Nama : Evita Sari Putri
Kelas : 00000008532
PERTEMUAN KE-TIGA
1. Hal-hal penting ( konsep, pemikiran, pemahaman) yang di ulas dalam pertemuan ini adalah kita di ajarkan untuk bisa mejelaskan pengertian kritis dan kreatif, prinsip-prinsip, langkah-langkah, dan membedakan antara isu faktual dan tidak faktual. Pengertian kritis biasanya di salah artikan oleh banyak orang. Dalam pertemuan ini di jelaskan arti kritis sesungguhnya. Kritis dan kritik adalah beda. Kritis tidak mencari kesalahan orang seperti kritik, kritis lebih ke memecahkan masalah dengan memanfaatkan potensi sehingga menemukan kebenaran. Seseorang yang berpikir kritis biasanya cepat mengetahui informasi yang benar-benar ada dan memisahkannya dari informasi yang mengada-ngada serta ia dapat menemukan solusi dalam masalah yang ada, cepat mengambil keputusan yang benar.
2. Hal-hal menarik dan penting bagi saya sebagai mahasiswa dalam pertemuan ini adalah mahasiswa dihimbau agar berpikir kritis karena berpikir kritis dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam berpikir ataupun menganalisi masalah. Berpikir kritis juga dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa karena dalam berpikir kritis mahasiswa di ajarkan untuk mengealuasi ide baru dan mencari kesimpulan atau hasil yang terbaik. Berpikir kritis juga menghasilkan mahasiswa yang berpikiran terbuka serta mudah mengkomunikasikan pendapat dengan mudah dengan mahasiwa lainnya.
URGENSI - RELEVENSI DENGAN ILMU KOMUNIKASI
1. Urgensinya bagi mahasiswa ilmu komunikasi untuk belajar berpikir kritis dan kreatif adalah membedakan mahasiwa dengan siswa sekolah atau masyarakat awam yang tidak terpelajar. Berpikir kritis mengajarkan cara mengidentifikasi masalah, percaya akan argumennya, memecahkan masalahnya dll. Di jaman sekarang banyak orang yang mempunyai penalaran buruk akan suatu masalah, dan dalam hal ini kita di haruskan kritis agar menghindari sikap menelan mentah-mentah informasi yang baru saja kita ketahui tanpa mengkoreksi lagi informasi tersebut.
2. Relevansinya antara kemampuan berpikir kritis dan kreatif dengan profesi dalam ilmu komunikasi seperti jurnalist atau public relation adalah PR harus memiliki wawasan yang luas dan kemampuan berpikir kreatif serta kritis terutama untuk menghadapi berbagai masalah yang membutuhkan penyelesaian. Seorang PR juga harus pandai membaca peluang dan melihat kesempatan untuk meningkatkan keunggulan perusahaan dengan publik untuk menjadi sebuh kriteria yang penting untuk dimiliki seorang PR. Untuk jurnalist berpikir kritis dan kreatis adalah harus karena seorang jurnalist berpijak harus selalu berpijak pada kebenaran dan tanggap atau kritis pada situasi dan kondisi. Tanggap atau kritis terhadap situasi atau kondisi maksutnya adalah situasi dan kondisi sering kali sudah menunjukkan sesuatu yang lain adanua dan yang perlu di lacak atau di pertanyakan. Berpikir kreatif dan ktiris dapat membuat jurnalis yang berkualitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar