Mega Priliani Sanjaya
00000008768
Acara
Mata Najwa ini membahas tentang Ahok selaku Gubernur DKI Jakarta dengan para
penantangnya dan juga kawannya. Untuk mendukung acara ini berjalan lancar,
acara Mata Najwa ini mengundang beberapa pihak seperti Adhyaksa Dault, Bursah
Zamubi dan juga Mohammad Sanusi. Didalam acara ini pula saya melihat adanya
kesesatan dalam tutur kata mereka. Baik Adhyaksa maupun Najwa selaku pembawa
acara. Kesesatan tersebut adalah Ad Hominem.
Dapat
dikatakan Ad Hominem karena dapat kita lihat sebelumnya, Adhyaksa yang tidak
terlalu menyetujui Ahok sebagai Gubernur kecuali jika ia mengganti agamanya
menjadi agama Islam. Ia membuat pernyataan bahwa lebih baik yang menjadi
seorang Gubernur adalah seorang yang beragama Islam atau pribumi sedangkan Ahok
bukan.
Kesesatan
lainnya juga ditemukan dari Najwa sendiri. masih dengan bersifat kesesatan Ad
Hominem, Najwa melakukan kesalahan dengan terus mendorong dan seakan memaksa
Adhyaksa untuk menjawab pertanyaannya. Selain itu juga, ia terlihat sering
memotong pembicaraan Adhyaksa ketika ia
menjawab pertanyaan Najwa dan menekan Adhyaksa untuk hanya menjawab
secara singkat dan jelas pertanyaan yang ia ajukan. Sebenarnya, ia sebagai
pembawa acara tidak boleh melakukan hal seperti itu, karena jika memotong dan
terlihat terlalu mendorong orang dengan pertanyaannya, akan terlihat kurang
sopan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar