Minggu, 11 Oktober 2015

Yashinta M.S.

Nama : Yashinta Mulya Sari
NIM : 00000008623
Nama : Yasinta Mulya Sari
NIM : 00000008623
Pertemuan I
1. Apakah hal-hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuan ini?
Hal-hal penting yang saya dapatkan dari pertemuan kemarin salah satunya mengenai konsep tentang “Level of Learning”. Dalam konsep “Level of Learning” tersebut terdapat beberapa tahapan. Yang pertama adalah remembering. Saat kita mendapatkan pengetahuan baru, kita pasti akan mengingatnya terlebih dahulu. Kedua adalah understanding, dimana kita dituntut tidak hanya untuk mengingat tetapi juga harus mengerti pengetahuan yang kita dapatkan. Ketiga adalah applying, yakni menerapkan pengetahuan tersebut dalam bentuk nyata (yang sesungguhnya). Ke empat adalah analyzing, dimana kita menganalisa dengan mencari dari berbagai sumber tentang kepastian atau kebenaran dari pengetahuan tersebut. Yang kelima adalah evaluating, dimana kita mengevaluasi keseluruhan dari tahapan-tahapan sebelumnya. Terakhir adalah creating, dimana kita dapat membuat sesuatu dari pengetahuan menjadi konsep yang berhasil. Mengenai pemikiran yang saya dapatkan dari pertemuan kemarin bahwa critical and creative thinking itu mempunyai perbedaan. Dalam critical thinking dimaksudkan bahwa pemikiran pemikiran yang digunakan hanya terbatas pada satu jalur yang dianggap selalu ‘benar’, dalam arti pemikiran tersebut masih terbatasi pada sesuatu yang sudah ada. Sedangkan dalam creative thinking, pemikiran yang dipakai itu bebas, tidak melulu terpatok pada batasan-batasan ataupun hal-hal yang benar atau sudah ada. Pemikiran ini selalu menciptakan sesuatu yang baru, segar dengan ditambahi sedikit critical thinking. Kemudian pemahaman yang saya dapatkan dalam pertemuan kemarin bahwa jika memang kita mengetahui banyak hal (pengetahuan), kita akan mudah lupa karena banyak sekali yang kita pelajari dan dapatkan. Tetapi akan lebih baik jika kita mengetahui suatu hal daripada tidak sama sekali.
2. Apakah hal-hal yang menarik dan penting bagi anda sebagai mahasiswa dan mengapa?
Hal-hal menarik bagi saya sebagai mahasiswa yaitu saya tidak perlu lagi menggunakan seragam, karena menurut saya dengan memakai seragam itu membuat saya kurang nyaman dalam melakukan aktivitas disekolah seperti terbatasnya ruang gerak. Kedua yaitu tidak perlu lagi belajar 7-8 jam dalam sehari selama 6 hari, karena menurut saya belajar dengan waktu selama itu apalagi pada saat siang hari akan membuat saya susah sekali mengerti pelajaran tersebut, karena sudah lebih dulu lelah dengan pelajaran sebelumnya. Ketiga, hal yang menarik menurut saya sebagai mahasiswa yaitu disini pelajaran yang saya pelajari itu lebih terarah karena pada saat memasuki dunia perkuliahan, pelajaran yang dipelajari yaitu sesuai dengan minat dan bakat dalam bidang yang saya pilih. Selain itu hal-hal penting sebagai mahasiswa menurut saya yakni, disini kita dituntut untuk hidup mandiri. Contohnya, kita harus inisiatif mencatat dan mencari informasi mengenai pelajaran maupun kegiatan-kegiatan di kampus yang dapat menunjang kita dalam dunia perkuliahan secara mandiri karena disini sebagai mahasiswa, kita tidak lagi diberi informasi dari guru seperti pada saat

kita bersekolah dulu.
Pertemuan II
1. Apakah hal-hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuanini?
Hal-hal penting yang saya dapatkan dari pertemuan kedua kemarin yaitu bahwa
critical sama kritis itu berbeda. Kalau critical itu hanya mengkritik suatu permasalahan yang
ada tetapi tidak memberikan suatu peyelesaian, solusi, maupun saran. Sedangkan kritis itu
mengkritisi suatu permasalahan yang ada dan disertai dengan pemecahan masalahannya dan
juga terdapat bisanya disertakan saran untuk penyelesaian masalah tersebut.
Lalu dalam pertemuan kemarin juga dijelaskan bahwa kita dapat dibantu dengan
beberapa pertanyaan dalam mengkritisi suatu hal yaitu dengan pertanyaan apa, bagaimana,
dan mengapa. Pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya menjelaskan seperti itu dapat membantu
kita menemukan jawaban saat kita sedang mengkritisi hal tersebut.

2. Apakah hal-hal yang menarik dan penting bagi anda sebagai mahasiswa dan mengapa?
Hal-hal yang penting dan menarik sebagai mahasiswa dari pertemuan kedua kemarin
yaitu kita dapat belajar bagaimana cara bersikap kritis yang benar. Karena banyak orang yang
salah mengartikan apa itu berpikir kritis dan mengkritik.
Lalu menjadi pemikir yang kritis, kita juga di anjurkan untuk out of the box, keluar
dari zona nyaman kita dalam mengambil kesimpulan dan keputusan saat sedang mengkritisi
suatu hal. Keluar dari zona nyaman itu maksudnya kita dapat kaluar dari pemikiran-
pemikiran yang biasanya ada dan yang biasanya dijadikan patokan. Kita juga harus bersikap
obyektif sebagai pemikir kritis.
Sebagai mahaiswa pasti kita selalu dituntut untuk berpikir kritis, maka dari itu ada
baiknya kita mengetahui apa itu menjadi pemikir kritis yang baik.

Pertemuan III
Pertayaan Refleksi
1.      Apakah hal-hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuan ini?
Dalam pertemuan ketiga kali ini pemahaman yang saya dapatkan yaitu pertama bahwa logis dan masuk akal itu berbeda. Logis diartikan logika yang memiliki hukum-hukum berpikir sendiri. Dan masuk akal adalah pengetahuan umum yang bisa diterima oleh indera. Jadi, logis itu adalah hasil dari pikiran kita yang sudah kita analisa melalui pikiran diri sendiri. Dan masuk akal itu pengetahuan umum yang kita tidak tahu mengapa kita bisa meyakininya. Seolah-olah kita dapat menerima pengetahuan itu dengan sendirinya. Pemahaman yang saya dapatkan selanjutnya yaitu jika kita menjadi pemikir kritis, kita tidak boleh menjadi orang yang mudah percaya begitu saja. Karena saat kita percaya, kita tidak berpikir secara rasional. Dalam pertemuan ini saya tahu bedanya fakta dan opini. Fakta adalah suatu yang disampaikan dengan bukti nyata dan faktual, sedangkan opini itu menginformasikan sesuatu kepada seseorang tentang pemikiran kita.
Pemikiran yang saya dapatkan dalam pentingnya berpikir kritis dan kreatif yaitu disini kita dapat mengenali kesalahan diri sendiri dan orang lain. Karena saat kita berpikir kritis, kita perlu menganalisa hasil pemikiran orang lain dan pemikiran diri sendiri untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Konsep yang saya dapatkan pada pertemuan kemarin juga cukup banyak. Kita dapat memisah-misahkan pernyataan mencaji beberapa jenis. Pertama ada pernyataan analitik, yaitu pernyataan yang bisa di analisi. Kedua, pernyataan evaluative yaitu penilaian secara subyektif. Ketiga ada pernyataan faktual, dan terakhir ada pernyataan empiris yaitu pernyataan yang ada dalam dunia kita, bisa dianalisa oleh panca indera dan perlu dibuktikan.

2.                  Apakah hal-hal yang menarik dan penting bagi anda sebagai mahasiswa dan mengapa?
Hal-hal menarik dan penting bagi saya sebagai mahasiswa dalam pertemuan kali ini yaitu kita sebagai mahasiswa dalam menghadapi dunia perkuliahan pasti dituntut untuk dapat berpikir logis. Dari situ kita harus dapat membedakan saat kita dihapadi suatu masalah, masalah itu logis atau hanya sekedar masuk akal.
Kita juga pada saat menghadapi permasalahan tidak boleh langsung cepat percaya dengan permasalahan tersebut. Terlebih dulu kita harus menganalisa secara obyektif, dan selalu berpikir secara kritis. Karena jika kita hanya tebawa dengan rasa percaya kita sebagai mahasiswa tidak dapat menjadi mahasiswa yang berpikir secara rasional.

 Ada untungnya juga kita sebagai mahasiswa dituntut untuk dapat berpikir kritis dan kreatif. Karena darisitulah kita dapat memahami pemikiran dan kesalahan orang lain juga kita. Semakin banyaknya permasalah yang dapat kita pecahkan dengan baik, semakin matanglah kita menjadi mahasiswa yang baik dalam berpikir kritis.

Berpikir Kritis

1.      Apa urgensinya bagi mahasiswa ilmu komunikasi untuk belajar berpikir kritis dan kreatif?

  Sebagai mahasiswa, penting bagi kita untuk berpikir kritis dan kreatif. Karena bagi kita sebagai mahasiswa dalam dunia perkuliahan pasti dihadapkan dengan begitu banyak permasalahan. Dari permasalahan tersebut, kita pasti dituntut untuk berpikir kritis dan kreatif. Karena jika kita mencoba untuk berpikir kritis dan kreatif, kita akan semakin matang dan luwes dalam menghadapi berbagai macam persoalan. Tidak perlu bingung lagi saat menyelesaikan permasalahan. Karena saat kita berpikir kritis dan kreatif, kita pasti diharuskan berpikir dengan pola ‘out of the box’ dan itu akan mengasah pemikiran kita lebih luas dan tajam. Jadi itu  merupakan salah satu keuntungan dan pentingnya kita sebagai mahasiswa untuk berpikir kritis dan kreatif.

2.                  Apa relevansinya antara kemampuan berpikir kritis dan kreatif dengan profesi dalam ilmu komunikasi seperti jurnalist atau public relation?

Kita tahu bahwa dalam dunia jurnalist dan public relation, banyak sekali permasalahan yang menuntut kita untuk mampu menyelesaikannya secara kritis dan kreatif. Seperti halnya pada jurnalist. Seorang jurnalist sebelumnya saat menulis berita, pasti harus menganalisis berita tersebut apakah sudah akurat atau belum. Dari situlah mereka akan menggunakan kemampuan berpikir kritis dan kreatifnya dalam menyelesaikan persoalan untuk menghasilkan sebuah berita yang kritis. Dan saat seorang jurnalist menulis berita, mereka juga tidak hanya berpikir secara kritis, namun juga harus kreatif dalam mengambil topik. Gaya penulisan beritanya juga jangan monoton, punya gaya penulisan sendiri.
Relevansinya dengan public relation yaitu saat menjadi seorang public relation, kita dituntut untuk dapat menyelesaikan masalah yang menimpa perusahaan dimana kita bekerja. Otomatis kita harus diperlukan untuk menganalisa permasalahan tersebut secara kritis dan kreatif. Tidak hanya dalam penyelesaian masalahnya saja, tetapi kita juga harus dapat meyakinkan kepada relasi kita dengan apa yang kita utarakan. Kreatif dalam berbicara juga sangat dibutuhkan oleh public relation.

Pertemuan IV
1. Apakah hal-hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuan ini?

Dalam pertemuan keempat kemarin sebenarnya lebih mengulang lagi pada pertemuan
ketiga. Dimana dibahas mengenai jenis-jenis dari pernyataan. Yaitu ada pernyataan
empiris, pernyataan analitik, dan pernyataan evaluatif.Pernyataan empiris adalah pernyataan yang tidak cukup dengan hanya mengetahuimakna kata saja, tetapi juga perlu dianalisis. Pernyataan analitik merupakan pernyataanyang cukup hanya dengan memaknai makna kata saja, bisa secara langsung dianalisi olehotak. Sedangkan pernyataan evaluatif adalah jika benar atau salah berasal dari opini ataupendapat seseorang dalam kata lain yakni subyektif.
Yang berbeda dalam pertemuan keempat kemarin yaitu saya mendapatkan informasi
baru mengenai perbedaan dari egois dan selfish. Kalo egois itu dilakukan demi kebaikan
diri sendiri dan orang lain. Sedangkan selfish itu maknanya semata-mata negatif, melihat
hanya untuk kepentingan diri sendiri.

2. Apakah hal-hal yang menarik dan penting bagi anda sebagai mahasiswa dan mengapa?

Hal-hal penting bagi saya dalam pertemuan keempat kali ini sebagai mahasiswa yaitu
tidak masalah bagi kita seorang mahasiswa untuk bersikap egois mau dalam dunia
perkuliahan maupun diluar itu. Karena didunia yang berkembang seperti ini, persaingan
sangat sengit jadi sulit bagi kita dapat bersaing jika kita tidak menimbulkan sedikit rasa
egois dalam diri kita. Egois dalam arti kita egois tidak hanya melihat bagi kepentingan dan
keuntungan diri kita saja tetapi kita juga melihat bagi kepentingan orang lain juga (egois positif). Dan egois sendiri juga sebenarnya penting untuk perkembangan kita.

Tugas Analisa Berita

1. Selamat dari Tragedi di Mina, Jemaah Mesir : Seperti Terbawa Gelombang

(Sumber: detikNews_Jumat, 25 September 2015_12.50 WIB)

“Insiden saling dorong dan saling injak yang terjadi di Mina, Arab Saudi menjadi trauma tersendiri

bagi jemaah haji. Satu jemaah haji asal Mesir menyebut suasananya seperti terbawa gelombang di

lautan yang tidak bisa dilawan.”

Menurut saya ini termasuk kedalam pernyataan analitik, karena pada baris pertama dalam

peragraf tersebut dijelaskan terjadinya insiden saling dorong dan saling injak menjadi trauma bagi

jemaah haji. Dimana jika seseorang diposisikan dalam keadaan tersebut pasti ia juga akan

mengalami trauma yang sama seperti para jemaah haji. Bagaimana tidak, yang namanya insiden

seperti itu jelas mengerikan dan para jemaah yang mengalami itu pasti akan trauma ketika

dihadapkan lagi dengan peristiwa seperti itu. Dan kita tahu sendiri jika peristiwa seperti itu pasti

akan menyebabkan trauma.

2. Ancaman Kekeringan, Pemerintah Pastikan Stok Beras Bulog Aman Hingga Akhir 2015

(Sumber: Kompas.com_Jumat, 25 September 2015_15:40)

“Dia mengatakan, jika dibanding dengan stok beras tahun 2014, tahun ini stok beras Bulog masih

relatif lebih baik. Namun, pemerintah juga masih menghitung seberapa besar dampak dari El Nino

ini.”

Menurut saya ini termasuk kedalam pernyataan evaluatif, karena dia (pemerintah) hanya

mengutarakan pendapatnya sendiri yang menurutnya benar. Dan di paragraf ini juga bersifat

subyektif karena hanya diambil dari sudut pandang dia (pemerintah), tidak dilihat secara

menyeluruh. Lagi pula juga tidak ada analisi yang membenarkan bahwa stok beras Bulog lebih baik

dibanding stok beras tahun 2014. Jadi dalam paragraf ini termasuk dalam pernyataan evaluatif.

3.  Selamat dari Tragedi di Mina, Jemaah Mesir : Seperti Terbawa Gelombang

(Sumber: detikNews_Jumat, 25 September 2015_12.50 WIB)

“Sejauh ini, sudah 717 orang yang meninggal dalam tragedi yang terjadi Kamis (24/9) waktu

setempat ini. Sedangkan korban luka-luka mencapai lebih dari 880 orang lainnya. Otoritas Saudi

Tengah melakukan penyelidikan menyeluruh atas tragedi ini.”

Menurut saya ini termasuk dalam pernyataan empiris, karena isi dalam paragraf ini bukan hanya bisa  mengetahui makna paragraf tersebut, tetapi juga terdapat analisi dalam paragraf

tersebut. Kita dapat memaknai bahwa memang ada 717 orang yang meninggal dan terdapat 880

orang luka-luka. Dari hasil tersebut sebelumnya pasti ada analisis yang telah dilakukan. Analisis

tersebut telah dilakukan oleh Otoritas Saudi Tengah.

Pertemuan V
1. Apakah hal-hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuanini?

Dalam pertemuan kelima kali ini hal-hal penting yang saya dapat yaitu pemahaman
tentang tentang fakta dan opini. Dijelaskan kemarin bahwa fakta itu sesuatu yang bisadibuktikan atau dibantah, fakta juga merupakan suatu hal yang sudah terjadi. Fakta itumemang benar ada, suatu hal nyata, bisa dipercaya, dan sumbernya dapat diuji kebenarannya karena pastinya sudah melalui tahap verifikasi.  Sedangkan opini itu adalah itu merupakan keyakinan dari seseorang (personal belief), jadi seperti pendapat dari orang tersebut, biasanya
pendapat tersebut benar tetapi hanya dimata orang yang menyatakan pendapat tersebut, istilah

lainnya subyektif. Opini itu kabur dan samar, dalam arti tidak jelas kebenarannya. Opini itu sifatnya menilai karena opini itu pasti merupakan suatu pendapat, dan pendapat orang itu merupakan tindakan menilai.Dalam pertemuan kemarin juga kita menganalisis berita dengan menggunakan langkah-langkah dalam berpikir kritis. Jadi dalam langkah-langkah tersebut yang pertama yaitu mengenali masalah, kedua menemukan cara-cara menangani masalah, mengumpulkan dan menyusun informasi yang diperlukan, mengenali asumsi-asumsi, menggunakan bahasa
yang tepat, jelas dan khas (jangan bias), mengevaluasi (data, fakta, serta pernyataan-pernyataan) dalam berita, mencermati hubungan logis, dan yang terakhir menarik kesimpulan atau pendapat.

2. Apakah hal-hal yang menarik dan penting bagi anda sebagai mahasiswa dan mengapa?

Hal-hal  yang penting dan menarik bagi saya sebagai mahasiswa dalam pertemuan
kali ini yaitu ternyata saat menganalisi berita itu ternyata ada langkah-langkah yang bisa kitapakai untuk mempermudah dalam menganalisis.Sebelumnya saat saya disuruh menganalisis berita hanya langsung cari masalahnya dan setelah itu cari penyelesaiannya, tapi ternyata masih banyak langkah-langkah yang saya
lewati. Untuk mengkritisi sebuah berita memang tidak mudah, tapi kita sebagai mahasiswa hendaknya dapat memecahkan itu. Karena mau tidak mau dalam dunia kita sekarang sebagai mahasiswa maupun nanti saat bekerja, semua hal pasti akan dikerjakan secara kritis. Jadi dengan adanya langkah-langkah tadi sangat penting bagi saya sebagai mahasiswa untukmenerapkannya.

Pertemuan VI
1. Apakah hal-hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuan
ini?
Hal-hal penting yang diulas dalam pertemuan ke enam kemarin yaitu mengenai
argumen. Argumen itu bukan berati suatu pertikaian atau cekcok tetapi suatu usaha
membenarkan atau membuktikan suatu kesimpulan. Berargumentasi dan mengevaluasi
argumen adalah mencapai suatu pendapat berdasarkan refleksi. Bila bertemu dengan kalimat
yang menggunakan kata ‘jika’ ‘maka’ itu hanya mau memberikan informasi saja, bukan
merupakan argumen atau sesuatu yang diperdebatkan. merupakan sebuah pernyataan yang mengemukakan alasan atau bukti sedangkan konklusi merupakan sebuah pernyataan saja tanpa disertai bukti maupun alasan. Kita bisa dengan mudah mengetahui bahwa suatu kalimat itu merupakan kesimpulan atau bukan dengan melihat kata petunjuk seperti ‘karena itu’, ‘jadi’, dan ‘oleh sebab itu’. induktif itu tidak pasti, dependen, kesimpulan kurang pasti, khusus-umum. Dan kalimat deduktif sendiri merupakan kalimat yang pasti, independen, kesimpulannya pasti, umum-khusus. Dan dalam kalimat deduktif terbagi menjadi 2, yaitu kalimat deduktif valid dan non valid. Valid berarti premis dan kesimpulannya saling berhubungan dan non valid adalah kebalikannya.

2. Apakah hal-hal yang menarik dan penting bagi anda sebagai mahasiswa dan mengapa?

Hal-hal menarik dan penting bagi saya sebagai mahasiswa dalam pertemuan ke enam
kali ini yaitu saya dapat mengerti apa itu argumen yang sebenarnya. Karena selama ini yang
saya lihat hanyalah sebuah argumen yang di utarakan dengan ‘ngotot’ untuk mengetahui

manakah argumen yang paling kuat. Memang benar jika kita sedang berargumen, kita harus mempertahankan argumen yang kita pegang, tetapi sebagai mahasiswa yang berpendidikan tentunya kita tidak akan mengutarakan argumen dengan cara seperti tadi. Tentunya argumen yang baik itu harus ada bukti dan alasan dan sebelumnya sudah melalui tahap evaluasi. Argumen itu terdiri dari dua, yakni premis dan konklusi. Premis sendiri Kemarin juga membahas mengenai kalimat deduktif dan induktif. Sebuah kalimat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar