Sabtu, 05 Desember 2015

Tugas Mencari Kesesatan Dalam Acara “Mata Najwa: Para Penantang Politik”

Natalia Rajani Setiawan 
00000008814

    1.        Mohamad Sanusi: ia mengatakan kepada Ahok bahwa ia akan masuk ke Gerindra lagi. Ia juga menjelaskan sejarahnya saat calon-calon Ahok independen sehingga ujungnya, Ahok tidak mendapat KTP. Akhirnya Ahok bertemu orang Gerindra sehingga bisa masuk ke Gerindra. Hal itu yang semakin menegaskan bahwa ia dan Gerindra tidak lagi mendukung Ahok untuk mencalonkan diri sebagai gubernur kelak. Najwa pun menyerang pernyataan Sanusi dengan menjelaskan pernyataan dari Sandiagas, adik ketua umum sekaligus wakil ketua Dewan Pembina yang mengatakan pintu akan selalu terbuka untuk Ahok mencalonkan diri sebagai gubernur periode depan. Jenis kesesatan : Elenchi

    2.       Adhyaksa Dault : terlalu banyak bertele-tele ketika menjawab pertanyaaan yang diberikan. Salah satunya ketika ia ditanya kemantapannya untuk mencalonkan diri sebagai calon gubernur 2017, ia malah menyombongkan jabatan dan juga teman-temannya yang mati-matian mendukung secara penuh. Padahal, pertanyaan yang diajukan Najwa hanya sesimpel siap atau tidak mencalonkan diri. Jenis Kesesatan : pengalih perhatian

Contoh lainnya, teman-teman Adhyaksa mengutarakan bahwa Gubernur DKI harus beragama muslim. Ketika Najwa mengkonfirmasi pernyataan tersebut, Adhyaksa bertele-tele mengatakan pendukungnya tidak hanya orang pribumi, melainkan juga banyak tokoh. Baru pada kesimpulannya, beliau mengatakan dari sisi agama, ia mengatakan bahwa ia tidak setuju jika pemimpinnya kelak tidak beragama muslim namun ia mengatakan jika Ahok menjadi muslim maka ia setuju memilih Ahok sebagai gubernur periode mendatang. Jenis kesesatan : hominem sirkumtansial.

    3.      Bursah Zarnubi : Ketika ditanya alasan mengapa ia membentuk relawan anti Ahok ia mengatakan bahwa Ahok sering kali berkata kasar. Ia dengan mantap menjawab, lalu menjelek-jelekkan Ahok dengan berkata seorang pemimpin harusnya tidak mengeluarkan kata-kata seperti comberan. Lalu sebuah fakta muncul bahwa ia juga mencalonkan diri sebagai gubernur periode mendatang. Hal tersebut membuat para pemirsa berpikir bahwa tujuan ia membentuk relawan anti Ahok adalah demi mengambing hitamkan Ahhok untuk mencari simpati masyarakat. Sedangkan pakar politik memberikan saran bahwa tidak seharusnya mengkritik Ahok yang sering berkata-kata kasar dengan Bahasa yang kasar pula. Jenis kesesatan : Hominem dan Elenchi

   

    6.      Pernyataan Najwa yang terlihat memihak Ahok:

a)      Ketika Mohamad Sanusi mengatakan bahwa Ahok akan kembali masuk Gerindra, Najwa mengklarifikasi dengan menegaskan Pak Ahok sudah keluar dari Gerindra dan menanyakan alasan Sanusi begitu yakin Pak Ahok kembali lagi ke Gerindra. Terlihat bahwa Najwa memihak pada kubu Ahok
b)      Saat Bursah Zarnubi mengatakan sisi negatif dari Ahok, Najwa mengatakan ulang pernyataan Ahok yang jelas-jelas mendukung Bursah sebagai calon gubernur DKI Jakarta 2017
c) Dalam tanya jawabnya dengan Mohamad Sanusi, Najwa memperjelas pernyataan-pernyataan yang dikemukakan Sanusi perihal apakah beliau benar-benar yakin dapat memimpin Jakarta dibandingkan Ahok.
d) Selain itu Najwa seringkali memotong pembicaraan orang dalam acara tersebut. Misalnya ketika Adhyaksa Dault menyampaikan argumennya namun Najwa memotong argument tersebut dan mengalihkan pembicaraan ke topik yang lainnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar