Minggu, 11 Oktober 2015

Albertus L.L.



Critical & Creative Thinking
Albertus Leo Linardi
00000008530 / Ilkom A
Pertemuan Pertama
1. Apakah hal – hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuan ini?
Yang penting pada pertemuan ini adalah mengenai Piramida Bloom yang menjelaskan 6
tingkat yang harus dicapai manusia agar dapat berpikir kritis dan kreatif.Tingkatannya
adalah remembering ,understanding ,applying ,analyzing ,evaluating, creating. Pada tahap
remembering kita dilatih untuk mengingat apa yang dipelajari .Tahap selanjutnya  yaitu
Understanding kita dilatih untuk mengerti apa yang telah kita ingat sebelumnya (tahap ini
merupakan tahap fondasi).Selanjutnya tahap Applying yaitu apa yang kita telah pelajari
kita terapkan untuk menyelesaikan masalah. Lalu Analyzing yaitu menganalisa masalah
yang ada  agar dapat menemukan akar masalah.Selanjutnya  Evaluating  yaitu difokuskan
untuk mengambil keputusan yang penting berdasarkan pada hasil dari tahap-tahap
sebelumnya.Creating  dilakukan agar kita bisa meneruskan atau membagikan apa yang
telah kita mengerti dari tahap-tahap sebelumnya.Pada saat berpikir kritis kita lebih banyak
menggunakan struktur induktif lebih sering dipakai  deduktif. Kritis yaitu mencari alternatif
dengan cara meragukan.

2. Apakah hal – hal yang menarik dan penting bagi Anda sebagai mahasiswa dan mengapa?
Hal menarik menurut saya pada pertemuan ini adalah ketika kita harus menjelaskan
mengenai piramida bloom secara jelas.Kita menjelaskan menggunakan permisalan agar
bisa mudah dimengerti.Hal itu menarik karena kita dilatih untuk berpikir secara kreatif agar
kita bisa menjelaskan apa yang telah kita pahami.
Pertemuan Ke-dua
1. Apakah hal – hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuan ini?
Hal penting pada petemuan kali ini adalah kita dilatih untuk melihat mana pemikiran yang
kritis.Dari sebuah kasus kita bisa melihat bahwa sudut pandang orang bisa berbeda-beda
dan dalam berpikir kritis itu tidak ada yang dapat dikatakan benar.Hal itu tercermin ketika
mahasiswa diminta menjabarkan apa sikap masing-masing pihak.Dan tiap pihak memiliki
kekurangan masing-masing yang menunjukan bahwa tidak ada yang benar dalam berpikir
kritis.
2. Apakah hal – hal yang menarik dan penting bagi Anda sebagai mahasiswa dan mengapa?
Hal menariknya adalah saat kita dilatih untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda-
beda saat menganalisa suatu kasus.Kita diminta untuk melihat dari sudut pandang petugas
,manajer/orang yang berwenang,dan bukan kedua-duanya.Saya sendiri memilih sudut
pandang manajer/orang yang berwenang sebagai seorang pemikir yang kritis.Saya diminta
menjabarkan apa yang membuat saya berpikir  bahwa sang manajer/orang berwenang
telah berpikir secara kritis.Dan berdasarkan penjabaran manajer juga pada saat tertentu
tidak berpikir secara kritis.
Pertemuan Ke-Tiga
1.Hal-hal penting yang dipelajari pada pertemuan kali ini adalah bagaimana cara membangun diri kita untuk berpikir kritis. Kita juga diajarkan untuk membedakan kalimat.
2.Dalam berpikir kritis kita harus mengetahui perbedaan dari kalimat – kalimat yang ada. Karena bila kita tidak bisa membedakan kalimat kita bisa salah dalam mengartikannya. Kita belajar untuk membedakan mana yang dimaksud dengan kalimat masuk akal dan kalimat logis. Masuk akal adalah pengetahuan umum yang bisa diterima panca indra. Sementara logis yang diambil dari kata Logika/logos berarti sesuatu yang  memiliki hukum tersendiri. Lalu ada juga kalimat argumen dan kalimat pernyataan. Argumen berarti masih adanya asumsi yang masih bisa diperdebatkan. Penyataan adalah mengenai benar dan salah,penyataan biasanya memiliki makna yang logis dan kesimpulan yang bermakna.Kita juga harus belajar mengerti apa bedanya kalimat pernyataan dan kalimat perintah seperti :
A.Saya menonton Persib melawan Persebaya melalui televisi → kalimat pernyataan
B.Kamu yang di sana,pindah duduk ke depan → Kalimat perintah
Berpikir Kritis
1.Mahasiswa ilmu komunikasi belajar untuk berpikir kritis dan kreatif agar apa yang mereka ungkapkan atau tuliskan hasilnya menjadi sesuatu yang dapat dipercaya atau dilakukan secara nyata. Dalam berpikir kritis dan kreatif kita dilatih untuk melihat bukan hanya dari satu sudut pandang saja. Kita diharuskan melihat dari berbagai sudut pandang. Dengan berpikir kritis dan kreatif kita dapat menemukan berbagai macam solusi dari suatu masalah. Dengan demikian  masalah tersebut dapat terselesaikan secara cepat dan tepat dengan menggunakan solusi yang sudah ditemukan.
2.Kemampuan berpikir kritis dan kreatif berguna dalam masing-masing bidang komunikasi. Dalam bidang jurnalistik kemampuan berpikir kreatif dan kreatif digunakan untuk membuat berita yang independen. Tidak condong pada pihak manapun dalam berita yang ditulis. Kita dapat mengindari argumentasi-argumentasi yang dapat menyebabkan perpecahan. Dalam bidang public relation berpikir kritis dan kreatif digunakan untuk mnenyelesaikan masalah yang ada sehingga tidak menimbulkan masalah baru.

Pertemuan Ke-Empat
1.Hal-hal penting yang dipelajari pada pertemuan kali ini adalah Kita diminta untuk
mengingat pelajaran minggu lalu. Kita diajarkan untuk membedakan pernyataan dalam berita.

2.Ketika kita diajarkan untuk mengingat pelajaran minggu lalu kita diberitahu bahwa ini
adalah dasar dari berpikir kritis. Ketika mahasiswa tidak mengerti dasar dari berpikir kritis maka
kita tidak dapat melanjutkan pelajaran selanjutnya. Sehingga kita diminta untuk membedakan
pernyataan tersebut dengan menggunakan paragraf dari berita. Tiga pernyataan yang diminta
adalah Empiris, Analitik, dan  Evaluatif .

Tugas Analisa Berita
1.      Ia menuturkan, pasca-gempa, data kegempaan dan visual tidak menunjukkan
adanya peningkatan aktivitas Gunung Merapi. Dengan demikian, dia meminta agar
masyarakat tidak perlu khawatir. "Saya rasa tidak perlu khawatir. Status Merapi masih aktif
normal," pungkasnya.
Pernyataan Empiris, dalam paragraf ini terdapat pernyataan empiris yaitu “
visual tidak menunjukkan adanya peningkatan aktivitas Gunung Merapi ”. Visual artinya
pengamat memantau kondisi aktivitas gunung merapi dengan melihatnya secara langsung.
Sesuai dengan ketentuan bila suatu pernyataan melibatkan panca indera berarti pernyataan itu
merupakan pernyataan empiris.

2.  "Saya juga sebagai pengusaha tahu bagaimana sepak terjang hiburan malam di
daerah Jakarta Pusat, Jakarta Barat. Di situ banyak sekali yang sampai hari ini tempat tersebut
menjadi ajang peredaran narkotika," ujar Prasetio di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih,
Jakarta, Jumat (25/9/2015).
Pernyataan evaluatif, dalam paragraf ini terdapat pernyataan evaluatif yaitu “
Di situ banyak sekali yang sampai hari ini tempat tersebut menjadi ajang peredaran
narkotika “, padahal belum tentu semua diskotik di Jakarta Barat menjadi tempat
peredaran narkoba. Hal ini dikarenakan banyak orang yang berpikir secara subyektif
mengenai diskotik yang kerap dikaitkan dengan peredaran narkoba.

3. Polisi menduga kedua tersangka ini pernah melakukan aksi serupa, sehingga
polisi saat ini petugas masih melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. Sedangkan
untuk kasus kepemilikan senjata tajam, polisi akan menggunakan Undang-undang Darurat no
12 tahun 1951 dengan ancamanan hukuman maksimal 10 tahun penjara.
Pernyataan analitik, dalam pragraf ini terdapat pernyataan analitik yaitu “
Sedangkan untuk kasus kepemilikan senjata tajam, polisi akan menggunakan Undang-
undang Darurat no 12 tahun 1951 dengan ancamanan hukuman maksimal 10 tahun
penjara. “ . Semua orang tahu bila kita memiliki senjata tajam tanpa ijin khusus itu
melanggar perarturan. Hal itu sudah diketahui oleh semua orang dan itu sudah diatur
dalam undang – undang juga.

Link Web
http://regional.kompas.com/read/2015/09/25/22091901/Gempa.di.Yogyakarta.Tak.Pengaruhi.Aktivitas.Gunung.Merapi.
http://megapolitan.kompas.com/read/2015/09/25/12524331/DPRD.DKI.Usulkan.Penutupan.Diskotek.di.Seluruh.Jakarta
http://regional.kompas.com/read/2015/09/25/20402741/Rusak.Rumah.Warga.dan.Bawa.Pedang.Siswa.SMK.Diamankan.Polisi

Pernyataan Empiris : Perrnyataan yang ada kaitannya dengan penggunaan panca indera.
Seperti menyentuh, melihat, mendengarkan, dll.Pernyataan ini berupa fakta.
 Pernyataan Evaluatif : Pernyataan yang sudut pandangnya subjektif. Yang biasanya berasal
dari opini dan belum tentu kebenarannya.
Pernyataan Analitik : Pernyataan yang tanpa perlu kita telusuri lebih lanjut dapat kita ketahui
kebenarannya. Biasanya pernyataan ini bersifat umum. Selama ada kemungkinan untuk
menyatakan benar atau salah mungkin saja pernyataan itu merupakan pernyataan analitik.
Contohnya adalah bola ketika ditendang akan menggelinding.

Pertemuan Ke-Lima
1.Hal penting pada pertemuan kali ini adalah kita diajarkan untuk mencari tahu permasalahan yang ada dengan menggunakan delapan tahap berfikit kritis dan mencari solusinya.
2.Hal menariknya adalah kita dilatih untuk memecahkan masalah secara cepat dengan
menggunakan delapan tahap yang sudah diajarkan. Delapan tahap itu penting untuk melatih kita berpikir secara kritis dan kreatif. Kita diminta untuk menyelasaikan masalah mengenai iklan makanan ringan yang memaksa anak untuk menjadi konsumtif. Kita diminta untuk mencari solusi terbaik untuk menangani masalah tersebut . Selain itu kita juga membahas mengenai artikel tentang Rudi Rubiandini dan membedakan mana kalimat analitik, kalimat empiris , dan kalimat evaluatif. Serta membedakan antara fakta dan opini.
Pertemuan Ke-Enam
1 . Apakah hal-hal penting (konsep,pemikiran,pemahaman) yang diulas dalam pertemuan ini?
Hal penting yang di bahas pada pertemuan kali ini adalah valid atau tidak validnya
sebuah pernyataan dan juga apakah pernyataan itu dapat dikatakan benar atau tidak benar.

2. Apakah hal-hal yang menarik dan penting bagi anda sebagai mahasiswa dan mengapa?
Hal menariknya adalah kita diajarkan untuk berpikir secara kritis dalam menentukan
sebuah argumen itu valid atau tidak valid. Kita diajarkan untuk melihat berdasarkan
kalimatnya sebelum menentukan apakah pernyataan / argumen itu benar atau tidak benar.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar