Minggu, 06 Desember 2015

Mata Najwa Eps. Para Penantang AHOK

Samuel Indra Wijaya      
00000008470     
Mata Najwa Eps. Para Penantang AHOK
Pada pertanyaan Najwa Shihab kepada Adhiyaksa Dault tentang dirinya yang di daulat oleh banyak tokoh dan dicalonkan sebagai calon walikota DKI Jakarta dan sekaligus menjadi salah satu lawan dari Ahok, apakah dirinya lebih pantas menjadi walikota dibanding seorang Ahok pada pilkada periode mendatang. Namun dialihkan oleh Adhiyaksa ke pembicaraan lain, mengenai banyaknya dukungan yang ia terima dari parah tokoh masyarakat.
Dan kesesatan selanjutnya dari seorang Najwa, yaitu saat dirinya berpikir bahwa PDI Perjuangan tidak modern karena partai modern tidak bergantung pada satu keputusan, seharusnya partai modern itu adalah partai yang mengutamakan musyawarah dan mufakat dari semua pihak di dalam partai. Dan juga Najwa memberikan pertanyaan kepada Prasetyo Adi, bahwa sebenarnya PDI Perjuangan mendukung Ahok atau tidak mendukung? Najwa memberikan kesan tidak benar terhadap pihak yang melawan Ahok.

Jadi menurut saya, Najwa memiliki beberapa kesesatan yaitu kesesatan Red Herring,  Ad Hominem dan juga kesesatan False Dilemma. Dikatakan Red Herring karena Adhiyaksa mengalihkan pembicaraan. False dilemma dikatakan karena Najwa menganggap PDI Perjuangan adalah partai yang tidak modern karena tidak bisa memutuskan ingin mendukung Ahok atau tidak mendukung, disini disebut False Dilemma karena berada pada dua keputusan dan Najwa tidak mengambil jalur alternatif selain dari dua pertanyaan itu, dan Najwa langsung menyimpulkan bahwa PDIP bukan partai yang modern. Dan disebut Ad Hominem karena Najwa pada saat itu terlihat mendukung Ahok, dan memberikan penyerangan terhadap narasumbernya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar