Nama : Yashinta Mulya Sari
NIM : 00000008623
Nama : Yasinta Mulya Sari
NIM : 00000008623
Pertemuan I
1. Apakah hal-hal penting (konsep, pemikiran,
pemahaman) yang diulas dalam pertemuan ini?
Hal-hal penting yang saya dapatkan dari pertemuan
kemarin salah satunya mengenai konsep tentang “Level of Learning”. Dalam konsep
“Level of Learning” tersebut terdapat beberapa tahapan. Yang pertama adalah
remembering. Saat kita mendapatkan pengetahuan baru, kita pasti akan mengingatnya
terlebih dahulu. Kedua adalah understanding, dimana kita dituntut tidak hanya
untuk mengingat tetapi juga harus mengerti pengetahuan yang kita dapatkan.
Ketiga adalah applying, yakni menerapkan pengetahuan tersebut dalam bentuk
nyata (yang sesungguhnya). Ke empat adalah analyzing, dimana kita menganalisa
dengan mencari dari berbagai sumber tentang kepastian atau kebenaran dari
pengetahuan tersebut. Yang kelima adalah evaluating, dimana kita mengevaluasi keseluruhan
dari tahapan-tahapan sebelumnya. Terakhir adalah creating, dimana kita dapat
membuat sesuatu dari pengetahuan menjadi konsep yang berhasil. Mengenai
pemikiran yang saya dapatkan dari pertemuan kemarin bahwa critical and creative
thinking itu mempunyai perbedaan. Dalam critical thinking dimaksudkan bahwa
pemikiran pemikiran yang digunakan hanya terbatas pada satu jalur yang dianggap
selalu ‘benar’, dalam arti pemikiran tersebut masih terbatasi pada sesuatu yang
sudah ada. Sedangkan dalam creative thinking, pemikiran yang dipakai itu bebas,
tidak melulu terpatok pada batasan-batasan ataupun hal-hal yang benar atau sudah
ada. Pemikiran ini selalu menciptakan sesuatu yang baru, segar dengan ditambahi
sedikit critical thinking. Kemudian pemahaman yang saya dapatkan dalam pertemuan
kemarin bahwa jika memang kita mengetahui banyak hal (pengetahuan), kita akan
mudah lupa karena banyak sekali yang kita pelajari dan dapatkan. Tetapi akan
lebih baik jika kita mengetahui suatu hal daripada tidak sama sekali.
2. Apakah hal-hal yang menarik dan penting bagi anda
sebagai mahasiswa dan mengapa?
Hal-hal menarik bagi saya sebagai mahasiswa yaitu saya
tidak perlu lagi menggunakan seragam, karena menurut saya dengan memakai
seragam itu membuat saya kurang nyaman dalam melakukan aktivitas disekolah
seperti terbatasnya ruang gerak. Kedua yaitu tidak perlu lagi belajar 7-8 jam
dalam sehari selama 6 hari, karena menurut saya belajar dengan waktu selama itu
apalagi pada saat siang hari akan membuat saya susah sekali mengerti pelajaran
tersebut, karena sudah lebih dulu lelah dengan pelajaran sebelumnya. Ketiga,
hal yang menarik menurut saya sebagai mahasiswa yaitu disini pelajaran yang
saya pelajari itu lebih terarah karena pada saat memasuki dunia perkuliahan, pelajaran
yang dipelajari yaitu sesuai dengan minat dan bakat dalam bidang yang saya
pilih. Selain itu hal-hal penting sebagai mahasiswa menurut saya yakni, disini
kita dituntut untuk hidup mandiri. Contohnya, kita harus inisiatif mencatat dan
mencari informasi mengenai pelajaran maupun kegiatan-kegiatan di kampus yang
dapat menunjang kita dalam dunia perkuliahan secara mandiri karena disini
sebagai mahasiswa, kita tidak lagi diberi informasi dari guru seperti pada saat
kita bersekolah dulu.
Pertemuan II
1. Apakah hal-hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman)
yang diulas dalam pertemuanini?
Hal-hal penting yang saya dapatkan dari pertemuan
kedua kemarin yaitu bahwa
critical sama kritis itu berbeda. Kalau critical itu
hanya mengkritik suatu permasalahan yang
ada tetapi tidak memberikan suatu peyelesaian, solusi,
maupun saran. Sedangkan kritis itu
mengkritisi suatu permasalahan yang ada dan disertai
dengan pemecahan masalahannya dan
juga terdapat bisanya disertakan saran untuk
penyelesaian masalah tersebut.
Lalu dalam pertemuan kemarin juga dijelaskan bahwa
kita dapat dibantu dengan
beberapa pertanyaan dalam mengkritisi suatu hal yaitu
dengan pertanyaan apa, bagaimana,
dan mengapa. Pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya
menjelaskan seperti itu dapat membantu
kita menemukan jawaban saat kita sedang mengkritisi
hal tersebut.
2. Apakah hal-hal yang menarik dan penting bagi anda
sebagai mahasiswa dan mengapa?
Hal-hal yang penting dan menarik sebagai mahasiswa
dari pertemuan kedua kemarin
yaitu kita dapat belajar bagaimana cara bersikap
kritis yang benar. Karena banyak orang yang
salah mengartikan apa itu berpikir kritis dan
mengkritik.
Lalu menjadi pemikir yang kritis, kita juga di anjurkan
untuk out of the box, keluar
dari zona nyaman kita dalam mengambil kesimpulan dan
keputusan saat sedang mengkritisi
suatu hal. Keluar dari zona nyaman itu maksudnya kita
dapat kaluar dari pemikiran-
pemikiran yang biasanya ada dan yang biasanya
dijadikan patokan. Kita juga harus bersikap
obyektif sebagai pemikir kritis.
Sebagai mahaiswa pasti kita selalu dituntut untuk berpikir
kritis, maka dari itu ada
baiknya kita mengetahui apa itu menjadi pemikir kritis
yang baik.
Pertemuan III
Pertayaan Refleksi
1.
Apakah hal-hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas
dalam pertemuan ini?
Dalam pertemuan ketiga kali ini pemahaman yang saya dapatkan yaitu
pertama bahwa logis dan masuk akal itu berbeda. Logis diartikan logika yang
memiliki hukum-hukum berpikir sendiri. Dan masuk akal adalah pengetahuan umum
yang bisa diterima oleh indera. Jadi, logis itu adalah hasil dari pikiran kita
yang sudah kita analisa melalui pikiran diri sendiri. Dan masuk akal itu
pengetahuan umum yang kita tidak tahu mengapa kita bisa meyakininya.
Seolah-olah kita dapat menerima pengetahuan itu dengan sendirinya. Pemahaman
yang saya dapatkan selanjutnya yaitu jika kita menjadi pemikir kritis, kita
tidak boleh menjadi orang yang mudah percaya begitu saja. Karena saat kita
percaya, kita tidak berpikir secara rasional. Dalam pertemuan ini saya tahu
bedanya fakta dan opini. Fakta adalah suatu yang disampaikan dengan bukti nyata
dan faktual, sedangkan opini itu menginformasikan sesuatu kepada seseorang
tentang pemikiran kita.
Pemikiran yang saya dapatkan dalam pentingnya berpikir kritis dan
kreatif yaitu disini kita dapat mengenali kesalahan diri sendiri dan orang
lain. Karena saat kita berpikir kritis, kita perlu menganalisa hasil pemikiran
orang lain dan pemikiran diri sendiri untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Konsep yang saya dapatkan pada pertemuan kemarin juga cukup
banyak. Kita dapat memisah-misahkan pernyataan mencaji beberapa jenis. Pertama
ada pernyataan analitik, yaitu pernyataan yang bisa di analisi. Kedua,
pernyataan evaluative yaitu penilaian secara subyektif. Ketiga ada pernyataan faktual,
dan terakhir ada pernyataan empiris yaitu pernyataan yang ada dalam dunia kita,
bisa dianalisa oleh panca indera dan perlu dibuktikan.
2.
Apakah hal-hal yang menarik dan penting bagi anda sebagai
mahasiswa dan mengapa?
Hal-hal menarik dan penting bagi saya sebagai mahasiswa dalam
pertemuan kali ini yaitu kita sebagai mahasiswa dalam menghadapi dunia
perkuliahan pasti dituntut untuk dapat berpikir logis. Dari situ kita harus
dapat membedakan saat kita dihapadi suatu masalah, masalah itu logis atau hanya
sekedar masuk akal.
Kita juga pada saat menghadapi permasalahan tidak boleh langsung
cepat percaya dengan permasalahan tersebut. Terlebih dulu kita harus
menganalisa secara obyektif, dan selalu berpikir secara kritis. Karena jika
kita hanya tebawa dengan rasa percaya kita sebagai mahasiswa tidak dapat
menjadi mahasiswa yang berpikir secara rasional.
Ada untungnya juga kita
sebagai mahasiswa dituntut untuk dapat berpikir kritis dan kreatif. Karena
darisitulah kita dapat memahami pemikiran dan kesalahan orang lain juga kita. Semakin
banyaknya permasalah yang dapat kita pecahkan dengan baik, semakin matanglah
kita menjadi mahasiswa yang baik dalam berpikir kritis.
Berpikir Kritis
1.
Apa urgensinya bagi mahasiswa ilmu komunikasi untuk belajar
berpikir kritis dan kreatif?
Sebagai
mahasiswa, penting bagi kita untuk berpikir kritis dan kreatif. Karena bagi
kita sebagai mahasiswa dalam dunia perkuliahan pasti dihadapkan dengan begitu
banyak permasalahan. Dari permasalahan tersebut, kita pasti dituntut untuk
berpikir kritis dan kreatif. Karena jika kita mencoba untuk berpikir kritis dan
kreatif, kita akan semakin matang dan luwes dalam menghadapi berbagai macam
persoalan. Tidak perlu bingung lagi saat menyelesaikan permasalahan. Karena
saat kita berpikir kritis dan kreatif, kita pasti diharuskan berpikir dengan
pola ‘out of the box’ dan itu akan mengasah pemikiran kita lebih luas dan
tajam. Jadi itu merupakan salah satu keuntungan dan pentingnya kita
sebagai mahasiswa untuk berpikir kritis dan kreatif.
2.
Apa relevansinya antara kemampuan berpikir kritis dan kreatif
dengan profesi dalam ilmu komunikasi seperti jurnalist atau public relation?
Kita tahu bahwa dalam dunia jurnalist dan public relation, banyak
sekali permasalahan yang menuntut kita untuk mampu menyelesaikannya secara
kritis dan kreatif. Seperti halnya pada jurnalist. Seorang jurnalist sebelumnya
saat menulis berita, pasti harus menganalisis berita tersebut apakah sudah
akurat atau belum. Dari situlah mereka akan menggunakan kemampuan berpikir
kritis dan kreatifnya dalam menyelesaikan persoalan untuk menghasilkan sebuah
berita yang kritis. Dan saat seorang jurnalist menulis berita, mereka juga
tidak hanya berpikir secara kritis, namun juga harus kreatif dalam mengambil
topik. Gaya penulisan beritanya juga jangan monoton, punya gaya penulisan
sendiri.
Relevansinya dengan public relation yaitu saat menjadi seorang
public relation, kita dituntut untuk dapat menyelesaikan masalah yang menimpa
perusahaan dimana kita bekerja. Otomatis kita harus diperlukan untuk
menganalisa permasalahan tersebut secara kritis dan kreatif. Tidak hanya dalam
penyelesaian masalahnya saja, tetapi kita juga harus dapat meyakinkan kepada
relasi kita dengan apa yang kita utarakan. Kreatif dalam berbicara juga sangat
dibutuhkan oleh public relation.
Pertemuan IV
1. Apakah
hal-hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuan ini?
Dalam pertemuan keempat kemarin
sebenarnya lebih mengulang lagi pada pertemuan
ketiga.
Dimana dibahas mengenai jenis-jenis dari pernyataan. Yaitu ada pernyataan
empiris, pernyataan analitik, dan
pernyataan evaluatif.Pernyataan empiris adalah pernyataan yang tidak cukup
dengan hanya mengetahuimakna kata saja, tetapi juga perlu dianalisis.
Pernyataan analitik merupakan pernyataanyang cukup hanya dengan memaknai makna
kata saja, bisa secara langsung dianalisi olehotak. Sedangkan pernyataan
evaluatif adalah jika benar atau salah berasal dari opini ataupendapat
seseorang dalam kata lain yakni subyektif.
Yang
berbeda dalam pertemuan keempat kemarin yaitu saya mendapatkan informasi
baru
mengenai perbedaan dari egois dan selfish. Kalo egois itu dilakukan demi
kebaikan
diri sendiri dan orang lain.
Sedangkan selfish itu maknanya semata-mata negatif, melihat
hanya untuk kepentingan diri
sendiri.
2. Apakah hal-hal yang menarik dan
penting bagi anda sebagai mahasiswa dan mengapa?
Hal-hal penting bagi saya dalam
pertemuan keempat kali ini sebagai mahasiswa yaitu
tidak
masalah bagi kita seorang mahasiswa untuk bersikap egois mau dalam dunia
perkuliahan
maupun diluar itu. Karena didunia yang berkembang seperti ini, persaingan
sangat
sengit jadi sulit bagi kita dapat bersaing jika kita tidak menimbulkan sedikit
rasa
egois
dalam diri kita. Egois dalam arti kita egois tidak hanya melihat bagi
kepentingan dan
keuntungan
diri kita saja tetapi kita juga melihat bagi kepentingan orang lain juga (egois
positif). Dan egois sendiri juga sebenarnya penting untuk perkembangan kita.
Tugas Analisa Berita
1. Selamat dari Tragedi di Mina,
Jemaah Mesir : Seperti Terbawa Gelombang
(Sumber: detikNews_Jumat, 25
September 2015_12.50 WIB)
“Insiden saling dorong dan saling
injak yang terjadi di Mina, Arab Saudi menjadi trauma tersendiri
bagi jemaah haji. Satu jemaah haji
asal Mesir menyebut suasananya seperti terbawa gelombang di
lautan yang tidak bisa dilawan.”
Menurut saya ini termasuk kedalam
pernyataan analitik, karena pada baris pertama dalam
peragraf tersebut dijelaskan
terjadinya insiden saling dorong dan saling injak menjadi trauma bagi
jemaah haji. Dimana jika seseorang
diposisikan dalam keadaan tersebut pasti ia juga akan
mengalami trauma yang sama seperti
para jemaah haji. Bagaimana tidak, yang namanya insiden
seperti itu jelas mengerikan dan
para jemaah yang mengalami itu pasti akan trauma ketika
dihadapkan lagi dengan peristiwa
seperti itu. Dan kita tahu sendiri jika peristiwa seperti itu pasti
akan menyebabkan trauma.
2. Ancaman Kekeringan, Pemerintah
Pastikan Stok Beras Bulog Aman Hingga Akhir 2015
(Sumber: Kompas.com_Jumat, 25
September 2015_15:40)
“Dia mengatakan, jika dibanding
dengan stok beras tahun 2014, tahun ini stok beras Bulog masih
relatif lebih baik. Namun,
pemerintah juga masih menghitung seberapa besar dampak dari El Nino
ini.”
Menurut saya ini termasuk kedalam
pernyataan evaluatif, karena dia (pemerintah) hanya
mengutarakan pendapatnya sendiri
yang menurutnya benar. Dan di paragraf ini juga bersifat
subyektif karena hanya diambil dari
sudut pandang dia (pemerintah), tidak dilihat secara
menyeluruh. Lagi pula juga tidak
ada analisi yang membenarkan bahwa stok beras Bulog lebih baik
dibanding stok beras tahun 2014.
Jadi dalam paragraf ini termasuk dalam pernyataan evaluatif.
3. Selamat dari Tragedi di
Mina, Jemaah Mesir : Seperti Terbawa Gelombang
(Sumber: detikNews_Jumat, 25
September 2015_12.50 WIB)
“Sejauh ini, sudah 717 orang yang
meninggal dalam tragedi yang terjadi Kamis (24/9) waktu
setempat ini. Sedangkan korban
luka-luka mencapai lebih dari 880 orang lainnya. Otoritas Saudi
Tengah melakukan penyelidikan
menyeluruh atas tragedi ini.”
Menurut saya ini termasuk dalam
pernyataan empiris, karena isi dalam paragraf ini bukan hanya bisa
mengetahui makna paragraf tersebut, tetapi juga terdapat analisi dalam
paragraf
tersebut. Kita dapat memaknai bahwa
memang ada 717 orang yang meninggal dan terdapat 880
orang luka-luka. Dari hasil
tersebut sebelumnya pasti ada analisis yang telah dilakukan. Analisis
tersebut telah dilakukan oleh
Otoritas Saudi Tengah.
Pertemuan V
1. Apakah hal-hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang
diulas dalam pertemuanini?
Dalam pertemuan
kelima kali ini hal-hal penting yang saya dapat yaitu pemahaman
tentang tentang fakta dan opini. Dijelaskan kemarin bahwa fakta
itu sesuatu yang bisadibuktikan atau dibantah, fakta juga merupakan suatu hal
yang sudah terjadi. Fakta itumemang benar ada, suatu hal nyata, bisa dipercaya,
dan sumbernya dapat diuji kebenarannya karena pastinya sudah melalui tahap
verifikasi. Sedangkan opini itu adalah itu merupakan keyakinan dari
seseorang (personal belief), jadi seperti pendapat dari orang tersebut,
biasanya
pendapat tersebut benar tetapi hanya dimata orang yang menyatakan
pendapat tersebut, istilah
lainnya subyektif.
Opini itu kabur dan samar, dalam arti tidak jelas kebenarannya. Opini itu sifatnya
menilai karena opini itu pasti merupakan suatu pendapat, dan pendapat orang itu
merupakan tindakan menilai.Dalam pertemuan kemarin juga kita menganalisis
berita dengan menggunakan langkah-langkah dalam berpikir kritis. Jadi dalam
langkah-langkah tersebut yang pertama yaitu mengenali masalah, kedua menemukan
cara-cara menangani masalah, mengumpulkan dan menyusun informasi yang
diperlukan, mengenali asumsi-asumsi, menggunakan bahasa
yang tepat, jelas dan khas (jangan bias), mengevaluasi (data,
fakta, serta pernyataan-pernyataan) dalam berita, mencermati hubungan logis,
dan yang terakhir menarik kesimpulan atau pendapat.
2. Apakah hal-hal
yang menarik dan penting bagi anda sebagai mahasiswa dan mengapa?
Hal-hal yang
penting dan menarik bagi saya sebagai mahasiswa dalam pertemuan
kali ini yaitu ternyata saat menganalisi berita itu ternyata ada
langkah-langkah yang bisa kitapakai untuk mempermudah dalam menganalisis.Sebelumnya
saat saya disuruh menganalisis berita hanya langsung cari masalahnya dan
setelah itu cari penyelesaiannya, tapi ternyata masih banyak langkah-langkah
yang saya
lewati. Untuk mengkritisi sebuah berita memang tidak mudah, tapi
kita sebagai mahasiswa hendaknya dapat memecahkan itu. Karena mau tidak mau
dalam dunia kita sekarang sebagai mahasiswa maupun nanti saat bekerja, semua
hal pasti akan dikerjakan secara kritis. Jadi dengan adanya langkah-langkah
tadi sangat penting bagi saya sebagai mahasiswa untukmenerapkannya.
Pertemuan VI
1. Apakah hal-hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman)
yang diulas dalam pertemuan
ini?
Hal-hal penting yang diulas dalam pertemuan ke enam
kemarin yaitu mengenai
argumen. Argumen itu bukan berati suatu pertikaian
atau cekcok tetapi suatu usaha
membenarkan atau membuktikan suatu kesimpulan. Berargumentasi
dan mengevaluasi
argumen adalah mencapai suatu pendapat berdasarkan
refleksi. Bila bertemu dengan kalimat
yang menggunakan kata ‘jika’ ‘maka’ itu hanya mau
memberikan informasi saja, bukan
merupakan argumen atau sesuatu yang diperdebatkan. merupakan
sebuah pernyataan yang mengemukakan alasan atau bukti sedangkan konklusi merupakan
sebuah pernyataan saja tanpa disertai bukti maupun alasan. Kita bisa dengan mudah
mengetahui bahwa suatu kalimat itu merupakan kesimpulan atau bukan dengan melihat
kata petunjuk seperti ‘karena itu’, ‘jadi’, dan ‘oleh sebab itu’. induktif itu
tidak pasti, dependen, kesimpulan kurang pasti, khusus-umum. Dan kalimat deduktif
sendiri merupakan kalimat yang pasti, independen, kesimpulannya pasti, umum-khusus.
Dan dalam kalimat deduktif terbagi menjadi 2, yaitu kalimat deduktif valid dan
non valid. Valid berarti premis dan kesimpulannya saling berhubungan dan non
valid adalah kebalikannya.
2. Apakah hal-hal yang menarik dan penting bagi anda
sebagai mahasiswa dan mengapa?
Hal-hal menarik dan penting bagi saya sebagai mahasiswa
dalam pertemuan ke enam
kali ini yaitu saya dapat mengerti apa itu argumen
yang sebenarnya. Karena selama ini yang
saya lihat hanyalah sebuah argumen yang di utarakan dengan
‘ngotot’ untuk mengetahui
manakah argumen yang paling kuat. Memang benar jika
kita sedang berargumen, kita harus mempertahankan argumen yang kita pegang,
tetapi sebagai mahasiswa yang berpendidikan tentunya kita tidak akan mengutarakan
argumen dengan cara seperti tadi. Tentunya argumen yang baik itu harus ada bukti
dan alasan dan sebelumnya sudah melalui tahap evaluasi. Argumen itu terdiri
dari dua, yakni premis dan konklusi. Premis sendiri Kemarin juga membahas
mengenai kalimat deduktif dan induktif. Sebuah kalimat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar