Minggu, 06 Desember 2015

Mata Najwa - Daril 00000008840

Daril Widhi W
00000008840
Ketika Najwa memberikan pertanyaan kepada Adhyaksa Dault mengenai dirinya di daulat sebagai salah satu lawan ahok di pilkada tahun 2017 yang akan datang, apakah itu membuatnya semakin mantap untuk maju. Namun Adhyaksa memberikan falacy Red herring. Ia mengalihkan pembicaraan mengenai banyaknya pendukungnya,dan dari mana pendukungnya. Mengalihkan pertanyaan najwa, apakah dukungan itu membuatnya mantap untuk maju.
Najwa juga memiliki kesesatan berpikir. Ia bertanya apakah PDIP mendung Ahok atau tidak. Prasetyo Adi menjawab bahwa keputusan itu berada di tangan ketua PDIP itu sendiri. Najwa menyimpulkan bahwa seharusnya, partai modern tidak bergantuk akan keputusan satu pihak. Lalu Adi meneruskan bahwa keputusan akan di ambil di suatu saat, ketika sudah di musyawarahkan hingga keputusan di ambil. Namun tetap keputusan finnal berada di ketua umum partai tersebut. Kemudian Najwa tetap menyimpulkan bahwa PDIP tidak modern. Najwa memiliki kesesatan False Dilemma.
Najwa juga memberikan kesesatan Black-or-White. Najwa hanyan memberikan dua pilihan kepada Prasetyo Adi atas pernyataannya. Yaitu PDIP mendukung Ahok dan PDIP melawan Ahok. Najwa memberikan kesan yang melawan Ahok adalah tidak bena
00000008840
Keka Najwa memberikan pertanyaan kepada Adhyaksa Dault mengenai dirinya di daulat sebagai
salah satu lawan ahok di pilkada tahun 2017 yang akan datang, apakah itu membuatnya semakin
mantap untuk maju. Namun Adhyaksa memberikan falacy Red herring. Ia mengalihkan pembicaraan
mengenai banyaknya pendukungnya,dan dari mana pendukungnya. Mengalihkan pertanyaan najwa,
apakah dukungan itu membuatnya mantap untuk maju.
Najwa juga memiliki kesesatan berpikir. Ia bertanya apakah PDIP mendung Ahok atau dak. Prasetyo
Adi menjawab bahwa keputusan itu berada di tangan ketua PDIP itu sendiri. Najwa menyimpulkan
bahwa seharusnya, partai modern dak bergantuk akan keputusan satu pihak. Lalu Adi meneruskan
bahwa keputusan akan di ambil di suatu saat, keka sudah di musyawarahkan hingga keputusan di
ambil. Namun tetap keputusan +nnal berada di ketua umum partai tersebut. Kemudian Najwa tetap
menyimpulkan bahwa PDIP dak modern. Najwa memiliki kesesatan False Dilemma.
Najwa juga memberikan kesesatan Black-or-White. Najwa hanyan memberikan dua pilihan kepada
Prasetyo Adi atas pernyataannya. Yaitu PDIP mendukung Ahok dan PDIP melawan Ahok. Najwa
memberikan kesan yang melawan Ahok adalah dak benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar