Minggu, 20 September 2015

Pertemuan Ke-3 Mellyana D.S.

Mellyana Desi Shara
00000008618
Pertayaan Refleksi

1.Apakah hal yang penting yang diulas dalam pertemuan ini?
-Masuk akal= Pengetahuan umum yang bisa diterima oleh panca indera kita
-Logis= Logika, ilmu pengetahuan tentang ilmu yan memiliki hukum-hukum tersendiri, nyambung.
Argumen= berasumsi. Masih ada kemungkinan diperdebatkan.
2.Apakah hal-hal yang menarik dan penting bagi anda sebagai mahasiswa? Mengapa?
mahasiswa ilmu komunikasi harus bisa berpikir kritis karena tidak boleh menerima mentah-mentah suatu informasi. Banyak yang tidak bisa membedakan kritis dan kritik.mahasiswa tidak akan pernah lepas dari hal-hal rasional seperti menafsirkan informasi berdasarkan kerangka teori tertentu dan lainnya.


  1. Apa relevansinya antara kemampuan berpikir kritis dan kreatif dengan profesi dalam ilmu komunikasi seperti jurnalis atau public relations?


 Karena nantinya saya akan memilih untuk mempelajari ilmu jurnalistik lebih dalam, maka jawaban saya akan berdasarkan kegunaan berpikir kritis dan kreatif dalam menjadi seorang jurnalis. Jurnalis adalah profesi yang terpandang dan terhormat karena memberikan fakta kepada khalayak banyak, tidak peduli dalam situasi dan kondisi apapun. Maka, apa yang di beritakan oleh para jurnalis juga harus berdasarkan fakta, bukan rumor, apalagi memihak kepada suatu individu atau kelompok. Seorang jurnalis harus berpikir kritis ketika mengolah sebuah sumber yang telah Ia terima sebelu mempresentasikannya menjadi sebuah berita yang layak. Ia harus menguji kredibiltas sumber itu sendiri karena bila telah dijadikan sebuah berita, apa yang telah dilaporkan tidak bisa ditarik lagi dari peredaran dan seorang jurnalis harus bertanggung jawab akan berita yang telah Ia buat sendiri.

 Sementara untuk berpikir kreatif, seorang jurnalis harus mencari berita yang memang layak dan menarik perhatian masyarakat, yang juga memang layak public berikan waktu untuk membaca atau menonton. Saya sendiri sangat tidak menyukai yang namanya gosip. Seorang jurnalis sudah sangat terpelajar bila harus memberitakan yang namanya gosip yang levelnya masih sangat dibawah. Seorang jurnalis yang kreatif harus mencari berita yang belum diulik atau menggali lebih dalam sebuah berita yang telah diulik oleh jurnalis lainnya dan mengemas berita tersebut menjadi sebuah berita yang sangat menarik dan bukan hanya menarik, tetapi juga sekaligus membuktikan sebuah fakta yang selama ini publik ingin tau.
Berpikir Kritis
1.Mahasiswa Ilmu Komunikasi tidak boleh menerima suatu informasi mentah-mentah, karena belum tentu masalah tersebut seluruhnya benar. Mahasiswa harus mampu berpikir kritis agar tidak menerima informasi yang salah dan harus tau baaimana mengkritisi sebuah masalah atau informasi.
2. Berpikir kritis bukan menjatuhkan orang lain tetapi membangun kemampuan berargumen. Banyak orang yang tidak bisa membedakan kritis dan kritik. Seorang jurnalis mau pun public relatin harus bisa merespon perubahan dengan cepat dan efektif, sehingga memerlukan intelektual yang fleksibel, kemampuan menganalisis informasi dan menintegrasikan berbagai sumber pengetahuan untuk memecahkan masalah. Untuk menghasilkan solusi kreatif terhadap suatu masalah tidak hanya perlu gagasan luar, tetapi gagasan baru itu harus berguna dan relevan dengan tugas yang harus disetarakan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar