Gendis Novidar Fabianti
00000008444
Tayangan Mata Najwa pada tanggal 7 Oktober
2015 mengangkat tema mengenai penantang Ahok. Pada tayangan tersebut terdapat
kesesatan yang di lakukan oleh Najwa Shihab. Kesesatan tersebut adalah Ad
Hominem. Kesesatan ini terlihat pada saat Najwa Shihab memberikan pertanyaan
yang lebih banyak serta menjatuhkan kepada pihak penantang Ahok serta lawan
Ahok. Tetapi kepada pihak kawan Ahok, Najwa Shihab lebih memberikan pertanyaan
yang ringan dan tidak menjatuhkan.
Seperti pernyataan yang Najwa Shihab tanyakan
kepada Bursah Zarnubi “Apa dasar Bapak menuding sahabat Ahok?”.
Berdasarkan
pertanyaan-pertanyaaan tersebut dapat dilihat bahwa Najwa Shihab secara
implisit mengemukkakan argumen yang menjatuhkan serta menghina lawan bicara
yang dalam hal ini adalah lawan Ahok dan penantang Ahok. Sehingga masyarakat
mengarahkan pikiran serta perhatiannya kepada kejelekan serta kelemahan para penantang Ahok. Penghinaan yang dilakukan
Najwa Shihab tidak dilakukan secara verbal namun dilakukan dengan cara
mendiskreditkan argumen para penantang Ahok dan lawan Ahok. Atau dengan kata
lain dengan cara berusaha menjelekkan atau memperlemah kewibawaan para
penantang Ahok dan lawan Ahok dengan menyinggung keadaan-keadaan tertentu yang
mempengaruhi jawaban para penantang Ahok dan lawan Ahok.
Kesesatan lainnya yang terjadi pada
tayangan Mata Najwa pada tanggal 7 Oktober 2015 dilakukan oleh lawan Ahok yang
diwakilkan oleh Bursah Zarnubi. Pada pernyataan Bursah Zarnubi terdapat
kesesatan Ad Hominem Tu Queque yaitu
pada saat beliau mengkritik kepemimpinan Ahok serta cara bertindak Ahok. Bursah
Zarnubi mengatakan bahwa pada masa kepemimpinan Ahok, beliau sering melontarkan kata-kata yang kasar. Namun, pada pernyataan yang Bursah Zarnubi
katakan selanjutnya juga mengandung kata-kata yang kasar.
“ Saya kecewa betul dengan Kompas Tv, dia
pamer cara Ahok bilang tai-tai. Memang dia menghina DPRD” tutur Bursah Zarnubi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar