Sabtu, 05 Desember 2015

Mata Najua Para Penantang Ahok

Jose Rafael Asnawi
00000008587

Menurut saya, di acara mata Nauja yang membahas tentang teman Ahok dan lawan Ahok Najua lebih membela teman Ahok dan lebih menyudutkan ataupun merendahkan lawan ahok. Contohnya ketika Najua memojokan Burzah Zarnubi dan berkata "bapak jangan vitnah dong." yang disebabkan karena Burzah mengatakan bahwa teman Ahok berasal dari otak Ahok. Seharusnya Najua sebagai pembawa acara tidak boleh memojokan orang lain dan menghina orang lain. Ia harus netral dan tidak menghina/merendahkan orang lain. Dan itu termasuk di kesesatan Ad Hominem.

Mata Najwa - Para Penantang Ahok



Nama : Lucia Editha Riyandani
NIM : 00000008846

Di acara televisi di Mata Najwa – Para Penantang Ahok, terdapat kesesatan Argumentum ad Hominem. Hal ini terlihat saat Najwa menanyakan kepada Adhyaksa Dault kurang lebih berisi apakah benar Adhyaksa Dault menyayangkan Ahok yang beragama non muslim dan seandainya beragama muslim pasti akan didukung? Awalnya Adhyaksa Dault menolak pernyataan tersebut lalu menjelaskan kebenarannya versi Adhyaksa Dault. Dan tanpa disadari oleh Adhyaksa sendiri telah membenarkan pertanyaan dari Najwa tersebut. Lalu dari sisi Najwa sendiri, sebagai pembawa acara, Najwa menunjukkan secara tidak langsung kurang menghargai pendapat dari para narasumber dengan cara menghentikan narasumber saat narasumber menyatakan pendapatnya dan Najwa juga sering memotong pendapat narasumber dengan menimpali dan langsung bertanya tanpa menunggu sampai narasumber selesai berpendapat.

mencari kesalahan dalam dalam talksow mata najwa "para penantang Ahok"

Nathania Yosephine M.A.
00000008553

Menurut saya dalam talkshow ini najwa shihab tidak mengarahkan diskusi dengan baik tentang kebijakan Ahok yang kontroversial . Seakan-akan para penantang Ahok selama ini tidak mempermasalahkan kebijakan Ahok , padahal para penantang Ahok selama ini justru menantang keras kebijakan-kebijakan yang sudah dibuat oleh Ahok yang menurut saya pribadi itu adalah kebijakan dan tindakan yang sangat benar . Di acara talkshow ini Najwa Shihab kebanyakan menanggapi para penantang Ahok dengan senyuman dan tidak memberikan komentar apa-apa , terlihat sekali dalam episode “para penantang Ahok” Najwa Shihab terlihat tidak kritis . Saya merasa tidak puas sekali terhadap episode ini karena tidak memberikan pencerahan ke khalayak umum (masyarakat) .

Mata Najwa - Para Penantang Ahok

Josephine Valencia Wongso
00000008545

Pada episode Mata Najwa yang berjudul ‘Para Penantang Ahok’, episode itu sendiri menghadirkan beberapa penantang Ahok seperti contohnya Adhyaksa Dault. Kepada Ahok, Adhyaksa Dault memberikan kesesatan Argumentum ad Hominen karena memaksa Ahok untuk berpindah keyakinan. Namun, yang fatal dalam episode ini adalah Najwa Shihab itu sendiri. Najwa terkesan memihak kepada Ahok. Najwa sendiri tidak mengkritik kekurangan Ahok selama memimpin Jakarta dan cenderung menertawakan pendapat dari para penantang Ahok. Najwa juga sering memotong percakapan atau penjelasan dari para penantang Ahok dan seharusnya sebagai presenter apalagi seorang jurnalis, hal ini tidak boleh dilakukan karena harus menghormati pendapat setiap orang. Memang mungkin durasi acara menjadi alasan mengapa Najwa memotong percakapan para penantang Ahok, namun sebagai jurnalis dan presenter yang baik tetap harus mendengarkan penjelasan sampai tuntas. 

Tugas Mencari Kesesatan Dalam Acara “Mata Najwa: Para Penantang Politik”

Natalia Rajani Setiawan 
00000008814

    1.        Mohamad Sanusi: ia mengatakan kepada Ahok bahwa ia akan masuk ke Gerindra lagi. Ia juga menjelaskan sejarahnya saat calon-calon Ahok independen sehingga ujungnya, Ahok tidak mendapat KTP. Akhirnya Ahok bertemu orang Gerindra sehingga bisa masuk ke Gerindra. Hal itu yang semakin menegaskan bahwa ia dan Gerindra tidak lagi mendukung Ahok untuk mencalonkan diri sebagai gubernur kelak. Najwa pun menyerang pernyataan Sanusi dengan menjelaskan pernyataan dari Sandiagas, adik ketua umum sekaligus wakil ketua Dewan Pembina yang mengatakan pintu akan selalu terbuka untuk Ahok mencalonkan diri sebagai gubernur periode depan. Jenis kesesatan : Elenchi

    2.       Adhyaksa Dault : terlalu banyak bertele-tele ketika menjawab pertanyaaan yang diberikan. Salah satunya ketika ia ditanya kemantapannya untuk mencalonkan diri sebagai calon gubernur 2017, ia malah menyombongkan jabatan dan juga teman-temannya yang mati-matian mendukung secara penuh. Padahal, pertanyaan yang diajukan Najwa hanya sesimpel siap atau tidak mencalonkan diri. Jenis Kesesatan : pengalih perhatian

Contoh lainnya, teman-teman Adhyaksa mengutarakan bahwa Gubernur DKI harus beragama muslim. Ketika Najwa mengkonfirmasi pernyataan tersebut, Adhyaksa bertele-tele mengatakan pendukungnya tidak hanya orang pribumi, melainkan juga banyak tokoh. Baru pada kesimpulannya, beliau mengatakan dari sisi agama, ia mengatakan bahwa ia tidak setuju jika pemimpinnya kelak tidak beragama muslim namun ia mengatakan jika Ahok menjadi muslim maka ia setuju memilih Ahok sebagai gubernur periode mendatang. Jenis kesesatan : hominem sirkumtansial.

    3.      Bursah Zarnubi : Ketika ditanya alasan mengapa ia membentuk relawan anti Ahok ia mengatakan bahwa Ahok sering kali berkata kasar. Ia dengan mantap menjawab, lalu menjelek-jelekkan Ahok dengan berkata seorang pemimpin harusnya tidak mengeluarkan kata-kata seperti comberan. Lalu sebuah fakta muncul bahwa ia juga mencalonkan diri sebagai gubernur periode mendatang. Hal tersebut membuat para pemirsa berpikir bahwa tujuan ia membentuk relawan anti Ahok adalah demi mengambing hitamkan Ahhok untuk mencari simpati masyarakat. Sedangkan pakar politik memberikan saran bahwa tidak seharusnya mengkritik Ahok yang sering berkata-kata kasar dengan Bahasa yang kasar pula. Jenis kesesatan : Hominem dan Elenchi

   

    6.      Pernyataan Najwa yang terlihat memihak Ahok:

a)      Ketika Mohamad Sanusi mengatakan bahwa Ahok akan kembali masuk Gerindra, Najwa mengklarifikasi dengan menegaskan Pak Ahok sudah keluar dari Gerindra dan menanyakan alasan Sanusi begitu yakin Pak Ahok kembali lagi ke Gerindra. Terlihat bahwa Najwa memihak pada kubu Ahok
b)      Saat Bursah Zarnubi mengatakan sisi negatif dari Ahok, Najwa mengatakan ulang pernyataan Ahok yang jelas-jelas mendukung Bursah sebagai calon gubernur DKI Jakarta 2017
c) Dalam tanya jawabnya dengan Mohamad Sanusi, Najwa memperjelas pernyataan-pernyataan yang dikemukakan Sanusi perihal apakah beliau benar-benar yakin dapat memimpin Jakarta dibandingkan Ahok.
d) Selain itu Najwa seringkali memotong pembicaraan orang dalam acara tersebut. Misalnya ketika Adhyaksa Dault menyampaikan argumennya namun Najwa memotong argument tersebut dan mengalihkan pembicaraan ke topik yang lainnya.


Komentar akan Mata Najwa - Para Penantang Ahok (Helnanda Yunita Devi-00000008531)


KESALAHAN NAJWA SHIHAB

Kekesatan Argumentum Ad Hominem:
Karena Najwa Shihab dalam wawancaranya dengan beberapa para penentang Ahok sering kali ia menyerang orang tersebut. Najwa Shihab menyerang beberapa argument yang dikemukakan oleh orang tersebut, seharusnya sikapnya sebagai seorang reporter tidak boleh bersikap seperti itu, leboh baik jika ia menerima saja apa tanggapan dari narasumber. Sikapnya saat menanggapi jawaban dari para narasumber, ia selalu saja membalas argument yang diberikan, bahkan beberapa kali seperti kurang sejutu dengan argument yang ada. Contohnya saat Adhyaksa Dault mengemukakan pendapatnya tentang kinerja Ahok ataupun saat Ahyaksa Dault menanggapi video Ahok,  tetapi justu  Najwa Shihab terlihat seperti menyerang pendapat yang diberikan Adhyaksa Dault, ia seperti kurang setuju dengann apa yang dibicarakan oleh Adhyaksa Dault.