Minggu, 11 Oktober 2015

Gendis N.F. (blm kelar)

Nama : Gendis Novidar Fabianti
NIM : 00000008444

Pertemuan Ke-tiga
Pertayaan Refleksi

1. Apakah hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang di ulas dalam pertemuan ketiga?
Hal penting yang saya pelajari pada Senin, 14 September 2015 adalah mengenai bagaimana membuat kalimat yang logis dan bermakna. Selain itu saya juga diajarkan mengenai perbedaan antara masuk akal dan logika. Masuk akal adalah pengetahuan yang bisa diterima oleh panca indra kita. Sedangkan logika memiliki hukum – hukum dalam berpiki.
Hal lain yang saya pelajari adalah mengenai perbedaan antara pernyataan dan kalimat. Pelajaran pada pertemuan kali ini tidak terlalu banyak yang dibahas, namun materi yang dibahas cukup sulit.

2. Apakah hal – hal yang menarik dan penting bagi anda sebagai mahasiswa? Mengapa?
      Bagi saya hal yang penting dan menarik pada pertemuan kali ini adalah mengenai membuat kalimat yang logis dan bermakna. Serta secara tidak langsung saya diajarkan untuk berani berpendapat mengenai sesuatu. Hal menarik lainnya adalah saat saya harus menjelaskan 1 kata yang terdapat pada video yang saya tonton. Karena hal itu cukup sulit bagi saya, dan saya gagal mengartikan dengan makna yang benar. Pada intinya pertemuan kali ini saya cukup kesulitan dalam memahami materi yang diberikan.

Tugas Berpikri Kritis

1.Apa urgensinya bagi mahasiswa ilmu komunikasi untuk belajar berpikir kritis dan kreatif?
Sebagai mahasiswa jurusan ilmu komunikasi pelajaran berpikir kritis dan kreatif sangat penting. Karena jika saya menjadi seorang jurnalis pasti saya mendapatkan berita dari banyak sumber. Nah dari beberapa sumber berita tersebut harus kita kritisi terlebih dahulu agar kita tidak secara mentah – mentah percaya akan suatu pristiwa. Dalam penulisan artikel juga penting agar kita bisa mencari bahasan topik yang tidak hanya mengikuti arus yang ada. Jadi belajar berpikir kritis dan kreatif sangat penting untuk meninggatkan kemampuan berpikir dan nalar mahasiswa ilmu komunikasi

2. Apa relevansinya antara kemampuan berpikir kritis dan kreatif dengan profesi dalam ilmu komunikasi seperti jurnalis atau public relation?
Relevansi antara kemampuan berpikir kritis dan kreatif dengan profesi ilmu komunikasi adalah membantu para jurnalis agar tidak mudah percaya begitu saja dengan satu sumber. Alangkah baiknya di kritisi dan di teliti terlebih dahulu agar tidak salah dalam menulis fakta berita.

Pertemuan Ke-empat
Pertayaan Refleksi

1. Apakah hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang di ulas dalam pertemuan keempat?
Pada Senin, 21 September 2015 hal yang diajarkan adalah hanya mengulang pelajaran 
yang telah diajarkan minggu lalu. Yang dibahas adalah mengenai pernyataan analitik, 
pernyataan faktual atau empiris serta pernyataan evaluatif. Setelah melakukan review 
tentang pelajaran minggu lalu, saya menjadi semakin memahami perberbedaan dari
ketika pernyataan tersebut. 

2. Apakah hal – hal yang menarik dan penting bagi anda sebagai mahasiswa? Mengapa?
Karena tidak membahas materi baru pada pertemuan kali ini saya cukup kebingungan
untuk mengisi hal yang penting sebagai mahasiswa. Namun saya dapat mengambil 
pelajaran bahwa melakukan pengulangan terhadap materi yang telah saya pelajari 
merupakan hal yang penting. Serta harus saya terapkan dalam kehidupan sehari – hari.
Seperti ketika membaca sebuah berita, artikel atau bahan bacaan lainnya dikatergorikan 
dimanakah pern yataan – pernytaan tersebut.  

Tugas Analisa Berita

1. Pernyataan Evaluatif

Bandung - Penyanyi Sherina Munaf mengaku dipalak geng motor di Jalan

Cihampelas, Kota Bandung, Minggu (20/9/2015) malam. Menanggapi hal itu

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyatakan istilah geng motor sudah tidak

dipakai lagi di Kota Bandung karena secara resmi telah dibubarkan oleh Wali

Kota Bandung sebelumnya, Dada Rosada.

http://news.detik.com/berita/3024235/sherina-ngaku-dipalak-geng-motor-ridwan-kamil-geng-motor-sudah-dibubarkan

Penjelasan :

 Pernyataan evaluatif adalah pernyataan yang berdasarkan penilaian·

subjektif seseorang.

 Seperti paragraf diatas bahwa Sherina mengatakan bahwa ia dipalak oleh·

geng motor. Sherina dapat mengatakan itu adalah geng motor

berdasarkan penilaian subjektif Sherina. Dan pemalak tersebut belum

tentu geng motor.

2. Pernyataan Analitik

Kedua, aksi selfie dengan mengayunkan tongkat selfienya bisa menghambat

kelancaran arus penumpang. Warga yang ingin menghindari aksi selfie bisa

berpotensi bertabrakan dengan penumpang lain.

"Bahkan bisa lebih buruk, orang yang menatap ke ponsel untuk mendapatkan

gambar yang bagus lupa akan pijakan mereka dan mudah jatuh ke jalur

kereta," tulis media tersebut.

http://dunia.tempo.co/read/news/2015/09/21/118702523/selfie-dan-tongsis-

dilarang-di-stasiun-kereta-jepang-kenapa

Penjelasan :

 Pernyataan analtik adalah pernyataan yang sudah ada pemahamannya langsung tanpa

harus dilakukan penelitian terlebih dahulu. Seperti penggalan paragraf berita diatas.

tanpa kita melakukan penelitian.

Kita sudah mengetahui dampak dari menggunakan tongkat selfie. Jadi

kebenarannya sudah jelas tanpa perlu ditelaah lebih dalam.

3. Pernyataan Empiris

Makkah - Roni Erdianto (34), jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam

JKS 61, menjadi saksi mata salah satu alasan kenapa kelompoknya banyak

tergiring ke jalan 204. Menurut pria asal Purwakarta ini, askarlah yang

membelokkan kelompok mereka keluar dari jalan seharusnya.

"Ada 3 orang askar. Aneh sekali. Padahal belok sudah kelihatan berjubel,"

tuturnya saat ditemui tim Media Center Haji di Maktab 7, Mina Jadid, Jumat

(26/9/2015).

http://news.detik.com/berita/3028550/saksi-mata-askar-belokkan-jemaah-haji-indonesia-ke-204

Penjelasan :

 Pernyataan empiris adalah pernyataan yang hanya dapat Seperti potongan paragraf berita diatas yang menjelaskan tentang dibuktikan berdasarkan panca indra kita.bukti bahwa terdapat tiga orang askar yang membelokkan jamaah haji. Dan pernyataan tersebut bukan berdasarkan pandangan subjektif. Namun ,sudah terlihat jelas oleh seorang saksi mata. Dengan kata lain bahwa tindakan yang dilakuan oleh tiga askar tesebut diketahui kebenarannya berasal dari pandangan yang merupakan panca indra si saksi mata.

Pertemuan Ke-lima
     
    1.Apakah hal hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuaan ini?

Hal hal yang penting yang saya dapatkan hari ini adalah kita diajarkan untuk berpikir kritis dan kreatif lewat sebuah berita. Kita diberikan contoh kasus dan berita lalu kita harus menganalisa berita tersebut melalui delapan tahap yang telah diajarkan dipertemukan sebelumnya.

2. Apakah hal hal yang menarik dan penting bagi anda sebagai mahasiswa dan mengapa?

Hal yang menarik sebagai mahasiswa tentunya adalah kita diajarkan untuk berfikir kritis dan kreatif dengan  cara menganalisa berita. Kita jadi lebih bisa menganalisa suatu permasalahan dan juga menemukan jawaban atau kesimpulan dari suatu permasalahan menurut sudut pandang kita sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar