Kamis, 01 Oktober 2015

Nama : Irvandy Januar

NIM    : 00000008685

1.Apakah hal-hal penting (konsep,pemikiran,pemahaman) yang diulas dalam pertemuan ini?

Hal-hal penting yang diulas dalam pertemuan keempat adalah:

Kita diminta untuk menjelaskan apa itu analitik. Kami dipanggil satu per satu maju ke depan, bagi yang

tidak bisa akan dihukum. Hal ini mengajarkan kita bahwa kita harus perhatian dalam hal-hal kecil dan

memerhatikan dengan cermat apa itu pemahaman dari hal-hal yang diberikan selama pelajaran.

2.Apakah hal-hal yang menarik dan penting bagi anda sebagai mahasiswa dan mengapa?

Hal-hal yang menarik dan penting bagi saya sebagai mahasiswa adalah :

-)Kita diberi waktu untuk refreshing karena selain untuk menghafal, kita juga diajak untuk bercanda

bersama dalam pertemuan kemarin.

-)Kita diajak untuk lebih memerhatikan dan teliti di pertemuan-pertemuan berikutnya

Tugas Analisa Berita

Merdeka.com - Tren penurunan harga minyak dunia membuat sebagian pihak mendesak PT

menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sebab, biaya produksi juga mengalami penurunan

seiring melemahnya harga minyak dunia.

Penurunan harga BBM juga diyakini sebagai cara menjaga daya beli masyarakat di tengah perlambatan

ekonomi. Pengamat Ekonomi Didik J. Rachbini menuturkan, jika kebijakan ini dijalankan, pengaruh

positifnya akan dirasakan ke semua sektor ekonomi.

"Harga BBM diturunkan, dan akhirnya tarif listrik ikut turun karena harga BBM lebih murah," kata Didik

di Jakarta, Sabtu

Saat ini, harga BBM jenis premium masih Rp 7.400 per liter. Menurut Didik, dengan turunnya harga

minyak dunia di kisaran USD 40 per barel, penurunan harga BBM bisa dilakukan.

Dalam perhitungannya, BBM jenis premium seharusnya bisa turun hingga Rp 2.000 per liter. "Idealnya

itu diturunkan harganya sekitar Rp 1.500 sampai Rp 2.000. Ini hasilnya akan terasa cepat, bisa terlihat

dalam dua minggu," ungkapnya.

Dia menyadari, jika pemerintah mengambil kebijakan menurunkan harga BBM, sifatnya hanya

sementara sebagai stimulus di tengah perlambatan ekonomi nasional. Setelah kondisi ekonomi nasional

kembali bergairah, harga BBM bisa disesuaikan lagi.

"Harus ada perjanjian, misalnya setahun ini BBM diturunkan, tapi tahun depan bisa naik lagi. Jadi

turunnya ini saat krisis saja," terangnya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) sudah memberi sinyal adanya penurunan harga Bahan Bakar

Minyak (BBM).

"Ya kalau harga minyaknya sekitar USD 40, cost of productionnya bisa lebih murah nanti tentu saja akan

dibicarakan (penurunan harga) dengan pemerintah, ESDM," ujar Direktur Utama Pertamina Dwi

Soetjipto di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (22/9).

Dia menyadari BBM merupakan kebutuhan penting masyarakat. Meski begitu, Pertamina tetap harus

berkoordinasi dengan pemerintah.

"Dengan harga yang ada itu maka otomatis potensi penyesuaian harga ada, kalau memang nanti harga

crude rendah dan ongkos produksi bisa kita efisien tentu akan kita turunkan karena itu menyangkut

kepentingan masyarakat," kata dia.

_____________________________________________________________________________________

Saya memilih paragraph yang dicetak miring karena menurut saya paragraph itu adalah Opini. Paragraf

tersebut bisa disebut opini karena adanya kata “Menurut Didi” yang tak lain adalah pemikiran

seseorang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar