Lucia Editha R.
00000008846
Critical and Creative Thinking
Berpikir Kritis
00000008846
Critical and Creative Thinking
Pertemuan I
Critical and Creative Thinking
1. Apakah hal – hal penting (konsep, pemikiran,
pemahaman) yang diulas dalam pertemuan
Jawab : Hal – hal penting yang diulas dalam pertemuan
ini adalah pengertian dalam
piramida level pembelajaran, perbedaan kritis dan
kreatif.
2. Apakah hal – hal yang menarik dan penting bagi Anda
sebagai mahasiswa dan mengapa?
Jawab : Hal – hal menarik yang diulas dalam pertemuan
ini adalah saat dosen
menanyakan sampai dimana cara berpikir kita dalam
piramida level pembelajaran
Benjamin Bloom dan lebih dulu kreatif atau berpikir
kritis. Menurut saya pertanyaan ini
jadi menarik karena saya jadi berpikir ulang sampai
dimana saya dalam level
pembelajaran? Dan untuk membuktikan kita mengerti
keenam levelnya dosen meminta
kita untuk menjelaskan 6 level tersebut dalam bentuk
contoh. Lalu soal lebih dulu kreatif
atau berpikir kritis? Kreatif dan berpikir kritis
memang terlihat berlainan tapi dari
pertemuan sebelumnya saya menyadari kreatif yang sering
disebut imajinasi dan kritis
yang disebut meragukan itu memang keduanya sangat penting
namun lebih bagus lagi
kalau berpikir kreatif tapi kritis atau kata dosen
“bermimpi tapi realistis”.
Pertemuan II
1. Apakah hal – hal penting (konsep, pemikiran,
pemahaman) yang diulas dalam pertemuan
ini?
Jawab : Hal – hal penting yang diulas dalam pertemuan
ini adalah membahas apa arti dan
tujuan berpikir secara kritis juga membahas apa
perbedaan berpikir kritis dengan
mengkritik. Dalam pertemuan kedua kali ini juga membahas
tentang suatu kondisi
dimana tokohnya terdapat satpam, peramal, dan bapak
direktur di suatu maskapai
penerbangan.
2. Apakah hal – hal yang menarik dan penting bagi Anda
sebagai mahasiswa dan mengapa?
Jawab : Hal – hal menarik dan penting bagi saya
sebagai mahasiswa adalah berpikir kritis
tidak sama artinya dengan mengkritik. Mengapa berbeda?
Dari yang saya tangkap
mengkritik berarti kita hanya berkomentar tentang
suatu gagasan tetapi tidak memberikan
solusi atas suatu gagasan tersebut tetapi berpikir
kritis bukan berarti kita menerima atau
menolak suatu gagasan tetapi berpikir secara hati –
hati dan bijaksana, belajar untuk
berpikir yang berdasar bukan asal bicara dan masuk akal.
Berpikir kritis juga berarti kita
harus memikirkan tentang solusi dari suatu
permasalahan.
Pertemuan III
1.
Apakah hal – hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuan ini?
Apakah hal – hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuan ini?
Jawab
: Hal – hal penting yang diulas dalam pertemuan ketiga kali ini adalah
membedakan antara kata logis dengan masuk akal atau factual. Lalu juga
dijelaskan perbedaan antara argument dengan pernyataan. Lalu di pertemuan ini
juga diminta membuat pernyataan yang memiliki makna yang logis atau kesimpulan
yang bermakna.
2.
Apakah hal – hal yang menarik dan penting bagi Anda sebagai
mahasiswa dan mengapa?
Jawab
: Hal yang menarik bagi saya adalah ternyata saya masih bisa terkecoh dengan
perbedaan kata logis dengan masuk akal. Dan saya juga menyadari bukan hanya
saya saja yang bingung dengan perbedaan kata tersebut tetapi seluruh murid
kelas A pun bingung. Lalu kami dari kelas A diminta untuk membuat contoh
kalimat dan menentukan beberapa kalimat yang ditanyakan Bapak Suhendra apakah
kalimat tersebut termasuk kalimat pernyataan atau kalimat perintah dan
sebagainya.
Berpikir Kritis
1.
Apa urgensinya bagi mahasiswa ilmu komunikasi untuk belajar
berpikir kritis dan kreatif?
Jawab
: Urgensi bagi mahasiswa ilmu komunikasi untuk belajar berpikir kritis dan
kreatif adalah untuk membiasakan mahasiswa berpikir kritis dan kreatif. Di
dunia yang modern ini sangat penting untuk berpikir secara kritis dan kreatif
karena untuk mengubah dunia ini menjadi lebih baik. Berpikir kritis dibutuhkan
untuk ketika ada suatu permasalahan kita harus memberikan solusi atas
permasalahan tersebut bukan hanya dikritisi. Kalau hanya dikritisi permasalahan
tersebut tidak akan selesai dan hanya memperburuk masalah bukan memperbaikinya.
Sedangkan untuk berpikir kreatif, di masa sekarang ini dimana pendidikan dan
teknologi sudah berkembang pesat, dibutuhkannya cara berpikir yang kreatif
untuk mengembangkan ide yang sudah ada atau bahkan membuat ide baru untuk
mengubah dunia menjadi lebih baik. Mahasiswa ilmu komunikasi perlu membiasakan
diri untuk berpikir kreatif dan kritis karena sebagai mahasiswa yang belajar
ilmu komunikasi, ilmu komunikasi tidak semudah yang terlihat. Bagaimana cara
menyampaikan ide dengan bahasa yang baik dari hasil berpikir kritis dan kreatif
tidak mudah.
2.
Apa relevansinya antara kemampuan berpikir kreatif dan kreatif
dengan profesi dalam ilmu komunikasi seperti jurnalis atau public relation?
Jawab
: Relevansi berpikir kritis dan kreatif dalam profesi jurnalis adalah sebagai
seorang jurnalis dituntut untuk melihat suatu permasalahan masyarakat dengan
detil lalu member solusi terhadap permalasahan tersebut entah di surat kabar,
radio, televisi. Menjadi seorang jurnalis juga dituntut menyatakan kebenaran
dalam berita yang disebarkan dan membuat orang tertarik dengan berita tersebut.
Maka dari itu seorang jurnalis dituntut untuk berpikir kritis dan kreatif.
Tidak luput seorang public relation juga harus berpikir kritis dan kreatif
karena kesehariannya sebagian besar public relation bekerja dan mengkritisi dan
menilai barang dagang. Tidak hanya itu saja public relation juga menilai
bagaimana suatu produk bisa laku di dalam masyarakat. Namanya saja sudah
“public relation” yang berarti menghadapi banyak konsumen. Jurnalis maupun
public relation harus mengerti bagaimana cara berpikir kritis dan kreatif.
Pertemuan IV
1. Apakah hal – hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang
diulas dalam pertemuan ini?
Jawab : Hal – hal
penting yang diulas dalam pertemuan kali ini adalah masih membahas
perbedaan dan
pengertian antara kalimat empiris, kalimat evaluatif dan kalimat analitis
beserta contoh
kalimatnya. Lalu dibahas pula tentang sosiosentris dengan inherited
opinion. Lalu juga
ditanyakan apakah selfish dengan egois itu sama atau berbeda?
Sebenarnya yang
membedakan selfish dengan egois adalah tujuannya.
2. Apakah hal –
hal yang menarik dan penting bagi Anda sebagai mahasiswa dan mengapa?
Jawab : Hal – hal
yang menarik dan penting bagi saya sebagai mahasiswa adalah
perbedaan antara selfish
dengan egois. Selfish diartikan keras kepala yang tidak memiliki
pendirian dan
motivasinya pun dipertanyakan. Selfish juga tidak pernah memikirkan
diluar diri
sendiri. Sedangkan egois diartikan sebagai keras kepala yang emiliki motivasi
yang jelas dan
penting untuk ertumbuhan diri. Selama ini yang saya pikirkan egois itu
dalam arti yang
negatif. Namun karena pertemuan keempat ini saya sadar justru egois
itulah yang
memiliki arti positif dan selfish arti negatif. Lalu saya juga tertarik
inherited
opinion. Apa itu
inherited opinion? Inherited opinion adalah keputusan yang diambil
bukan berdasarkan
keinginan pribadi namun karena orang lain. Misalnya Aldo adalah
siswa SMA ABC yang
masuk jurusan IPA karena Aldo mengikuti teman – temannya
yang masuk jurusan
IPA.
Reportase
1. Paragraf
evaluatif adalah paragraf yang lebih menjurus ke opini pribadi yang bisa benar
ataupun salah.
Contoh paragraf
evaluatif :
Meski hampir semua
jenis olahraga bagus untuk kebugaran tubuh, yoga adalah
yang paling
efektif untuk meningkatkan energi. Setelah melakukan yoga satu kali
seminggu selama 6
minggu berturut-turut, para sukarelawan yang ikut penelitian di
Inggris melaporkan
kemajuan dalam hal pikiran yang lebih jernih, energi, dan rasa
percaya diri. Tak
pernah ada kata terlambat untuk mencoba.
Sumber :
http://health.kompas.com/read/2015/09/21/152254323/7.Cara.Mudah.Kembalikan.Energi.yang.H
2. Paragraf
empiris adalah paragraf yang bisa benar atau salah namun tidak hanya cukup
dilihat tapi harus
diteliti.
Contoh
paragraf empiris :
Siapa yang tak
suka makanan yang dibakar atau dipanggang? Berbagai makanan
barbecue sangatlah
menggoda, namun yang sering kita lupakan adalah bentuk makanan
yang hitam dan
berkerak akibat api. Tahukah kita bahwa hal tersebut berbahaya? Bahkan
tak jarang kita
mendengar bahwa makanan yang dibakar dapat menyebabkan kanker,
benarkah?
Sebuah kajian
menemukan bahwa, dua jenis senyawa penyebab kanker dapat
terbentuk selama
pemanggangan, yaitu hidrokarbon polisiklik aromatic (PAH) dan amina
heterosiklik
(HCA).
Sumber :
Pertemuan V
1. Apakah hal – hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang
diulas dalam pertemuan
ini?
Jawab : Hal – hal
penting yang diulas dalam pertemuan kali ini adalah menganalisa
berita tentang
Rudi Rubiandini berdasarkan delapan langkah lalu ditelusuri kalimat berita
tersebut mana yang
fakta dan mana yang opini. Lalu kita juga diajarkan untuk mengkritisi
suatu kasus
tentang iklan dan homeschooling. Dan dalam pertemuan ini juga mempelajari
perbedaan fakta
dan opini.
2. Apakah hal –
hal yang menarik dan penting bagi Anda sebagai mahasiswa dan mengapa?
Jawab : Hal – hal
yang menarik dan penting bagi saya adalah bagaimana cara kita
menganalisa dan
mengkritisi suatu masalah seperti masalah tentang iklan dan
homeshooling lalu
membedakan tentang fakta dan opini. Ternyata banyak mahasiswa
masih bingung
membedakan fakta dan opini. Lalu juga ternyata butuh dorongan dari
dosen untuk
berpikir kritis dalam suatu kasus.
Pertemuan VI
1. Apakah hal - hal
penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuan ini?
Jawab : Hal - hal penting yang diulas dalam pertemuan kali ini adalah membahas tentang argumen. Argumen adalah usaha membenarkan atau membuktikan suatu kesimpulan. Argumen tidak sama dengan kontradiksi. Argumen terdiri dari premis dan konklusi. Premis berarti pernyataan yang mengemukakan bukti. Argumen juga dibagi menjadi dua yaitu deduktif dan induktif. Lalu di pengertian deduktif dan induktif, ternyata pengertian deduktif dan induktif bukan sekedar kalimat yang dari umum ke khusus ataupun sebaliknya. Kalimat yang brrupa jawaban tidak pasti merupakan kalimat induktif begitu pula sebaliknya. Lalu selain mempelajari tentang deduktif - induktif, kami juga mempelajari tentang kalimat valid atau tidak valid. Contoh kalimat valid adalah Barbie berumur lebih dari 90 tahun yang berarti Barbie berumur lebih dari 20 tahun. Kalimat valid berarti kalimat yang jelas tidak ada lagi kemungkinan lain. Kalimat tidak valid adalah kalimat yang tidak menyambung dan selalu ada kemungkinan lain dari kalimat tersebut. Misalnya Olga mencintai Syifa. Joko mencintai Olga.
Jawab : Hal - hal penting yang diulas dalam pertemuan kali ini adalah membahas tentang argumen. Argumen adalah usaha membenarkan atau membuktikan suatu kesimpulan. Argumen tidak sama dengan kontradiksi. Argumen terdiri dari premis dan konklusi. Premis berarti pernyataan yang mengemukakan bukti. Argumen juga dibagi menjadi dua yaitu deduktif dan induktif. Lalu di pengertian deduktif dan induktif, ternyata pengertian deduktif dan induktif bukan sekedar kalimat yang dari umum ke khusus ataupun sebaliknya. Kalimat yang brrupa jawaban tidak pasti merupakan kalimat induktif begitu pula sebaliknya. Lalu selain mempelajari tentang deduktif - induktif, kami juga mempelajari tentang kalimat valid atau tidak valid. Contoh kalimat valid adalah Barbie berumur lebih dari 90 tahun yang berarti Barbie berumur lebih dari 20 tahun. Kalimat valid berarti kalimat yang jelas tidak ada lagi kemungkinan lain. Kalimat tidak valid adalah kalimat yang tidak menyambung dan selalu ada kemungkinan lain dari kalimat tersebut. Misalnya Olga mencintai Syifa. Joko mencintai Olga.
2. Apakah hal - hal yang menarik
dan penting bagi Anda sebagai mahasiswa dan mengapa?
Jawab : Hal - hal yang menarik dan penting bagi saya sebagai mahasiswa adalah perbedaan antara kalimat valid dan tidak valid. Untuk membedakan kalimat valid dan tidak valid memiliki ketentuan tersendiri seperti premis dan konklusi dari argumen yang tidak valid bisa semua benar, semua argumen yang valid tidak boleh didefinisikan memiliki premis dan kesimpulan yang benar, premis dan konklusi yang valid dapat semuanya salah, argumen yang valid dengan premis yang salah berarti kesimpulan atau konklusi yang benar.
Jawab : Hal - hal yang menarik dan penting bagi saya sebagai mahasiswa adalah perbedaan antara kalimat valid dan tidak valid. Untuk membedakan kalimat valid dan tidak valid memiliki ketentuan tersendiri seperti premis dan konklusi dari argumen yang tidak valid bisa semua benar, semua argumen yang valid tidak boleh didefinisikan memiliki premis dan kesimpulan yang benar, premis dan konklusi yang valid dapat semuanya salah, argumen yang valid dengan premis yang salah berarti kesimpulan atau konklusi yang benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar