Minggu, 27 September 2015

Nama : yolanda cindy Novenia

NIM: 00000008758

Pertayaan Refleksi
1. Pada pertemuan ini tidak jauh berbeda dengan pertemuan sebelumnya yaitu

pembahasan tentang pernyataan empiris, evaluatif, analitik. Dan kali ini dijelaskan

lebih jelas dari pernyataan-pernyataan ini. Pernyataan empiris yaitu sesuatu yang

perlu diterkadang selidiki kebenarannya, dapat dilihat dengan panca indera kita. Dan

dalam dunia nyata yang bisa kita lihat dibuktikan salah/benarnya. Pernyataan

evaluatif yaitu jika benar/ salah berasal dari opini/ pendapat seseorang. Pernyataan

analitik adalah analisis kebenaran yang sudah pasti. Pernyataan jika benar/ salah

cukup dilihat dengan makna/ konsep itu sendiri. Dengan penjelasan seperti ini kita

dapat membedakan setiap pernyataan-pernyataan. Kami pun ketika sdiberi tugas

memilih berita dari ketiga itu sedikit mengerti. Dijelaskan juga hambatan berpikir

kritis. Sebenrnya berpikir kritis hambatan itu berasalah dari kita sendiri. Tergantung

apakah kita bisa mencari jalan keluarnya atau idak. Kita masih ragu akan

kemampuan kita dalam mengahadapi sebuah persoalan. Sebab kita kurang percaya

diri. Dan kita terlalu nyaman di zona nyaman kita. Kita lebih nyaman di tempat

tersebut. Kita harus percaya dengan apa yang ada di dalam diri kita. Kita seharusnya

keluar zona nyaman kita agar kita mendapat sesuatu yang baru. Agar pemikiran kita

dengan orang lain berbeda.

2. Banyak yang menarik dari pertemuan ini kita mengetahui hambatan dari berpikir

kritis serta jalan keluarnya. Kita dibukakan pemikiran kita terhadap berpikir kritis.

Dan kita harus percaya  dengan apa yang kita miliki sekarang ini. Sebab kemampuan

berpikir kritis ini sangat bermanfaat untuk kita kedepannya. Terkadang kita sulit

berpikir kritis karena ragu akan kemampuan kita. Dan lebih baik kita mengubah

pemikiran kita agar lebih baik dan bermanfaat untuk kita kedepannya.

Tugas Analisa Berita

1. Berita empiris

Petugas Pamekasan, Jawa Timur bahwa ditemukannya benda mirip bom. Benda itu langsung diamankan,dengan anggota penjinak bahan peledak. Benda itu berada di kamar tahanan teroris milik Separiono, alias Mambo,alias Aryo Bin Ismail. Sampai sekarang mereka tidak mengetahui isi benda yang mecurigakan itu. “Kamui belum tahu apa isinya, polisi sudah mengamankannya .” ungkapnya.
isi kebenarankota itu. Lalu perlu diselidiki lagi kebenarannya. Karena polisi dan penjinak bahan peledak. Karena mereka hanya mengira-ngira benda itu adalah bom.

2. Berita Analitik

Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian mesin bor bawah tanah  di Bundaran Senayan Jaksel. Senin (21/9/2015). Presiden Jokowi tiba 30 menit lebih lama dari jadwal. Jalur MRT adalah penggabungan antar jalur kereta layang dan terowongan bawah tanah. Sebab jelas sudah dilaksanakan. Serta jelas kapan dan dimana peresmian itu dilaksanakan.

3. Berita Evaluatif

"Sekretaris DPD PDI Perjuangan Presetio Edi Marsudi mengatakan penentuan calon gubernur DKI, dalam pilkada DKI 2017. Pilkada DKI ini tidak bisa ditentukan oleh tingkat daerah. Semua itu tergantung ketum. Dan Prasetio menjamin partainya menyiapkan calon terbaik."

Menurut saya berita diatas adalah empiris. Sebab belum diketahui Berita adalah berita analitik. Karena sudah ada kebenarannya. Berita ini adalah berita Evaluatif. Berita ini hanyalah ungkapan dari Sekretaris DPD PDI Perjuangan. Sebab dia menjamin partainya menyiapkan calon terbaik. Akan tetapi belum tentu karena semua pilihan tergantung oleh masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar