Rabu, 23 September 2015

Alexsandra E.W.

Alexsandra Ekhe Wahyu
00000008853

First Meeting..
CRITICAL & CREATIVE THINKING
            Hal-hal penting (konsep, pemahaman, pemikiran) yang diulas dalam pertemuan
ini adalah tentang suatu keterampilan (skill) berpikir seseorang pada jurusan ilmu
komunikasi yang sudah pasti akan berhubungan dengan multimedia dan teknologi yang
ada.Dijelaskan juga tentang apa itu Levels of Learning yaitu berupa tata urutan belajar
seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru. Ada tingkatan untuk mendukung suatu
pikiran ataugagasan yaitu remembering dan understanding, jadi sebelum kita membuat
sesuatu, kitaharus mengingat dulu materi-materi yang ada dan mengerti materi-materi
tersebut sehinggatidak dihafal saja. Ada tingkatan untuk mengeksplor / menggali lebih dalam
sesuatu yaituapplying dan analyzing, dimana kita harus menerapkan ilmu yang kita dapat itu
pada kehidupan dan menganalisa lebih dalam hal-hal yang kita terima (baik/buruknya).
Lalu ada tingkatan akhir untuk merancang desain yang sudah terencana yaitu evaluating
Dan creating, dimana kita memeriksa lagi agar tidak ada yang terlewat atau kurang apa lagi
salah, lalu membuat sesuatu yang baru dari semua materi yang sudah matang tersebut.
           
        Dalam pertemuan tersebut juga dijelaskan bedanya Critical dan Creative. Dimana
critical Dalam pertemuan tersebut juga dijelaskan bedanya Critical dan Creative. Dimana
critical pikiran yang keluar dari zona kenyamanan yang nantinya menghasilkan imajinasi.
Dari imajinasi yang kuat itulah menghasilkan pikiran kreatif. Maka critical dan creative
adalah dua hal yang saling berhubungan dan saling melengkapi.

       Hal-hal yang menarik dan penting bagi kami sebagai mahasiswa adalah dengan
adanya materi mengenai critical and creative thinking ini, mahasiswa diharapkan dapat
menjadi orang yang kritis dalam menghadapi suatu masalah atau dalam menerima suatu
informasi. Bukan menjadi orang yang keluar dari jalurnya, hanya saja harus lebih teliti dan
memastikan bahwa informasi itu benar adanya, tidak terpengaruh dunia luar yang selalu
mengikuti arus. Dari pikiran kritis tersebut terciptalah pikiran-pikiran kreatif yang akan
membantu kami untuk membuat sesuatu yang baru melalu 6 tahap belajar tersebut yang
dimana sekarang sebagai mahasiswa baru ingin memasuki pada tahap ke-3 yaitu applying.
Hal-hal ini menarik karena mahasiswa bukanlah lagi siswa SMA yang masih harus
menerima materi bulat-bulat tanpa mengetahui kebenarannya. Karena bersikap kritis itulah
yang menjadi nilai lebih mahasiswa untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan
siap untuk menghadapi masalah-masalah yang ada di generasi sekarang ini.

Pertemuaan Ke-Dua
1.      Hal-hal penting dalam pertemuan ke-2 ini adalah cara membedakan antara seseorang
yang berpikir kritis dan seseorang yang tidak berpikir kritis. Banyak cara menilai seseorang
yang kritis atau tidak. Misalnya dengan cara 5W+1H pada suatu kejadian, namun
hanya how dan why saja yang dianggap tidak subjektif.  Jadi ditemukanlah kategori-kategori
pertanyaan yang mempermudah untuk dapat membedakan mana pikiran kritis dan mana yang
tidak. Ada Questions of Classification, questions about assumptions, reasons and evidence,
viewpoints and perspectives, implications and consequence. Dengan pertanyaan-pertanyaan
yang masuk ke dalam kategori tersebut,  kami dapat menyimpulkan mana yang merupakan
pikiran kritis mana yang tidak. Lalu dijelaskan juga mengenai perbedaan antara alasan yang
merupakan bukti dan fakta , dan ada juga alasan yang berupa penjelasan.
2.       Hal-hal yang menarik dalam pertemuan bagi mahasiswa/i adalah dalam konteks ini
kami diajak untuk berpikir kritis dan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada
dalam segi apapun. Lalu bisa juga membedakan mana yang termasuk pikiran kritis dan mana
yang bukan termasuk pikiran kritis. Sehingga mampu mengatasi masalah-masalah yang ada
pada suatu informasi atau peristiwa. Tetap pada jalurnya yaitu kritis yang membangun bukan
yang keluar dari topik.

PERTEMUAN KE-TIGA

1. Konsep yang diajarkan pada pertemuan ketiga adalah pengetahuan tentang konsep yang
 berhubungan dengan critical thinking. Lalu juga perbedaan antara kalimat biasa dan suatu 
pernyataan. Apabila kalimat biasa adalah kalimat yang tidak mengandung nilai dan tidak
dapat diperdebatkan (biasanya kalimat perintah). Berbeda dengan suatu pernyataan yang 
biasanya mengandung nilai. Beda juga dengan argumen yang bisa diperdebatkan dan
biasanya kalimatnya secara tidak langsung meminta penerima kalimat itu untuk percaya pada 
kalimat tersebut (persuasif). Lalu ada juga perbedaan antara fakta dan opini. Fakta adalah 
sesuatu pernyataan yang dapat dibuktikan, opini adalah sesuatu pendapat yang menjurus 
ke arah lebih subjektif.

2. Dari pelajaran tersebut yang berguna bagi Mahasiswa adalah Mahasiswa jadi mengetahui
kapan harus menggunakan suatu pernyataan, kalimat biasa, dan argumen. Juga dapat 
mengetahui penempatan suatu fakta dan opini. Dalam pemikiran kritis Mahasiswa diharapkan
dapat membedakan kalimat-kalimat tersebut. Sehingga membantu Mahasiswa/i menanggapi 
suatu hal dan menganalisa suatu informasi. Sebagai mahasiswa/i ilmu komunikasi terutama ju
rnalis harus terbiasa dengan penggunaan kalimat-kalimat tersebut. Sehingga dapat 
mengolahnya lebih baik menjadi suatu sajian informasi yang baik dan terpercaya.

URGENSI - RELEVANSI DENGAN ILMU KOMUNIKASI

1. Urgensinya bagi mahasiswa ilmu komunikasi untuk belajar berpikir kritis dan kreatif 
adalah agar mahasiswa ilmu komunikasi semakin harinya mampu membedakan mana
informasi yang baik dan mampu dipercaya dan mana informasi yang hanya menarik
perhatian saja. Karena belajar ilmu komunikasi sama saja menyampaikan informasi
-informasi dunia dengan baik dan benar. Tentu sangatlah penting bagi mahasiswa/
ilmu komunikasi  mengetahui lebih dalam tentang berpikir kritis dan kreatif.

2.Relevansinya antara kemampuan berpikir kritis dan kreatif dengan profesi dalam 
ilmu komunikasi seperti journalist atau public relation adalah sebagai journalist tentunya 
tugas paling utama adalah menyajikan berita/informasi yang tepat dan akurat untuk
 pendengarnya.Maka dibutuhkan ketelitian untuk memilih informasi mana yang akan 
disajikan dan mana yang akan dibuang. Karena tidak semua informasi yang didapat itu adalah 
informasi yang benar. Maka dibutuhkan keterampilan berpikir kritis dan juga kreatif dalam 
merangkai kata-kata untuk disajikan.Bila menjadi seorang public relation maka
yang harus dilakukan adalah melihat data-data dan informasi perusahaan agar 
fakta-fakta yang ada dapat tersampaikan dengan baik dan juga mampu menarik perhatian
massa atau para pemegang saham yang lain. 

Pertemuan Ke-Empat

Pertayaan Refleksi
1. Materi yang telah dipelajari pada pertemuan keempat adalah masih soal
perbedaan-perbedaan pernyataan. Pernyataan empiris atau faktual,
pernyataan analitik, dan pernyataan evaluatif. Perbedaan dapat terlihat
dari makna dari kalimat itu sendiri. Terutama pernyataan analitik dan
empiris yang kadang sulit untuk dibedakan apabila dilihat dari definisi nya.

2. Hal yang penting bagi mahasiswa/i tentang konsep ini adalah bisa
membedakan mana pernyataan yang dapat dipercaya dan mana yang tidak.
Mana pernyataan yang bisa dibuktikan secara langsung dan mana yang
harus melalui proses penelitian / harus dianalisa terlebih dahulu. Karena
dengan mengetahui perbedaan dari jenis-jenis pernyataan tersebut, mahasiswa/I dapat
mengetahui kebenarannya. Lebih mudah memilah informasi-informasi yang ada.

Berita Kritis

1. Pernyataan empiris atau faktual
Contoh : Pemerintahan Presiden Jokowi melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan program pembangunan waduk di tahun ke dua
pemerintahannya. Tahun 2016 ini, ada 8 waduk baru yang akan dibangun dan merupakan
bagian dari rencana pembangunan 49 waduk selama 5 tahun hingga 2019.

( http://finance.detik.com/read/2015/09/26/110704/3028601/4/jokowi-bangun-8-waduk-rp-86-triliun-di-2016 )

Pernyataan empiris atau faktual itu menurut saya adalah pernyataan yang dapat dibuktikan
kebenarannya dengan panca indera. Pernyataan tersebut dapat dibuktikan dengan analisa dan
pengamatan-pengamatan yang ada.

2. Pernyataan analytic
Contoh: Bagi kamu para Directioners, pasti gak mau melewatkan kabar terbaru dari grup vokal besutan X-Factor ini kan? Psst, Showbiz punya informasi terbarunya nih untuk kamu. Bukan
hanya satu, loh, tetapi empat berita sekaligus!

( http://indonesiashow.biz/4-fakta-tentang-album-terbaru-one-direction/ )

Pernyataan analytic itu menurut saya adalah pernyataan yang dimana tergantung kata-kata
yang ada di dalam pernyataan tersebut. Pernyataan tersebut sudah mengandung kebenaran
yang tertanam dalam pikiran orang banyak (teoristis). Tidak perlu dibuktikan lagi
kebenarannya dengan pengamatan / analisa-analisa lainnya.

3. Pernyataan evaluative
Contoh : Ivan Gunawan dan Cita Citaa sempat berhubungan sangat dekat hingga sempat
dikabarkan pacaran. Namun, keduanya harus menjauh ketika Ivan disomasi mantan suami
Cita. Kini, setelah masalah dengan mantan suaminya selesai Cita kembali dekat dengan Ivan.
Keduanya menegaskan bahwa hubungan mereka hanya sebatas teman dekat.

( http://hot.detik.com/read/2015/09/26/112958/3028613/230/soal-cita-citata-ivan-gunawan-kita-masih-sebatas-teman-dekat )
Pernyataan evaluative adalah pernyataan yang mengandung nilai subjektif dari penglihatnya.
Nilai yang terkandung dalam pernyataan tersebut berbeda-beda tergantung penilaian dari
penglihatnya. Sama saja seperti opini atau pendapat seseorang jadi tidak semua orang setuju.
Five Meeting
Materi yang didapat adalah mengenai cara mengidentifikasi suatu berita atau
informasi yang diberikan dengan metode 8 langkah. Kedelapan langkah tersebut antara lain
adalah mengenali masalah, menemukan cara-cara untuk menangani masalah, mengumpulkan
dan menyusun informasi yang diperlukan, mengenali asumsi, menggunakan bahasa yang
tepat, mengevaluasi data, fakta, dan pernyataan, mencermati hubungan logis, dan menarik
kesimpulan. Melalui berita yang ada, apa yang ada diberita tersebut harus mengandung 8
langkah tersebut. Mahasiswa/i juga diajarkan mana berita yang faktual deskriptif dan mana
yang opini deskriptif. Berita yang ada pada pertemuan kelima merupakan contoh opini
deskriptif dimana sang penulis cenderung memihak dan tidak objektif. Dalam penulisan
berita tersebut , penulis banyak memasukkan opini nya yang berat sebelah dan tidak
melingkupi masalah keseluruhan. Hanya melihat dari satu sisi saja.

Melalui pertemuan kelima ini, mahasiswa/i dapat lebih mudah mencerna berita dan
informasi yang mereka temukan. Tidak hanya dicerna, namun dapat dikritisi isi dari berita
tersebut. Melalui 8 langkah yang diberikan, maka mahasiswa/i dapat mengerti inti masalah
dari berita tersebut dan bagaimana solusi yang harus diberikan agar masalah terselesaikan.
Serta mahasiswa/i dapat menyimpulkan apakah berita itu termasuk faktual deskriptif atau
opini deskriptif. Tentunya dari penilaian 8 langkah yang mereka temukan dalam berita atau
informasi tersebut. Sehingga dalam dunia perkuliahan sudah pasti mahasiswa/i lebih kritis
menanggapi dan menerima berita dan informasi yang ada.

Six Meeting
Materi yang telah dipelajari pada pertemuan keempat adalah masih soal perbedaan-
perbedaan pernyataan. Pernyataan empiris atau faktual, pernyataan analitik, dan pernyataan
evaluatif. Perbedaan dapat terlihat dari makna dari kalimat itu sendiri. Terutama pernyataan
analitik dan empiris yang kadang sulit untuk dibedakan apabila dilihat dari definisi nya.

Hal yang penting bagi mahasiswa/i tentang konsep ini adalah bisa membedakan mana
pernyataan yang dapat dipercaya dan mana yang tidak. Mana pernyataan yang bisa
dibuktikan secara langsung dan mana yang harus melalui proses penelitian / harus dianalisa
terlebih dahulu. Karena dengan mengetahui perbedaan dari jenis-jenis pernyataan tersebut,
mahasiswa/I dapat mengetahui kebenarannya. Lebih mudah memilah informasi-informasi
yang ada.


Pertemuan Ke-3 Ratu A.K.

Ratu Assyifa Khairunnisa
00000008517 / Ilkom A

BERFIKIR KRITIS

1. Hal-hal penting yang saya pelajari pada pertemuan kali ini adalah saya dapat mengetahui bagaimana cara membangun diri kita untuk bisa berpikir kritis. Kita juga mempelajari bagaimana membedakan kalimat pernyataan dan kalimat perintah.
2. Berpikir kritis. Kita harus mengetahui cara membedakan kalimat pernyataan dan kalimat perintah. Karena kita tidak dapat membedakannya kita akan selalu slah dalam mengartikannya. Saya juga belajar membedakan kalimat logis dan kalimat masuk akal. Kalimat masuk akal adalah kalimat yang berhubungan dengan panca indera. Kalimat logis adalah kalimat yang berhubungan dengan sesuatu yang memiliki hukum tersendiri. Dan ada juga kalimat pernyataan dan kalimat argumen. Pernyataan berhubungan dengan benar atau salah, dan memiliki makna yang logis dan bermakna. Argumen berhubungan dengan masih adanya asumsi yang masih bisa diperdebatkan.
Perbedannya :
1. Valen, tolong bukakan jendela itu. (Kalimat Perintah)
2. Saya mendengarkan lagu kesukaan saya melalui radio. (Kalimat Pernyataan)


URGENSI - RELEVANSI DENGAN ILMU KOMUNIKASI

1. Penting. Karena, mahasiswa adalah generasi muda, kaum intelektual. Tidak mudah menerima hal-hal yang begitu saja mudah untuk di dengar, di tangkap, dilihat. Kita pun akan menjadi pribadi yang apatis dan tidak perduli dengan lingkungan sekitar. Karena, dengan berpikir kritis akan memicu kita untuk lebih kreatif untuk membuat ide, gagasan. Baik pribadi maupun kelompok. Sehingga, dengan berpikir kritis akan lahir  ide-ide baru, inovasi baru dan terus memberikan improvement atau perubahan-perubahan yang berkesinambungan dan tidak asal berpikir saja dalam artian kritis tapi tetap membangun.
2. Sebagai profesional yang baik.  Maupun itu jurnalis ataupun public relation penting. Karena, untuk menjabarkan atau menggambarkan ide-ide baru yang lebih segar, kreatif, dan lebih sesuai dengan perubahan, dan dengan berpikir kreatif seseorang dengan profesi jurnal ataupun public relation itu akan lebih siap untuk berkompetisi apalagi di jaman sekarang persaingan di dunia pendidikan bisnis sangat ketat.
Nama : Evita Sari Putri
Kelas : 00000008532

PERTEMUAN KE-TIGA
1. Hal-hal penting ( konsep, pemikiran, pemahaman) yang di ulas dalam pertemuan ini adalah kita di ajarkan untuk bisa mejelaskan pengertian kritis dan kreatif, prinsip-prinsip, langkah-langkah, dan membedakan antara isu faktual dan tidak faktual. Pengertian kritis biasanya di salah artikan oleh banyak orang. Dalam pertemuan ini di jelaskan arti kritis sesungguhnya. Kritis dan kritik adalah beda. Kritis tidak mencari kesalahan orang seperti kritik, kritis lebih ke memecahkan masalah dengan memanfaatkan potensi sehingga menemukan kebenaran. Seseorang yang berpikir kritis biasanya cepat mengetahui informasi yang benar-benar ada dan memisahkannya dari informasi yang mengada-ngada serta ia dapat menemukan solusi dalam masalah yang ada, cepat mengambil keputusan yang benar. 

2. Hal-hal menarik dan penting bagi saya sebagai mahasiswa dalam pertemuan ini adalah mahasiswa dihimbau agar berpikir kritis karena berpikir kritis dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam berpikir ataupun menganalisi masalah. Berpikir kritis juga dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa karena dalam berpikir kritis mahasiswa di ajarkan untuk mengealuasi ide baru dan mencari kesimpulan atau hasil yang terbaik. Berpikir kritis juga menghasilkan mahasiswa yang berpikiran terbuka serta mudah mengkomunikasikan pendapat dengan mudah dengan mahasiwa lainnya. 

URGENSI - RELEVENSI DENGAN ILMU KOMUNIKASI

1. Urgensinya bagi mahasiswa ilmu komunikasi untuk belajar berpikir kritis dan kreatif adalah membedakan mahasiwa dengan siswa sekolah atau masyarakat awam yang tidak terpelajar. Berpikir kritis mengajarkan cara mengidentifikasi masalah, percaya akan argumennya, memecahkan masalahnya dll. Di jaman sekarang banyak orang yang mempunyai penalaran buruk akan suatu masalah, dan dalam hal ini kita di haruskan kritis agar menghindari sikap menelan mentah-mentah informasi yang baru saja kita ketahui tanpa mengkoreksi lagi informasi tersebut.

2. Relevansinya antara kemampuan berpikir kritis dan kreatif dengan profesi dalam ilmu komunikasi seperti jurnalist atau public relation adalah PR harus memiliki wawasan yang luas dan kemampuan berpikir kreatif serta kritis terutama untuk menghadapi berbagai masalah yang membutuhkan penyelesaian. Seorang PR juga harus pandai membaca peluang dan melihat kesempatan untuk meningkatkan keunggulan perusahaan dengan publik untuk menjadi sebuh kriteria yang penting untuk dimiliki seorang PR. Untuk jurnalist berpikir kritis dan kreatis adalah harus karena seorang jurnalist berpijak harus selalu berpijak pada kebenaran dan tanggap atau kritis pada situasi dan kondisi. Tanggap atau kritis terhadap situasi atau kondisi maksutnya adalah situasi dan kondisi sering kali sudah menunjukkan sesuatu yang lain adanua dan yang perlu di lacak atau di pertanyakan. Berpikir kreatif dan ktiris dapat membuat jurnalis yang berkualitas.
HELNANDA YUNITA DEVI
00000008531
PERTEMUAN KE-TIGA

1. Apa hal-hal penting yang diulas dalam pertemuan ini?
a. Konsep: Lingkup belajar berfikir krtis dan kreatif, urgensi dari belajar berfikir kritis dan kreatif, dan perbedaan antara sebuah pernyataan dan perintah
b. Penilaian: Konsep yang dibahas dalam pertemuan ketiga lebih mengembangkan pola piker kritis dan kreatif dan jenis dari sebuah pertnyataan yang diberikan.
c. Pemahaman: Dalam pertemuan ketiga pemahaman yang saya dapat yaitu mengenai berfikir kritis dan kreatif serta perbedaan sebuah pertanyaan maupun perintah dan sebuah fakta maupun opini, serta jenis kalimat pernyataan factual, efaluatif, dan analytic. Dari contoh-contoh kalimat yang diberikan mempermudah saya untuk lebihd apat membedakan jenis dari kalimat tersebut.
2. Apakah hal-hal yang menarik dan penting bagi anda sebagai mahasiswa dan mengapa?
Hal yang menarik dan penting bagi saya adalahdengan diajaran urgensinya dari berfikir kritis dan kreatif dapat mengembangkan pola pikir ke arah yang lebih baik, karena dengan mempunyai pikiran yang kritis dan kreatif dapat mempermudah kita dalam meyelesaikan suatu masalah yang dihadapi, yang sebelumnya harus kita dalami terlebih dahulu. Terlebih saya sebagai mahasiswa, sangat penting sebuah cara piker kritis dan kreatif tersebut.

 URGENSI - RELEVANSI DENGAN ILMU KOMUNIKASI

1. Apa urgensinya bagi mahasiswa ilmu komunikasi untuk belajar berfikir kritis dan kreatif?
Kita dapat mengenali diri sendiri dan orang lain
Pola piker kita sebagai mahasiswa lebih berkembang secara positif
Ide kreatif dalam diri kita menjadi lebih berkembang
Lebih memikirkan seuatu terlebih dahulu dibanding bertindak
Dapat menentukan mana yang lebih baik ataupun yanblebih buruk, serta mana yang lebih penting dibanding yang kurang penting
2. Apa relevansinya antara kemampuan brfikir kritis dan kreatif dengan profesi dalam ilmu komunikasi seperti jurnalis atau public relation?
Relevansi antara kemampuan berfikir kritis dan kreatif dengan profesi jurnalis dan public relation adalah dalam menjalankan ataupun menekuni sebuah profesi apapun profesinya tentu pasti ada suatu masalah maupun kesulitan yang dihadapi dan dari masalah yang kita hadapi tersebut kita dapaat menggunakan cara berfikir kita yang kriti dan kreatif  untuk dapat mendalami masalah tersebut yang kemudian akan dapat kita selesaikan dan menghindari terjadinya masalah berikutnya.

Pertwmuan Ke-3 Viviani M.W.

VIVIANI MARSELA WIJAYA

00000008558

PERTEMUAN KE-TIGA

1. Apakah hal-hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang di ulas dalam pertemuan ini?
Jawab:
Seorang pemikir kritis dan kreatif harus berhati-hati dalam bertindak. Pemikir kritis dan kreatif menggunakan alasan atau logika. Alasan dan logika tersebut harus dapat diterima dan diterapkan, alasan tidak selalu berbentuk argumen, namun bisa juga berupa bukti, fakta, atau penjelasan.

2. Apakah hal-hal yang menarik dan penting bagi Anda sebagai mahasiswa dan mengapa?
Jawab: 
· Sebagai seorang mahasiswa harus dapat berpikir kritis dan kreatif yang tepat. Harus mengolah atau menganalisa dengan cepat dan tepat, akan setiap hal-hal yang diterima seperti alasan, apakah alasan tersebut masuk akal atau tidak. Logis atau hanya sebuah kepercayaan saja. Maka dari itu, mahasiswa harus mampu membedakan beragam masalah yang muncul.

URGENSI -RELEVANSI DENGAN ILMU KOMUNIKASI


1. Apa urgensinya bagi mahasiswa ilmu komunikasi untuk belajar berpikir kritis dan kreatif?
· Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi sangat penting untuk belajar berpikir kritis dan kreatif. Karena pada dasarnya, berkomunikasi adalah hal yang sangat rentan akan kesalahan, kesalahan yang dimaksud adalah jika sebagai mahasiswa berbicara seenaknya tanpa berpikir kritis dan kreatif kita dapat terkena sanksi. Karena lewat berpikir kritislah kita dapat terlebih dahulu mengolah apa yang akan kita sampaikan tanpa terjadi kesalahan. Mahasiswa dituntut untuk berpikir cepat, tepat dan sekreatif mungkin juga dalam menyampaikan ide, atau gagasan-gagasan.

2. Apa relevansinya antara kemampuan berpikir kritis dan kreatif dengan profesi dalam ilmu komunikasi seperti jurnalist atau public relation?
· Kemampuan berpikir kritis dan kreatif berkaitan erat dengan profesi jurnalist atau public relation, karena profesi dalam ilmu komunikasi pada umumnya langsung mengarah atau dinikmati oleh audience. Misalnya seorang presenter, seorang presenter akan langsung berkomunikasi dengan audiencenya, bila terjadi kesalahan dalam berkomunikasi, maka akan fatal efeknya. Kesalahan yang dimaksud contohnya mengucapkan kata-kata yang tidak sopan dan subjektif. Karena seorang pemikir kritis tidak akan subjektif. 
Jadi profesi dalam ilmu komunikasi menuntut kita untuk bersikap profesional dalam berinteraksi atau berkomunikasi, dan hal-hal tersebut akan kita miliki bila kita mempunyai pemikiran yang kritis dan kreatif sebagaimana mestinya. 

Pertemuan CCt Andrew P.H.

Andrew Pratama Halim
00000008762

Pertemuan I
Pertanyaan

1. Apakah hal hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuan

ini?

2. Apakah hal hal yang menarik dan penting bagi anda sebagai mahasiswa dan kenapa?

Jawaban

1. hal penting yang diulas dalam pertemuan hari senin tanggal 31 Agustus 2015 adalah

cara kita berpikir secara kreatif dan kritis. Konsep yang diterapkan meliputi 6 cara, yaitu

remembering, understanding, applying, analyzing, evaluating dan creating.

Remembering berarti kita tahu atau mengetahui apa yang kita akan pelajari.

Understanding kita faham apakah konteks yang ada didalam pelajaran kita tersebut.

Lalu applying, kita menerapkannya sesuai dengan konteks yang ada. Keempat ada

analyzing, kita mengevaluasi kembali pengetahuan kita apakah sesuai dengan realita

apa tidak. Lalu evaluating, kita menilai apakah pengetahuan yang kita dapatkan dan

sudah kita analisa menjadi benar benar siap untuk kita olah lebih lanjut. Dan terakhir

adalah creating, kita mengolah pengetahuan kita menjadi pengetahuan baru atau

mendalami pengetahuan tersebut lebih lagi. Cara kita berfikir secara kritis berarti kita

tidak menerima mentah mentah pengetahuan yang ada. Melainkan kita cerna dahulu,

dengan cara itu kita secara tak langsung akan memikirkan apa yang terjadi bila kita

menerima pengetahuan tersebut, bisa terjadi 1, 2 atau lebih kemungkinan yang terjadi.

Kita harus bisa berfikir secara cermat, sehingga dapat mengambil keputusan yang baik

dan penuh dengan pertimbangan. Lalu berfikir secara kreatif adalah bagaimana cara kita

menemukan ide ide baru dari suatu pengetahuan. Kita menemukan hal yang unik, hal

yang diluar pikiran orang lain dalam memecahkan suatu permasalahan.

2. Hal hal yang menarik bagi saya sebagai mahasiswa adalah jadwal kuliahnya yang tak

padat setiap harinya layaknya seorang murid, ada waktu waktu kosongnya, walaupun

kadang terlalu panjang waktu kosongnya. Lalu tersedia berbagai kegiatan mahasiswa

(UKM) yang jauh lebih bervariasi sehingga kita bisa mencoba hal hal baru dan menekuni

bidang yang kita suka. Lalu ada banyak organisasi untuk kita sebagai mahasiswa. Setiap

jurusan minimal ada 1 organisasi, lalu ada beberapa organisasi gabungan seluruh

jurusan. Dan yang penting untuk saya sebagai mahasiswa bukanlah hanya untuk sekedar

mendapat gelar sarjana, melainkan bagaimana kita dapat menjalin hubungan dengan

orang lain disekitar kita, menjaga relativitas, sehingga dimasa depan kita akan mudah

mencari pekerjaan karena relasi kita yang banyak.

Pertemuan II
Pertanyaan

1.      Apakah hal hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuan ini?
2.      Apakah hal hal yang menarik dan penting bagi anda sebagai mahasiswa dan kenapa?


Jawaban

1.      hal penting yang diulas dalam pertemuan hari senin tanggal 7 September 2015 adalah bagaimana cara kita mengkritisi suatu berita. Bagaimana kita berpikir lebih jauh akan suatu informasi. Kita tidak bisa menerima mentah mentah saja informasi yang ada. Kita harus berfikir secara kritis. Memikirkan segala kemungkinan dan kejadian yang akan terjadi. Pada pertemuan kali ini kami juga membahas tentang seorang petugas keamanan dan bosnya untuk menentukan siapa yang berpikir kritis siapa yang tidak. Diketahui bahwa kedua duanya memang berpikir secara kritis namun hanyalah setengah setengah, sehingga mereka berdua masih terbawa oleh emosi mereka masing masing.


2.      Hal hal yang menarik bagi saya sebagai mahasiswa adalah ternyata cara kita berpikir sebagai mahasiswa itu ga se-simple kita pas waktu sma loh. Kita harus mampu memecahkan solusi sendiri karena kita sudah mulai lebih mandiri lagi. Kita juga harus memiliki helicopter view atau pandangan luas akan semua keadaan yang ada disekitar kita, sehingga kita mampu menganalisis permasalahan dan berpikir kritis sebelum bertindak.

Pertemuan III
PERTEMUAN KE-TIGA
Pertanyaan

1.     1.Apakah hal hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuan ini?
2.     2.Apakah hal hal yang menarik dan penting bagi anda sebagai mahasiswa dan kenapa?


Jawaban


1.      1.Hal yang saya pelajari pada pertemuan 14 september 2015 adalah kepentingan berpikir kritis dan kreatif bagi kita mahasiswa. Mengapa kita harus berpikir kritis dan kreatif? Agar kita tidak mudah tertipu orang lain dan dapat mengetahui kebenaran yang ada. Kita juga mampu memecahkan masalah secara logis dan dapat berargumen dengan baik kepada orang lain. Pada pertemuan ini juga membahas bahwa kita sebagai kaum terpelajar. Sehingga membuat kita mahasiswa untuk menjadi lebih aktif lagi dalam berpikir sehingga mampu berargumen, menganalisis, memverifikasi, serta pada akhirnya membuat sintesa yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.


2.     2. Hal menarik bagi saya sebagai mahasiswa adalah ternyata pola pikir kita sudah jauh berbeda dengan pada masa masa saat sekolah. Kita tidak bisa menerima begitu saja informasi dari luar secara sembarangan. Ruang lingkup pergaulan dunia perkuliahan sangatlah besar. Jika kita tidak mampu bersaing dengan dunia luar, kita akan jauh ketinggalan dan tak bisa maju. Untuk bisa bersaing dengan dunia luar, berpikir kritis dan kreatif adalah salah satu cara efektif yang wajib dimiliki mahasiswa untuk bisa lebih maju dari orang lain disekitarnya.

URGENSI - RELEVANSI DENGAN ILMU KOMUNIKASI
1.        Apa urgensinya bagi mahasiswa ilmu komunikasi untuk belajar berpikir kritis dan kreatif?

Urgensinya bagi mahasiswa ilmu komunikasi adalah berpikir kritis dan kreatifdapat menjadi salah satu modal utama bagi mahasiswa ilmu komunikasi untuk berkarir nanti. Dengan berpikir kritis dan kreatif mereka tak akan mudah untuk tertpu dan mampu membawa mereka kedalam keuntungan pekerjaan mereka serta mampu memecahkan masalah mereka sendiri.

2.        Apa relevansinya anatar kemampuan berpikir kritis dan kreatif dengan profesi dalam ilmu komunikasi seperti jurnalist atau public relation?

Relevansi bagi mahasiswa ilmu komunikasi adalah ketika mahasiswa ilmu komunikasi yang saat ingin mencari pekerjaan nanti mayoritas berhubungan dengan orang banyak. Jurnalistik mencari data dan informasi dari berbagai narasumber. Public relation akan banyak berinteraksi dengan banyak perusahaan lain untuk mendukung perusahaan mereka. Dengan adanya kemampuan berpikir kritis bagi mahasiswa ilmu komunikasi, diharapkan mereka saat bekerja nanti baik di bidang jurnalistik ataupun public relation tidak mudah tertipu dengan orang lain. Mereka dapat mengambil kesimpulan terdahulu sehingga mereka tidak akan terjebak dengan orang lain dan membawa mereka pada keuntungan bersama. Tidak mudah percaya kepada orang lain, namun menganalisis terdahulu apakah data yang mereka terima sudah pasti benar dan akurat. Dan diharapkan mahasiswa berpikir kreatif agar mereka dapat menemukan solusi secara tersendiri sehingga mereka menjadi mandiri dan menciptakan hal baru dalam suatu permasalahan.

Pertemuan IV
1.      Apakah hal hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuan ini?
2.      Apakah hal hal yang menarik dan penting bagi anda sebagai mahasiswa dan kenapa?

Jawaban

1.      Hal yang saya pelajari pada pertemuan 21 september 2015 adalah lebih detail lagi perbedaan antara kalimat pernyataan. Saya mempelajari 3 jenis pernyataan, yaitu empiris, analitik, dan perspektif. Pernyataan empiris merupakan pernyataan yang diteliti dahulu kebenarannya, analitik merupakan pernyataan yang mutlak dan sudah dianggap benar, dan perspektif merupakan pernyataan berdasarkan banyak pandangan orang lain. Dengan memahami pernyataan seperti ini, kami juga diajarkan untuk menentukan sebuah berita apakah termasuk dalam pernyataan empiris, analitik, ataupun perspektif.

2.   Hal menarik bagi saya sebagai mahasiswa adalah dalam dunia komunikasi, kita sebagai mahasiswa harus memiliki pandangan yang berbeda beda. Kita melihat jauh akan informasi akan kebenaran yang belum pasti, dan memahami betul informasi yang
1. Ups! Makanan yang Sudah Jatuh Kurang dari 5 Detik Aman Dimakan?

Makanan jatuh ke lantai bisa tercemar kuman. Tetapi belum 5 detik, makan masih aman dikonsumsi. Benarkah hal ini? 'Aturan 5 detik' meyakini bahwa makanan yang belum lama jatuh masih aman dikonsumsi. Hal in karena kuman atau bakteri tidak mampu mencemari makanan dalam waktu singkat. Namun, benarkah anggapan ini?


2. Masker Putih Telur Bisa Cegah Jerawat Hingga Lembabkan Wajah

Putih telur sangat kaya khasiat. Selain memberi asupan nutrisi tubuh tapi juga untuk kencantikan kulit. Masker tak harus mahal. Anda dapat meracik masker sendiri dari bahan-bahan alami, salah satunya putih telur. Anda cukup memisahkan putih dari kuning telur, kemudian oleskan pada wajah sekitar 10 hingga 15 menit dan bilas hingga bersih.

Dikutip dari     :

3. Setelah 748 Menit, Kane Akhirnya Bikin Gol

Gol pertama Harry Kane di musim 2015-16 akhirnya terlahir. Kane mengakhiri puasa golnya untuk membantu Tottenham Hotspur menggasak Manchester City dengan skor telak 4-1. Menjamu City di White Hart Lane, Sabtu (26/09/2015) malam WIB, Kane mencatatkan namanya di papan skor di menit ke-61 untuk membawa Spurs unggul 3-1. Diawali dari eksekusi tendangan bebas Christian Eriksen yang membentur mistar, bola pantul diteruskan Kane untuk merobek gawang lawan.

Pengertian pernyataan :
l  Analitik                : pernyataan yang tanpa diteliti dahulu dapat diketahui kebenarannya karena dapat dibuktikan melalui pernyataan tersebut.

l  Empiris                 : pernyataan yang kebenarannya masih diragukan sehingga masih dapat atau perlu dilakukan penelitian terlebih dahulu karena informasi yang ada belum dijamin kebenarannya.

l  Perspektif : pernyataan yang kebenarannya ada dalam banyak pandangan orang lain, atau setiap orang memiliki pandangan yang berbeda akan pernyataan tersebut.

Pertemuan V
3.      Apakah hal hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuan ini?
4.       Apakah hal hal yang menarik dan penting bagi anda sebagai mahasiswa dan kenapa?


Jawaban


2.       Hal yang saya pelajari pada pertemuan 21 september 2015 adalah lebih detail lagi perbedaan antara kalimat pernyataan. Saya mempelajari 3 jenis pernyataan, yaitu empiris, analitik, dan perspektif. Pernyataan empiris merupakan pernyataan yang diteliti dahulu kebenarannya, analitik merupakan pernyataan yang mutlak dan sudah dianggap benar, dan perspektif merupakan pernyataan berdasarkan banyak pandangan orang lain. Dengan memahami pernyataan seperti ini, kami juga diajarkan untuk menentukan sebuah berita apakah termasuk dalam pernyataan empiris, analitik, ataupun perspektif.

Hal menarik bagi saya sebagai mahasiswa adalah dalam dunia komunikasi, kita sebagai mahasiswa harus memiliki pandangan yang berbeda beda. Kita melihat jauh akan informasi akan kebenaran yang belum pasti, dan memahami betul informasi yang

Pertemuan VI
1. Apakah hal hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuan ini?
2. Apakah hal hal yang menarik dan penting bagi anda sebagai mahasiswa dan kenapa?
Jawaban
1. Hal penting yang diulas dalam pertemuan 5 oktober 2015 adalah tentang argumen.
Argumen adalah suatu kesimpulan yang dibuat untuk menguatkan suatu kesimpulan atau
pernyataan. Argumen terdiri atas konklusi dan premis. Premis adalah asumsi yang dianggap
benar sebagai dasar pembentuk kesimpulan. Konklusi adalah kesimpulan atau pendapat
yang telah kita dapat dari premis. Lalu argumen juga dibagi menjadi 2, yaitu argumen
induktif dan deduktif. Argumen induktif adalah argumen yang kesimpulannya berada di akhir
kalimat. Sedangkan argumen deduktif kesimpulannya berada di awal kalimat. Argumen
deduktif juga dibagi menjadi 2 yaitu valid dan tidak valid.

2. Hal menarik dan penting bagi saya sebagai mahasiswa adalah bahwa untuk membedakan
argumen sangatlah susah. Terutama dalam membedakan argumen yang valid dan tidak

valid. Premis yang benar semua belum tentu konklusinya valid, begitu juga sebaliknya. Saya
belum terlalu paham akan perbedaan valid dan tidak valid karena sedikit rumit. Namun saya

akan mencoba belajar lebih lanjut dan memahami argumen sedetail mungkin.