Minggu, 11 Oktober 2015

Pertemuan CCT Lucia E.R.

Lucia Editha R.

00000008846

Critical and Creative Thinking

Pertemuan I

Critical and Creative Thinking
1. Apakah hal – hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuan
Jawab : Hal – hal penting yang diulas dalam pertemuan ini adalah pengertian dalam
piramida level pembelajaran, perbedaan kritis dan kreatif.

2. Apakah hal – hal yang menarik dan penting bagi Anda sebagai mahasiswa dan mengapa?
Jawab : Hal – hal menarik yang diulas dalam pertemuan ini adalah saat dosen
menanyakan sampai dimana cara berpikir kita dalam piramida level pembelajaran
Benjamin Bloom dan lebih dulu kreatif atau berpikir kritis. Menurut saya pertanyaan ini
jadi menarik karena saya jadi berpikir ulang sampai dimana saya dalam level
pembelajaran? Dan untuk membuktikan kita mengerti keenam levelnya dosen meminta
kita untuk menjelaskan 6 level tersebut dalam bentuk contoh. Lalu soal lebih dulu kreatif
atau berpikir kritis? Kreatif dan berpikir kritis memang terlihat berlainan tapi dari
pertemuan sebelumnya saya menyadari kreatif yang sering disebut imajinasi dan kritis
yang disebut meragukan itu memang keduanya sangat penting namun lebih bagus lagi
kalau berpikir kreatif tapi kritis atau kata dosen “bermimpi tapi realistis”.

Pertemuan II
1. Apakah hal – hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuan
ini?
Jawab : Hal – hal penting yang diulas dalam pertemuan ini adalah membahas apa arti dan
tujuan berpikir secara kritis juga membahas apa perbedaan berpikir kritis dengan
mengkritik. Dalam pertemuan kedua kali ini juga membahas tentang suatu kondisi
dimana tokohnya terdapat satpam, peramal, dan bapak direktur di suatu maskapai
penerbangan.

2. Apakah hal – hal yang menarik dan penting bagi Anda sebagai mahasiswa dan mengapa?
Jawab : Hal – hal menarik dan penting bagi saya sebagai mahasiswa adalah berpikir kritis
tidak sama artinya dengan mengkritik. Mengapa berbeda? Dari yang saya tangkap
mengkritik berarti kita hanya berkomentar tentang suatu gagasan tetapi tidak memberikan
solusi atas suatu gagasan tersebut tetapi berpikir kritis bukan berarti kita menerima atau
menolak suatu gagasan tetapi berpikir secara hati – hati dan bijaksana, belajar untuk
berpikir yang berdasar bukan asal bicara dan masuk akal. Berpikir kritis juga berarti kita
harus memikirkan tentang solusi dari suatu permasalahan.
Pertemuan III
1.     
Apakah hal – hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuan ini?
Jawab : Hal – hal penting yang diulas dalam pertemuan ketiga kali ini adalah membedakan antara kata logis dengan masuk akal atau factual. Lalu juga dijelaskan perbedaan antara argument dengan pernyataan. Lalu di pertemuan ini juga diminta membuat pernyataan yang memiliki makna yang logis atau kesimpulan yang bermakna.
2.                  Apakah hal – hal yang menarik dan penting bagi Anda sebagai mahasiswa dan mengapa?

Jawab : Hal yang menarik bagi saya adalah ternyata saya masih bisa terkecoh dengan perbedaan kata logis dengan masuk akal. Dan saya juga menyadari bukan hanya saya saja yang bingung dengan perbedaan kata tersebut tetapi seluruh murid kelas A pun bingung. Lalu kami dari kelas A diminta untuk membuat contoh kalimat dan menentukan beberapa kalimat yang ditanyakan Bapak Suhendra apakah kalimat tersebut termasuk kalimat pernyataan atau kalimat perintah dan sebagainya.

Berpikir Kritis

1.      Apa urgensinya bagi mahasiswa ilmu komunikasi untuk belajar berpikir kritis dan kreatif?
Jawab : Urgensi bagi mahasiswa ilmu komunikasi untuk belajar berpikir kritis dan kreatif adalah untuk membiasakan mahasiswa berpikir kritis dan kreatif. Di dunia yang modern ini sangat penting untuk berpikir secara kritis dan kreatif karena untuk mengubah dunia ini menjadi lebih baik. Berpikir kritis dibutuhkan untuk ketika ada suatu permasalahan kita harus memberikan solusi atas permasalahan tersebut bukan hanya dikritisi. Kalau hanya dikritisi permasalahan tersebut tidak akan selesai dan hanya memperburuk masalah bukan memperbaikinya. Sedangkan untuk berpikir kreatif, di masa sekarang ini dimana pendidikan dan teknologi sudah berkembang pesat, dibutuhkannya cara berpikir yang kreatif untuk mengembangkan ide yang sudah ada atau bahkan membuat ide baru untuk mengubah dunia menjadi lebih baik. Mahasiswa ilmu komunikasi perlu membiasakan diri untuk berpikir kreatif dan kritis karena sebagai mahasiswa yang belajar ilmu komunikasi, ilmu komunikasi tidak semudah yang terlihat. Bagaimana cara menyampaikan ide dengan bahasa yang baik dari hasil berpikir kritis dan kreatif tidak mudah.

2.                  Apa relevansinya antara kemampuan berpikir kreatif dan kreatif dengan profesi dalam ilmu komunikasi seperti jurnalis atau public relation?

Jawab : Relevansi berpikir kritis dan kreatif dalam profesi jurnalis adalah sebagai seorang jurnalis dituntut untuk melihat suatu permasalahan masyarakat dengan detil lalu member solusi terhadap permalasahan tersebut entah di surat kabar, radio, televisi. Menjadi seorang jurnalis juga dituntut menyatakan kebenaran dalam berita yang disebarkan dan membuat orang tertarik dengan berita tersebut. Maka dari itu seorang jurnalis dituntut untuk berpikir kritis dan kreatif. Tidak luput seorang public relation juga harus berpikir kritis dan kreatif karena kesehariannya sebagian besar public relation bekerja dan mengkritisi dan menilai barang dagang. Tidak hanya itu saja public relation juga menilai bagaimana suatu produk bisa laku di dalam masyarakat. Namanya saja sudah “public relation” yang berarti menghadapi banyak konsumen. Jurnalis maupun public relation harus mengerti bagaimana cara berpikir kritis dan kreatif.

Pertemuan IV
1. Apakah hal – hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuan ini?

Jawab : Hal – hal penting yang diulas dalam pertemuan kali ini adalah masih membahas

perbedaan dan pengertian antara kalimat empiris, kalimat evaluatif dan kalimat analitis

beserta contoh kalimatnya. Lalu dibahas pula tentang sosiosentris dengan inherited

opinion. Lalu juga ditanyakan apakah selfish dengan egois itu sama atau berbeda?

Sebenarnya yang membedakan selfish dengan egois adalah tujuannya.

2. Apakah hal – hal yang menarik dan penting bagi Anda sebagai mahasiswa dan mengapa?

Jawab : Hal – hal yang menarik dan penting bagi saya sebagai mahasiswa adalah

perbedaan antara selfish dengan egois. Selfish diartikan keras kepala yang tidak memiliki

pendirian dan motivasinya pun dipertanyakan. Selfish juga tidak pernah memikirkan

diluar diri sendiri. Sedangkan egois diartikan sebagai keras kepala yang emiliki motivasi

yang jelas dan penting untuk ertumbuhan diri. Selama ini yang saya pikirkan egois itu

dalam arti yang negatif. Namun karena pertemuan keempat ini saya sadar justru egois

itulah yang memiliki arti positif dan selfish arti negatif. Lalu saya juga tertarik inherited

opinion. Apa itu inherited opinion? Inherited opinion adalah keputusan yang diambil

bukan berdasarkan keinginan pribadi namun karena orang lain. Misalnya Aldo adalah

siswa SMA ABC yang masuk jurusan IPA karena Aldo mengikuti teman – temannya

yang masuk jurusan IPA.

Reportase

1. Paragraf evaluatif adalah paragraf yang lebih menjurus ke opini pribadi yang bisa benar

ataupun salah.

Contoh paragraf evaluatif :

Meski hampir semua jenis olahraga bagus untuk kebugaran tubuh, yoga adalah

yang paling efektif untuk meningkatkan energi. Setelah melakukan yoga  satu kali

seminggu selama 6 minggu berturut-turut, para sukarelawan yang ikut penelitian di

Inggris melaporkan kemajuan dalam hal pikiran yang lebih jernih, energi, dan rasa

percaya diri. Tak pernah ada kata terlambat untuk mencoba.

Sumber :

http://health.kompas.com/read/2015/09/21/152254323/7.Cara.Mudah.Kembalikan.Energi.yang.H

2. Paragraf empiris adalah paragraf yang bisa benar atau salah namun tidak hanya cukup

dilihat tapi harus diteliti.

 Contoh paragraf empiris :

Siapa yang tak suka makanan yang dibakar atau dipanggang? Berbagai makanan

barbecue sangatlah menggoda, namun yang sering kita lupakan adalah bentuk makanan

yang hitam dan berkerak akibat api. Tahukah kita bahwa hal tersebut berbahaya? Bahkan

tak jarang kita mendengar bahwa makanan yang dibakar dapat menyebabkan kanker,

benarkah?

Sebuah kajian menemukan bahwa, dua jenis senyawa penyebab kanker dapat

terbentuk selama pemanggangan, yaitu hidrokarbon polisiklik aromatic (PAH) dan amina

heterosiklik (HCA).

Sumber :

Pertemuan V
1. Apakah hal – hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuan

ini?

Jawab : Hal – hal penting yang diulas dalam pertemuan kali ini adalah  menganalisa

berita tentang Rudi Rubiandini berdasarkan delapan langkah lalu ditelusuri kalimat berita

tersebut mana yang fakta dan mana yang opini. Lalu kita juga diajarkan untuk mengkritisi

suatu kasus tentang iklan dan homeschooling. Dan dalam pertemuan ini juga mempelajari

perbedaan fakta dan opini.

2. Apakah hal – hal yang menarik dan penting bagi Anda sebagai mahasiswa dan mengapa?

Jawab : Hal – hal yang menarik dan penting bagi saya adalah bagaimana cara kita

menganalisa dan mengkritisi suatu masalah seperti masalah tentang iklan dan

homeshooling lalu membedakan tentang fakta dan opini. Ternyata banyak mahasiswa

masih bingung membedakan fakta dan opini. Lalu juga ternyata butuh dorongan dari

dosen untuk berpikir kritis dalam suatu kasus.

Pertemuan VI

1. Apakah hal - hal penting (konsep, pemikiran, pemahaman) yang diulas dalam pertemuan ini?
Jawab : Hal - hal penting yang diulas dalam pertemuan kali ini adalah membahas tentang argumen. Argumen adalah usaha membenarkan atau membuktikan suatu kesimpulan. Argumen tidak sama dengan kontradiksi. Argumen terdiri dari premis dan konklusi. Premis berarti pernyataan yang mengemukakan bukti. Argumen juga dibagi menjadi dua yaitu deduktif dan induktif. Lalu di pengertian deduktif dan induktif, ternyata pengertian deduktif dan induktif bukan sekedar kalimat yang dari umum ke khusus ataupun sebaliknya. Kalimat yang brrupa jawaban tidak pasti merupakan kalimat induktif begitu pula sebaliknya. Lalu selain mempelajari tentang deduktif - induktif, kami juga mempelajari tentang kalimat valid atau tidak valid. Contoh kalimat valid adalah Barbie berumur lebih dari 90 tahun yang berarti Barbie berumur lebih dari 20 tahun. Kalimat valid berarti kalimat yang jelas tidak ada lagi kemungkinan lain. Kalimat tidak valid adalah kalimat yang tidak menyambung dan selalu ada kemungkinan lain dari kalimat tersebut. Misalnya Olga mencintai Syifa. Joko mencintai Olga.
2. Apakah hal - hal yang menarik dan penting bagi Anda sebagai mahasiswa dan mengapa?
Jawab : Hal - hal yang menarik dan penting bagi saya sebagai mahasiswa adalah perbedaan antara kalimat valid dan tidak valid. Untuk membedakan kalimat valid dan tidak valid memiliki ketentuan tersendiri seperti premis dan konklusi dari argumen yang tidak valid bisa semua benar, semua argumen yang valid tidak boleh didefinisikan memiliki premis dan kesimpulan yang benar, premis dan konklusi yang valid dapat semuanya salah, argumen yang valid dengan premis yang salah berarti kesimpulan atau konklusi yang benar.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar