi menduga kedua tersangka ini pernah
melakukan aksi serupa, sehingga
polisi saat ini petugas masih melakukan
pengembangan terhadap kasus tersebut. Sedangkan
untuk kasus kepemilikan senjata tajam, polisi
akan menggunakan Undang-undang Darurat no
12 tahun 1951 dengan ancamanan hukuman maksimal
10 tahun penjara.
Pernyataan
analitik, dalam pragraf ini terdapat pernyataan analitik yaitu “
Sedangkan untuk kasus kepemilikan senjata tajam,
polisi akan menggunakan Undang-
undang Darurat no 12 tahun 1951 dengan ancamanan
hukuman maksimal 10 tahun
penjara. “ . Semua orang tahu bila kita memiliki
senjata tajam tanpa ijin khusus itu
melanggar perarturan. Hal itu sudah diketahui
oleh semua orang dan itu sudah diatur
dalam undang – undang juga.
Link Web
http://regional.kompas.com/read/2015/09/25/22091901/Gempa.di.Yogyakarta.Tak.Pengaruhi.Aktivitas.Gunung.Merapi.
http://megapolitan.kompas.com/read/2015/09/25/12524331/DPRD.DKI.Usulkan.Penutupan.Diskotek.di.Seluruh.Jakarta
http://regional.kompas.com/read/2015/09/25/20402741/Rusak.Rumah.Warga.dan.Bawa.Pedang.Siswa.SMK.Diamankan.Polisi
http://megapolitan.kompas.com/read/2015/09/25/12524331/DPRD.DKI.Usulkan.Penutupan.Diskotek.di.Seluruh.Jakarta
http://regional.kompas.com/read/2015/09/25/20402741/Rusak.Rumah.Warga.dan.Bawa.Pedang.Siswa.SMK.Diamankan.Polisi
Pernyataan
Empiris : Perrnyataan yang ada kaitannya dengan penggunaan panca indera.
Seperti menyentuh, melihat, mendengarkan,
dll.Pernyataan ini berupa fakta.
Pernyataan
Evaluatif : Pernyataan yang sudut pandangnya subjektif. Yang biasanya
berasal
dari opini dan belum tentu kebenarannya.
Pernyataan
Analitik : Pernyataan yang tanpa perlu kita telusuri lebih lanjut dapat
kita ketahui
kebenarannya. Biasanya pernyataan ini bersifat
umum. Selama ada kemungkinan untuk
menyatakan benar atau salah mungkin saja
pernyataan itu merupakan pernyataan analitik.
Contohnya adalah bola ketika ditendang akan
menggelinding.
Pertemuan Ke-Lima
1.Hal penting pada pertemuan kali ini adalah kita diajarkan untuk mencari tahu
permasalahan yang ada dengan menggunakan delapan tahap berfikit kritis dan
mencari solusinya.2.Hal menariknya adalah kita dilatih untuk memecahkan masalah secara cepat dengan
menggunakan
delapan tahap yang sudah diajarkan. Delapan tahap itu penting untuk melatih
kita berpikir secara kritis dan kreatif. Kita diminta untuk menyelasaikan
masalah mengenai iklan makanan ringan yang memaksa anak untuk menjadi
konsumtif. Kita diminta untuk mencari solusi terbaik untuk menangani masalah
tersebut . Selain itu kita juga membahas mengenai artikel tentang Rudi
Rubiandini dan membedakan mana kalimat analitik, kalimat empiris , dan kalimat
evaluatif. Serta membedakan antara fakta dan opini.
Pertemuan Ke-Enam
1 . Apakah hal-hal penting
(konsep,pemikiran,pemahaman) yang diulas dalam pertemuan ini?
Hal penting yang di bahas pada
pertemuan kali ini adalah valid atau tidak validnya
sebuah pernyataan dan juga
apakah pernyataan itu dapat dikatakan benar atau tidak benar.
2. Apakah hal-hal yang menarik dan penting bagi
anda sebagai mahasiswa dan mengapa?
Hal menariknya adalah kita
diajarkan untuk berpikir secara kritis dalam menentukan
sebuah argumen itu valid atau
tidak valid. Kita diajarkan untuk melihat berdasarkan
kalimatnya sebelum menentukan
apakah pernyataan / argumen itu benar atau tidak benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar