Minggu, 11 Oktober 2015

Meidy P.P.


Meidy Pratama Putra
00000008843

Pertanyaan Refleksi

Pertemuan I

  1. Banyak hal-hal penting yang saya dapatkan dalam pertemuan ini. Saya mengetahui piramida dalam pendidikan yang dimana dimulai dari remembering dan diakhiri oleh creating. Saya juga diajak untuk dapat berpikir kritis dan logis dalam menghadapi suatu masalah, dimana kita tidak harus berjalan lurus saja namun harus juga dinamis dan keluar dari comfort zone.
  2. Ada beberapa hal yang menarik bagi saya yaitu saat saya diajak untuk berpikir kritis dan logis lalu mempelajari konsep dan pemahaman baru. Mengapa saat saya diajak berpikir kritis dan logis saya anggap menarik? Karena disini saya merasa naik level atau bahasa kerennya merasa ter-upgrade ke level pembelajaran baru dimana saat di SMA kebanyakan siswa hanya disuruh untuk menghafal dan menghafal yang mengakibatkan siswa cenderung pasif. Mempelajari ini membuat saya melihat suatu masalah menjadi lebih kritis walau tidak terlalu kritis namun saya mulai mencoba sedikit demi sedikit mengubah mindset seorang siswa menjadi mahasiswa.
Pertemuan II

  1.       Menurut saya sebagai seorang mahasiswa berpikir kritis dan kreatif sangat lah dibutuhkan, karena menurut saya pribadi bangsa ini kekurangan mahasiswa yang dapat berpikir kritis dan kreatif, kebanyakan dari mereka hanya menjadi orang yang mengikuti arus dan biasa selalu cari aman dan berada di comfort zone mereka saja. Maka dari itu mereka akan sulit berkembang.     
  2.      Menurut saya relevansi antara kemampuan berpikir kritis dan kreatif dengan profesi seperti jurnalis itu adalah ketika menjadi seorang jurnalis, kita harus menjadi jurnalis yang memberikan berita tidak asal-asalan atau semau kita serta harus berpikir kritis dalam sebuah masalah karena pekerjaan seorang jurnalis itu untuk memberikan informasi kepada orang, kalau kita memberikan informasi yang salah kepada masyarakat maka akan terjadi hal yang bisa saja fatal.
Pertemuan III

  1. Menurut saya sebagai seorang mahasiswa berpikir kritis dan kreatif sangat lah dibutuhkan, karena menurut saya pribadi bangsa ini kekurangan mahasiswa yang dapat berpikir kritis dan kreatif, kebanyakan dari mereka hanya menjadi orang yang mengikuti arus dan biasa selalu cari aman dan berada di comfort zone mereka saja. Maka dari itu mereka akan sulit berkembang.
  2. Menurut saya relevansi antara kemampuan berpikir kritis dan kreatif dengan profesi seperti jurnalis itu adalah ketika menjadi seorang jurnalis, kita harus menjadi jurnalis yang memberikan berita tidak asal-asalan atau semau kita serta harus berpikir kritis dalam sebuah masalah karena pekerjaan seorang jurnalis itu untuk memberikan informasi kepada orang, kalau kita memberikan informasi yang salah kepada masyarakat maka akan terjadi hal yang bisa saja fatal.
Pertemuan IV


  1. Hal-hal penting yang diulas dalam pertemuan ini adalah saya mengetahui lebih jelas tentang pernyataan analitik, empiris, dan evaluatif.
  2. Menurut saya hal-hal yang menarik dan penting bagi saya adalah saya menjadi tahu apa itupernyataan analitik, empiris, dan evaluatif, dan juga dengan contoh-contoh yang menarik dan gampang dimengerti membuat saya menjadi lebih gampang mengerti.
Pertemuan V


  1. Menurut saya hal-hal penting yang diulas dalam pertemuan ini adalah saya disuruh berpikir kritis tentang suatu kasus dan berita yang terjadi. Jika dalam pertemuan sebelumnya saya hanya disuruh mengkritisi sebuah statement/pernyataan kali ini lebih luas lagi yaitu sebuah berita dan kasus tertentu.
  2. Menurut saya hal-hal yang menarik dan penting bagi saya adalah saya mulai dapat mencoba berpikir menjadi orang yang kritis, tidak menggangap sebuah masalah atau berita biasa- biasa saja, namun mencernanya terlebih dahulu. Walau tidak semua masalah karena sulit menjadi kritis dalam sekejap bagi saya. Mengerjakan bersama teman-teman pun membuat kami menjadi saling mengutarakan pendapat kami dalam sebuah masalah sehingga mendapat jawaban yang terbaik dan saling memperbaiki diri sendiri.
Pertemuan VI


  1. Hal yang penting yang diulas dalam pertemuan ini adalah saya mendapatkan pengetahuan bahwa struktur argumen yang paling sederhana itu terdiri dari premis dan konklusi, dan dari hal itulah saya selanjutnya dapat belajar tentang kalimat deduktif dan induktif serta kalimat valid dan invalid.
  2. Hal-hal yang menarik dan penting bagi saya adalah saya mengetahui cara mengidentifikasi apakah kalimat itu kalimat deduktif atau induktif, serta juga mengetahui cara mengidentifikasi kalimat itu valid atau invalid. Serta dengan contoh-contoh yang menarik membuat saya lumayan cepat mengerti.
Tugas Berpikir Kritis


  1. Menurut saya sebagai seorang mahasiswa berpikir kritis dan kreatif sangat lah dibutuhkan, karena menurut saya pribadi bangsa ini kekurangan mahasiswa yang dapat berpikir kritis dan kreatif, kebanyakan dari mereka hanya menjadi orang yang mengikuti arus dan biasa selalu cari aman dan berada di comfort zone mereka saja. Maka dari itu mereka akan sulit berkembang.
  2. Menurut saya relevansi antara kemampuan berpikir kritis dan kreatif dengan profesi seperti jurnalis itu adalah ketika menjadi seorang jurnalis, kita harus menjadi jurnalis yang memberikan berita tidak asal-asalan atau semau kita serta harus berpikir kritis dalam sebuah masalah karena pekerjaan seorang jurnalis itu untuk memberikan informasi kepada orang, kalau kita memberikan informasi yang salah kepada masyarakat maka akan terjadi hal yang bisa saja fatal.
Tugas Analisa Berita

1.      Pernyataan Empiris
Pare yang biasanya dijual Rp 1.500 per biji kini bisa mencapai Rp 5.000 perbiji tergantung
ukuran parenya.
Dikutip dari
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/09/19/162540126/Kiat.Petani.Siasati.Kemarau.Panjang.Agar.Tetap.Bisa.Panen
Pada Pukul 12:15 tanggal 27 September 2015
·         Alasan saya memilih pernyataan pada paragraf ini sebagai pernyataan empiris karena kita harus membuktikan dengan panca indera kita sendiri apakah benar bahwa harga pare segitu.

2.      Pernyataan Analitik
"Anak-anak juga belajar dari perilaku orangtua. Mereka tidak akan mulai merokok diri jika
tidak mengamati orangtuanya menggunakan tembakau,” kata Joshi.
Dikutip dari
http://health.kompas.com/read/2015/09/26/164323923/Anak.Derita.Asma.Orangtua.Jangan.Merokok.
Pada pukul 12:24 tanggal 27 September 2015
·         Alasan dari saya mengapa memilih pernyataan pada pargraf ini sebagai pernyataan analitika karena kebanyakan dari kita pasti tahu, anak adalah peniru yang hebat tanpa perlu dibuktikan lagi dengan panca indera kita. Oleh karena itu kita tahu apa yang dilakukan orang tua di depan anaknya mau itu baik atau buruk pasti akan lebih memungkinkan untuk ditiru oleh anaknya.

3.      Pernyataan Evaluatif
Perwakilan Lippo Group Paul Montolalu menuturkan pihaknya sangat yakin gerakan
"Rayakan Perbedaan" ini akan berkontribusi positif bagi Indonesia. "Karena itu kami ingin
terlibat dalam program ini," ujarnya.
Dikutip dari
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/09/22/174901026/Dalam.Hitungan.Menit.Gerakan.Rayakan.Perbedaan.Kumpulkan.Donasi.Rp.345.Juta
Pada pukul 12:07 tanggal 27 September 2015

·         Alasan saya memilih paragraf ini sebagai pernyataan Evaluatif yaitu karena, apa yang dinyatakan oleh Paul Montolalu itu adalah penilaian yang subjektif. Dia berpikir bahwa gerakan “Rayakan Perbedaan” dapat berkontribusi positif bagi Indonesia, namun bisa jadi gerakan ini malah dapat menambah kerenggangan antar rakyat Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar