Natalia Rajani Setiawan
00000008814
1.
Mohamad
Sanusi: ia mengatakan kepada Ahok bahwa ia akan masuk ke Gerindra lagi. Ia juga
menjelaskan sejarahnya saat calon-calon Ahok independen sehingga ujungnya, Ahok
tidak mendapat KTP. Akhirnya Ahok bertemu orang Gerindra sehingga bisa masuk ke
Gerindra. Hal itu yang semakin menegaskan bahwa ia dan Gerindra tidak lagi
mendukung Ahok untuk mencalonkan diri sebagai gubernur kelak. Najwa pun menyerang
pernyataan Sanusi dengan menjelaskan pernyataan dari Sandiagas, adik ketua umum
sekaligus wakil ketua Dewan Pembina yang mengatakan pintu akan selalu terbuka
untuk Ahok mencalonkan diri sebagai gubernur periode depan. Jenis kesesatan :
Elenchi
2. Adhyaksa Dault : terlalu banyak
bertele-tele ketika menjawab pertanyaaan yang diberikan. Salah satunya ketika
ia ditanya kemantapannya untuk mencalonkan diri sebagai calon gubernur 2017, ia
malah menyombongkan jabatan dan juga teman-temannya yang mati-matian mendukung
secara penuh. Padahal, pertanyaan yang diajukan Najwa hanya sesimpel siap atau
tidak mencalonkan diri. Jenis Kesesatan : pengalih perhatian
Contoh lainnya, teman-teman Adhyaksa mengutarakan bahwa Gubernur
DKI harus beragama muslim. Ketika Najwa mengkonfirmasi pernyataan tersebut,
Adhyaksa bertele-tele mengatakan pendukungnya tidak hanya orang pribumi,
melainkan juga banyak tokoh. Baru pada kesimpulannya, beliau mengatakan dari
sisi agama, ia mengatakan bahwa ia tidak setuju jika pemimpinnya kelak tidak
beragama muslim namun ia mengatakan jika Ahok menjadi muslim maka ia setuju
memilih Ahok sebagai gubernur periode mendatang. Jenis kesesatan : hominem
sirkumtansial.
3. Bursah Zarnubi : Ketika ditanya alasan mengapa
ia membentuk relawan anti Ahok ia mengatakan bahwa Ahok sering kali berkata
kasar. Ia dengan mantap menjawab, lalu menjelek-jelekkan Ahok dengan berkata
seorang pemimpin harusnya tidak mengeluarkan kata-kata seperti comberan. Lalu
sebuah fakta muncul bahwa ia juga mencalonkan diri sebagai gubernur periode
mendatang. Hal tersebut membuat para pemirsa berpikir bahwa tujuan ia membentuk
relawan anti Ahok adalah demi mengambing hitamkan Ahhok untuk mencari simpati
masyarakat. Sedangkan pakar politik memberikan saran bahwa tidak seharusnya
mengkritik Ahok yang sering berkata-kata kasar dengan Bahasa yang kasar pula.
Jenis kesesatan : Hominem dan Elenchi
6. Pernyataan Najwa yang terlihat memihak Ahok:
a) Ketika Mohamad Sanusi mengatakan bahwa Ahok
akan kembali masuk Gerindra, Najwa mengklarifikasi dengan menegaskan Pak Ahok
sudah keluar dari Gerindra dan menanyakan alasan Sanusi begitu yakin Pak Ahok
kembali lagi ke Gerindra. Terlihat bahwa Najwa memihak pada kubu Ahok
b) Saat Bursah Zarnubi mengatakan sisi negatif
dari Ahok, Najwa mengatakan ulang pernyataan Ahok yang jelas-jelas mendukung
Bursah sebagai calon gubernur DKI Jakarta 2017
c) Dalam tanya jawabnya dengan Mohamad
Sanusi, Najwa memperjelas pernyataan-pernyataan yang dikemukakan Sanusi perihal
apakah beliau benar-benar yakin dapat memimpin Jakarta dibandingkan Ahok.
d) Selain itu Najwa seringkali memotong
pembicaraan orang dalam acara tersebut. Misalnya ketika Adhyaksa Dault
menyampaikan argumennya namun Najwa memotong argument tersebut dan mengalihkan
pembicaraan ke topik yang lainnya.